Tumbuh Kembang Anak Tak Bisa Diulang, Edukasi Cegah Stunting Harus Dimulai Sejak Ibu Mengandung

Parenting | Jumat, 29 Juli 2022 11:45

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya

Tentunya stunting mengganggu pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan juga fisik si kecil

Dream - Stunting masih menjadi salah satu permasalahan yang menghalangi potensi optimal anak-anak sebagai penerus generasi bangsa Indonesia.

Stunting biasanya terjadi pada anak dengan asupan nutrisi yang buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak adekuat. Tentunya gangguan pertumbuhan dan perkembangan ini akan memengaruhi kecerdasan juga fisik si kecil. Pada umumunya tubuh anak yang pendek menjadi ciri anak yang mengalami stunting.

Namun anak yang bertubuh pendek bukan satu-satunya hal yang menunjukkan si kecil mengalami stunting. Jika anak pendek namun tidak kurus, bisa jadi tidak mengalami stunting. Jadi ibu harus tetap berkonsultasi dengan ahli gizi untuk memantau perkembangan anak dengan tepat.

Berdasarkan hasil survei Status Gizi Indonesia (SGI), tiga dari 10 anak Indonesia diperkirakan mengalami stunting pada 2021. Meskipun hasil survei ini menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun, jumlah anak stunting sangat bervariasi antar daerah dan masih dikategorikan sebagai masalah kesehatan masyarakat berat menurut ambang batas WHO yaitu 20%.

Tumbuh Kembang Anak Tak Bisa Diulang, Edukasi Cegah Stunting Harus Dimulai Sejak Ibu Mengandung
Shutterstock
2 dari 5 halaman

Stunting Perlu Dicegah dari Dini

 Shutterstock© Shutterstock

Mencegah stunting bukan dimulai sejak anak lahir, melainkan sejak anak dalam kandungan. Ibu hamil harus teredukasi untuk mencukupi asupan makronutrien, mikronutrien serta zat besi.

Mengingat masa emas pertumbuhan anak terhitung sejak 1.000 hari pertama, sebaiknya berikan ASI eksklusif hingga 6 bulan. Lalu berikan ASI juga makanan pendamping yang bergizi dan seimbang hingga usia 2 tahun.

3 dari 5 halaman

Dampingi Anak Cegah Stunting

 Shutterstock© Shutterstock

Tidak sampai di situ, tumbuh kembang anak masih sangat panjang. Jadi perhatikan asupan harian si kecil. Dalam satu porsi makan sebaiknya setengah diisi oleh sayuran dan buah-buahan, setengahnya lagi diisi oleh sumber protein (hewani atau nabati) dan karbohidrat.

Memenuhi gizi anak tentunya tidak dapat dipelajari dalam sehari. Jadi orangtua harus belajar setiap hari dalam memaksimalkan tumbuh kembang anak agar tidak mengalami stunting.

4 dari 5 halaman

Penanganan Stunting

Melihat angka stunting dan obesitas yang belum juga menyentuh angka nol, tentunya ini menjadi tugas bersama untuk generasi lebih baik lagi.

Langkah-langkah kolaboratif untuk memberikan anak-anak Indonesia akses yang lebih besar terhadap gizi yang lebih baik begitu penting untuk menurunkan angka malnutrisi serta permasalahan gizi anak.

Untuk itu, berbagai strategi nasional telah ditetapkan pemerintah sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan Peraturan Presiden No 72 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

 Tangkapan Layar Ferdike Yunuri Nadya/ Dream© Tangkapan Layar Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Penanganan stunting menjadi prioritas penting pemerintah yang telah diatur melalui Peraturan Presiden No. 72 tentang Percepatan Penurunan Stunting dengan target penurunan hingga 14% pada 2024,” jelas Agus Suprapto, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK, pada konferensi virtual peluncuran Buku Seri Cegah Stunting, Rabu 27 Juli 2022.

 

5 dari 5 halaman

Penyusunan Materi Edukasi Tentang Stunting

Upaya dari berbagai pihak, termasuk penyusunan materi edukasi, penting dilakukan untuk mempersiapkan Generasi Emas Indonesia pada tahun 2045.

 Tangkapan Layar Ferdike Yunuri Nadya/ Dream© Tangkapan Layar Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Namun, dalam upaya mengatasi masalah stunting bukan hanya tugas pemerintah, namun kolaborasi dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan upaya percepatan penurunan stunting nasional,” jelas drg. Agus Suprapto.

Sebagai upaya untuk mendukung pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia, Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada yang didukung oleh Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia meluncurkan “ 4 Seri Buku Cegah Stunting”. Keempat buku ini diharapkan dapat memberikan pemahaman pada masyarakat dalam mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia sedini mungkin.

Materi edukasi ini berisi tentang pentingnya peran keluarga dan komunitas hingga makanan pendamping yang sesuai dengan fase pertumbuhan anak.

Keempat buku seri cegah stunting dapat diakses secara digital dan gratis oleh masyarakat di website Pusat Kesehatan dan Gizi Manusia FK-KMK UGM.

Join Dream.co.id