Siapkan Mental Buah Hati Masuki Masa Transisi dari Pandemi

Ibu Dan Anak | Jumat, 1 Juli 2022 15:00

Reporter : Mutia Nugraheni

Anak kembali harus melakukan adaptapi dalam situasi saat ini. Peran orangtua sangat besar untuk mendampingi.

Dream – Situasi saat ini memang masih pandemi, kasus Covid-19 pun masih terus ada tapi jumlahnya tidak separah dua tahun lalu. Aktivitas sehari-hari pun kembali normal.

Hal tersebut bagi anak-anak tentunya harus kembali melakukan penyesuaian dan adaptasi. Bagi orangtua, penting untuk menyiapkan buah hari menghadapi kondisi transisi ini.

Apa saja yang harus dilakukan orangtua menyiapkan mental buah hati? Danone Indonesia menggelar webinar Kiat Keluarga Indonesia Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi, yang membahas hal tersebut. Menurut dr. Irma Ardiana, MAPS, Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), penting bagi orangtua dan pengasuh, tanggap terhadap kondisi anak di masa transisi.

" Ketanggapan dari orangtua dan wali terhadap kebutuhan anak, jadi perlu sekali masa-masa transisi, jalur komunikasi dibangun antara anak dan orangtua serta pengasuh. Karena kita perlu menyesuaikan diri kita sebagai orangtua, bagaimana sih situasi dan budaya yang mempengaruhi anak-anak kita," ujar dr. Irma dalam webinar yang digelar beberapa hari lalu.

 

Siapkan Mental Buah Hati Masuki Masa Transisi dari Pandemi
Ilustrasi
2 dari 2 halaman

Peka Terhadap Kondisi Emosi Anak

Dokter Spesialis Tumbuh Kembang Anak, dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A (K), MPH, dalam kesempatan yang sama meminta para orangtua untuk memberikan contoh dalam hal mengajarkan aspek sosial emosional. Selama 2 tahun pandemi, anak-anak memang minim kontak dengan banyak orang karena harus menjalani social distancing

" Orangtua adalah contoh terdekat pertama yang akan anak pelajari. Ikut sertakan mereka kegiatan atau keputusan dalam keluarga, memberikan contoh untuk empati. Juga mendorong mereka melakukan sesuatu yang baik, bagaimana perasaan mereka, sedih atau marah jadi kita ajak bicara," kata dr. Bernie.

Dengan mengetahui kondisi anak secara emosi dalam menghadapi situasi transisi, orangtua akan tahu apa yang harus dilakukan. Juga menentukan stimulasi yang tepat untuknya.

 Bicara Gizi© Danone

Banyak faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang sosial emosional anak. Bukan hanya pola asuh dan lingkungan, tapi juga genetik dan asupan gizi dan aktvitasnya setiap hari.

" Momen transisi menjadi kesempatan baik untuk mengasah dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak, utamanya dalam perkembangan sosial emosionalnya. Anak usia dini pada dasarnya rentan karena mereka bergantung pada orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan paling dasarnya," ujar Arif Mujahidin, Corporate Communications Director Danone Indonesia.

Join Dream.co.id