Waspada Yellow App, Tinder untuk Anak Remaja

Ibu Dan Anak | Rabu, 12 April 2017 10:02
Waspada Yellow App, Tinder untuk Anak Remaja
Aplikasi Yellow

Reporter : Mutia Nugraheni

Ketika kedua penggunanya menyukai sama lain, mereka akan tersambung dan bisa chat via Snapchat.

Dream - Aplikasi pencarian teman kencan saat ini sudah sangat beragam. Untuk orang dewasa mungkin sudah akrab dengan Tinder. Tapi ternyata ada juga aplikasi kencan untuk remaja yaitu Yellow App.

Aplikasi ini merupakan yang kedua terpopuler setelah Tinder di Apple app, Inggris. Targetnya ternyata anak remaja usia 13 hingga 17 tahun. Yellow ini membuat anak-anak bisa berinteraksi dengan orang asing dengan menggeser layarnya ke kanan dan ke kiri.

Ketika kedua penggunanya menyukai sama lain, mereka akan tersambung dan bisa chat via Snapchat dan mengirim foto meskipun mereka belum bertemu. Berbeda dengan Tinder yang mengharuskan penggunanya berusia minimal 18 tahun, Yellow tidak memiliki batasan umur.

Snapchat sendiri memiliki sistem yang membuat penggunanya sulit menemukan orang asing, tapi dengan Yellow, orang asing bisa menemukan dan menchat anak Anda dengan bebas.
Wajar saja sebagai orangtua merasa khawatir apalagi Yellow diklaim sebagai " Tinder untuk remaja" dan dilaporkan sudah diunduh oleh 5 juta pengguna.

Pihak Yellow sudah mengkonfirmasi jika aplikasi baru ini akan meminta penggunanya untuk memasukkan tanggal lahir atau mengirimkan bukti IDnya pada tim customes service dan penggunanya tidak bisa tersambung dengan orang lain yang usianya diatas 18 tahun. Tapi penggunanya sendiri belum tentu benar-benar berusia di bawah 18 tahun.

Selain itu, ada masalah lainnya seperti bagaimana orangtua memantau handphone anak untuk memastikan kalau mereka tidak memakai aplikasi tersebut. Karena berbeda dengan Facebook
yang bisa membuat Anda berteman dengan anak Anda, kecil kemungkinannya Anda bisa bertemu dengan anak Anda di aplikasi Yellow.

Anak remaja biasanya menghabiskan waktunya dengan handphone bahkan ketika sedang makan siang.Sebagai orangtua, Anda harus memberitahukan anak peraturan dasar seperti meletakkan komputer di area yang orang lain bisa tahu apa yang mereka lakukan dan membatasi penggunaan handphone.

Pastikan juga Anda menambah pengaturan bimbingan orangtua di handphonenya untuk menjaga anak dalam konten-konten negatif. Perlu juga ajarkan pada anak agar tidak sembarangan berbicara dengan orang asing di dunia nyata maupun dunia maya, serta dorong mereka untuk memiliki teman di dunia nyata. Bagaimanapun yang terbaik adalah memiliki teman yang bisa ditemui secara langsung.

 

Laporan Gemma Fitri Purbaya

 

Sumber: Babble

 

Join Dream.co.id