Wah, Perusahaan Ini Terapkan Cuti Ayah Selama 2 Bulan

Ibu Dan Anak | Senin, 15 Februari 2021 14:03
Wah, Perusahaan Ini Terapkan Cuti Ayah Selama 2 Bulan

Reporter : Mutia Nugraheni

Penting bagi ayah untuk hadir sepenuhnya dalam keluarga.

Dream – Momen hadirnya buah hati dalam keluarga tentunya sangat istimewa. Kehadiran ibu serta ayah di masa awal kelahiran pun sangat dibutuhkan anak. Hal ini juga membuat rumah tangga kian kompak.

Selama ini, beban pengasuhan bayi baru lahir cenderung diberikan kepada ibu, padahal ayah juga memiliki peran yang sama. Terutama karena ibu juga harus menjalani pemulihan setelah melahirkan.

Penting bagi ayah untuk hadir sepenuhnya, baik kehadiran fisik dan pikiran untuk ikut aktif mengurus buah hatinya yang baru lahir dan mendampingi istri yang masih dalam tahap pemulihan.

Untuk itu cuti ayah sangat dibutuhkan bagi karyawan pria yang istrinya baru melahirkan. Sebuah terobosan kebijakan ramah keluarga dibuat oleh P&G Indonesia di awal 2021, yaitu kebijakan durasi cuti berbayar ayah (paid paternity leave) yang sebelumnya 4 minggu kini menjadi 8 minggu.

Kebijakan ini dilakukan agar karyawan laki-laki memiliki waktu berkualitas yang lebih lama bersama keluarga. Durasi cuti yang lebih lama ini memberikan orangtua untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam rumah tangga, terutama dalam proses pengasuhan.

" Kami berkomitmen teguh untuk memanfaatkan keragaman dan inklusifitas dalam berinovasi dan bertumbuh di seluruh lingkup bisnis. Saat Perusahaan membangun tempat kerja yang inklusif, karyawan akan dapat melakukan pekerjaan dengan sangat baik," ujar Ilham Maulana, Head of Human Resources P&G Indonesia, dikutip dari rilis yang diterima Dream.co.id.

 

2 dari 7 halaman

Bekerja dengan Lebih Fleksibel

P&G juga telah menerapkan beberapa kebijakan dan memberi dukungan dalam menerapkan kesetaraan dan inklusifitas para karyawannya. Antara laun cuti melahirkan berbayar dari 3,5 bulan dengan opsi memperpanjang hingga 6,5 bulan, penyediaan ruang laktasi yang layak, menyediakan tempat penitipan bayi di tempat kerja untuk memberikan pengaturan yang lebih mudah bagi para orangtua bekerja. 

Ada juga Lollyland yakni pop up day care setiap tahun selama pra dan pasca musim Lebaran untuk mengakomodasi kebutuhan karyawan selama absen bantuan para pekerja rumah tangga / perawat di musim Lebaran.

Dampak positif diberlakukannya cuti Ayah dirasakan langsung oleh salah satu karyawan P&G Muhammad Farhan selaku Jakarta Plant Fabric Care Operation Department Leader. Pada bulan April lalu, Farhan dan istrinya baru saja memiliki anak pertama dengan kondisi persalinan yang tidak terduga dikarenakan bayi lahir pada usia prematur dan harus dirawat di ruang NICU selama 1,5 bulan. Kondisi tersebut menjadi semakin menantang karena pandemi COVID-19 dimana Farhan dan istrinya tidak dapat mengunjungi bayinya secara teratur.

" Cuti ayah (paternity leave) di P&G berbeda dibandingkan dengan perusahaan lain. Perusahaan bahkan mendukung saya untuk memperpanjang cuti dan menggunakan pengaturan kerja, flexwork. Cuti Ayah ini sangat luar biasa membantu kami selama bayi kami berada dalam proses perawatan NICU dan di fase transisi,” ujar Farhan.

3 dari 7 halaman

Kecerdasan Emosi Anak Lelaki yang Penting Diajarkan Ayah

Dream - Perbedaan sikap orangtua pada anak lelaki dan perempuan akan sangat berpengaruh pada kecerdasan emosinya. Anak lelaki dan perempuan kerap diajari untuk berkomunikasi secara berbeda dari wanita.

Bila anak perempuan didorong untuk membicarakan emosi mereka dan diberi alat untuk melakukannya, pada anak laki-laki cenderung didorong untuk menutup emosi mereka. Tanpa disadari, hal ini memengaruhi kehidupan anak laki-laki. Mereka jadi tidak mampu mengatasi emosinya, mengalami kecemasan, stres, dan kemampuannya menjalani hubungan pribadi secara jangka panjang.

" Penelitian sebenarnya menunjukkan bahwa anak perempuan dan anak laki-laki memiliki cara yang sangat berbeda dalam berkomunikasi dengan orang tua,” kata Dr. Gaile Dines, Presiden dan CEO Culture Reframed, dan Profesor Emeritus Sosiologi dan Studi Wanita Wheelock College, Boston, dikutip dari Fatherly.

Kecerdasan emosi adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi, memberi label dengan benar, dan menggunakan informasi emosional untuk memengaruhi pikiran dan tindakan.

 

4 dari 7 halaman

Pembicaraan Lebih Terbuka Saat Tak Ada Kontak Mata

Menurut Dines, penting bagi anak lelaki untuk dibimbing oleh ayahnya terkait kecerdasan emosi. Saat ayah berbicara dengan anak laki-laki, hal itu cenderung lebih tentang olahraga atau aktivitas dan hanya sedikit tentang kosakata emosional.

Jadi, bagaimana ayah membangun kecerdasan emosi dengan anak lelakinya?

" Apapun yang tidak ada kontak mata. Bersepeda. Berada di dalam mobil. Aktivitas apa pun yang tidak melihat mata secara langsung. Sebenarnya anak laki-laki lebih baik berbicara ketika tidak ada kontak mata," ujar Dines.

 

5 dari 7 halaman

Menjadi Contoh

Ada juga jenis pertanyaan yang diajukan seperti pertanyaan terbuka yang tidak memerlukan ya atau tidak. Tanyakan saja dengan lembut yang membutuhkan keterlibatan verbal.

" Jadi bukan 'apa harimu menyenangkan di sekolah?' tapi 'di sekolah ada yang bikin kesal gak?', pertanyaan yang memancing anak menceritakan perasaanya," kata Dines.

Orangtua memainkan peran yang sangat penting dalam membantu anak-anak mengembangkan kosa kata emosi dan memberi tahu anak laki-laki bahwa berbicara tentang memiliki emosi sangat normal dan bisa membicarakannya. Hal itu juga merupakan cara yang sehat.

" Ingat, bukan hanya menyuruh anak untuk memiliki emosi yang baik, tapi menjadi contoh. Anak akan melihat emosi ayah saat menghadapi ibunya, dirinya dan orang-orang di sekitarnya," ujar Dines.

6 dari 7 halaman

Perubahan Pria Menjadi Ayah Seperti Tahap Pubertas

Dream - Hadirnya anak ke dunia memang sangat mengubah kepribadian para orangtua. Bukan hanya ibu, tapi juga ayah secara psikologis. Saat seorang pria menjadi ayah, level testosteronnya menurun, oksitosin meningkat, dan siklus tidurnya pun bergeser.

Itu hanya permulaan. Semua perubahan ini dapat menyebabkan pergeseran kepribadian, peningkatan kesabaran dan empati, kerentanan, dan kesedihan. Depresi pascapartum bagi para ayah adalah pengalaman yang umum. Begitu pula dengan kematangan emosional, dan kelembutan dari seorang pria.

Menjadi seorang ayah adalah metamorfosis. Ketika pria menjadi ayah, mereka memasuki fase kehidupan baru, yang sangat berbeda dari yang terakhir.

" Seolah-olah mereka mencapai pubertas untuk kedua kalinya. Ada perubahan hormonal. Begitu juga dengan perubahan emosional. Masyarakat juga memandang secara berbeda. Ayah dan remaja baru memiliki banyak kesamaan," kata Shane Owens, Ph.D, seorang psikolog, seperti dikutip dari Fatherly.

 

7 dari 7 halaman

Pengaruhi Tingkat Kedewasaan

Shane mengungkap kalau dirinya mendapati beberapa pria mengalami pergolakan total saat menjadi seorang ayah. Ini seperti pubertas kedua.

" Perubahan paling besar yang dapat saya pikirkan adalah perasaan bahwa alam semesta jauh lebih besar dan di luar kendali daripada yang kita kira," kata Owens.

Beberapa ayah mengungkap kalau mengalami tingkat kematangan emosional yang paling baik justru bukan saat anak pertamanya lahir. Justru kedewasaan muncul setelah lahirnya anak ketiga.

Peran ayah memang dapat memengaruhi tingkat kedewasaan, penelitian menunjukkan bahwa menjadi ayah yang baru menyebabkan perubahan fisiologis pada pria, meskipun mereka tidak menyadarinya.

Setelah menjadi ayah, kadar testosteron ayah menurun, penulis studi tahun 2016 menemukan. Sebuah tinjauan yang diterbitkan tahun lalu menyelidiki bagaimana penurunan testosteron ini dari sudut pandang evolusi. Pria dengan testosteron rendah cenderung kurang agresif dan lebih tertarik untuk bersarang (berumah tangga dengan baik) daripada berburu pasangan.

Join Dream.co.id