Wacana Sekolah Dibuka, KPAI Desak Kemdikbud Pertimbangkan Saran IDAI

Ibu Dan Anak | Kamis, 28 Mei 2020 14:05

Reporter : Mutia Nugraheni

Analisis Ikatan Dokter Anak Indonesia dan para epidemiolog wajib didengar Pemerintah sebelum membuat keputusan.

Dream - Tahun ajaran baru 2020-2021 rencananya akan dimulai pada Juli 2020 mendatang. Kondisi ini membuat banyak orangtua khawatir karena kasus Covid-19 di Indonesia masih sangat tinggi.

Risiko anak tertular di sekolah tak bisa dihindari. Muncul wacana sekolah bakal dibuka kembali pada Juli mendatang. Terkait hal ini Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah agar melakukan pertimbangan matang dan seksama.

Termasuk melibatkan peran serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan para epidemiolog di Tanah Air sebelum membuka sekolah tahun ajaran baru 2020-2021.

" IDAI sebagai ahli harus didengar dan digunakan rekomendasinya terkait rencana Kemendikbud dan beberapa dinas pendidikan daerah membuka sekolah kembali," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti melalui keterangan tertulisnya.

 

Wacana Sekolah Dibuka, KPAI Desak Kemdikbud Pertimbangkan Saran IDAI
Anak Sekolah Dasar (Foto: Shutterstock)
2 dari 9 halaman

Keselamatan Anak yang Utama

Retno mengungkap, bila sekolah dibuka Juli mendatang maka harus diterapkan sejumlah protokol kesehatan yang ketat. Sekolah tak bisa berjalan seperti sebelumnya karena bukan tidak mungkin penularan masih terjadi.

Analisis IDAI dan pakar epidemiolog sangat dibutuhkan sebelum keputusan pembukaan kembali sekolah dikeluarkan. Jangan sampai kasus corona malah muncul lagi setelah anak kembali ke sekolah.

" Keselamatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama saat pemerintah hendak mengambil kebijakan menyangkut anak," kata Retno.

 

3 dari 9 halaman

Belajar dari Negara Lain

Selain mendorong pelibatan sektor medis, KPAI juga menyarankan pemerintah agar banyak belajar dari sejumlah negara yang mulai membuka sekolah setelah kasus COVID-19 turun bahkan nol kasus.

Beberapa negara yang kembali membuka atau menjalankan aktivitas belajar mengajar di sekolah malah menjadi kluster baru penyebaran virus. Akibatnya, para anak didik dan guru di negara tersebut terinfeksi COVID-19. Finlandia, Perancis dan Inggris yang memiliki sistem kesehatan baik juga tidak luput dari masalah itu setelah memutuskan membuka sekolah.

" Malah menimbulkan kluster baru di lingkungan sekolah karena beberapa siswa dan guru tertular COVID-19 hanya dalam hitungan pekan," katanya.

Laporan Nila Chrisna/ Sumber: Liputan6.com

4 dari 9 halaman

5 Hal yang Harus Diketahui Soal Ruam Anak yang Terkait Covid-19

Dream - Para ahli kesehatan Inggris dan dokter di Amerika Serikat dan Inggris terus memperingatkan pada dokter di seluruh dunia terkait multisystem inflammatory syndrome (MIS-C) pada anak. Kasus MIS-C pertama kali dilaporkan pada 26 April 2020 di Inggris.

Kondisinya mirip shock syndrome pada penyakit Kawasaki. Setelah itu, ada 110 kasus terjadi di New York Amerika Serikat. Departemen Kesehatan Kota New York mempelajari 15 pasien dengan MIS-C sebelum 4 Mei.

" Dilaporkan bahwa, dari 15 pasien yang diteliti, empat pasien anak ternyata positif Covid-19. Lalu 11 pasien yang tersisa, enam pasien diketahui “ positif dengan serologi,” yang berarti mereka memiliki antibodi Covid-19," kata Demetre C. Daskalakis, M.D., MPH, wakil komisaris Divisi Pengendalian Penyakit Departemen Kesehatan Kota New York.

Ini menunjukkan bahwa pasien-pasien tersebut mungkin sebelumnya telah terinfeksi dengan coronavirus. Dokter juga melihat tes COVID-19 positif atau adanya antibodi dengan kasus MIS-C baru. Tim dokter percaya penyakit ini biasanya muncul 4 sampai 6 minggu setelah paparan COVID-19.

Penting bagi orangtua untuk waspada. Sebagai langkah pencegahan ketahui 5 fakta berikut terkait multisystem inflammatory syndrome (MIS-C).

 

5 dari 9 halaman

Gejala MIS-C berbeda dari Covid-19

Para ahli masih meneliti tentang MIS-C, sehingga berbagai gejala belum dipahami. Namun, Departemen Kesehatan Kota New York menemukan beberapa tanda-tanda.

“ Semua pasien mengalami demam subyektif. Lebih dari setengah pasien melaporkan ruam, sakit perut, muntah, atau diare,” menurut dr. Daskalakis.

 

6 dari 9 halaman

Kurang dari setengah pasien alami gejala pernapasan

CDC (Centers for Disease Control and Prevention/ Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Amerika Serikat merilis kriteria diagnostik berikut untuk MIS-C. Yaitu demam 38 derajat celcius atau lebih tinggi setidaknya selama 24 jam, ada peradangan, perlunya rawat inap, keterlibatan setidaknya dua organ, dan tidak ada diagnosis alternatif yang masuk akal. Pasien positif Covid-19 atau atau telah terpapar COVID-19 dalam empat minggu terakhir.

 

7 dari 9 halaman

MIS-C terkadang bisa parah

Sebagian besar anak pulih dari MIS-C, tetapi setidaknya tiga anak meninggal karenanya. Sementara yang lain menderita komplikasi parah.

" Pasien dengan sindrom ini yang telah dirawat di unit perawatan intensif anak (PICU) membutuhkan dukungan jantung dan / atau pernapasan,” kata Dr. Daskalakis.

 

8 dari 9 halaman

MIS-C kemungkinan besar bukan bentuk Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki adalah kondisi langka yang menyebabkan peradangan (pembengkakan dan kemerahan) di pembuluh darah. Ini terutama mempengaruhi bayi dan anak-anak, kata Michael Chang, M.D., seorang dokter anak penyakit menular di McGovern Medical School di UTHealth di Houston. Dokter percaya itu disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap pemicu yang tidak diketahui.

Jadi apakah MIS-C merupakan bentuk penyakit Kawasaki? Para ahli mengatakan mungkin tidak. Kebanyakan dokter percaya bahwa MIS-C sebenarnya adalah kondisi terpisah yang disebabkan oleh respon imun yang abnormal terhadap Covid-19. Dr. Chang menunjukkan satu alasan utama, penyakit Kawasaki memiliki gejala yang mirip dengan MIS-C, tetapi ada juga perbedaan besar. Terlebih lagi, beberapa orang dewasa juga mengalami reaksi berlebihan sistem kekebalan terhadap COVID-19.

 

9 dari 9 halaman

Jika anak demam terus menerus, hubungi dokter

Apakah anak mengalami demam terus menerus, ruam kulit, muntah, atau gejala lain yang berhubungan dengan MIS-C? Jika berusia di bawah 21, dr. Daskalakis mengatakan untuk segera melaporkannya ke departemen kesehatan, bahkan jika telah menerima tes virus korona negatif.

Dokter anak akan merujuknya ke " spesialis penyakit menular anak, reumatologi, dan/ atau perawatan kritis. Diagnosis dini dapat menangkal komplikasi parah seperti kerusakan organ.

Sumber: Parents
 

Join Dream.co.id