Vanessa dan Bibi Meninggal, Hak Asuh Anak dalam Islam Jika Orangtua Tiada

Ibu Dan Anak | Jumat, 5 November 2021 14:05

Reporter : Mutia Nugraheni

Simak urutannya menurut Islam.

Dream - Aktris Vanessa Angel dan suaminya, Febri Ardiansyah atau akrab disapa Bibi, meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di tol Jombang, Jawa Timur. Anak mereka satu-satunya, Gala Sky Ardiansyah selamat dalam kecelakaan tersebut.

Banyak orang merasa sedih dengan kondisi Gala yang sudah menjadi yatim piatu di usia 1 tahun dan masih menyusu. Saat ini Gala berada di rumah sakit dan berada dalam pengawasan kerabat Vanessa.

Lalu kelak siapakah yang menurut Islam paling berhak mengasuh Gala? Dikutip dari NU Online, jika ayah dan ibu tidak ada, maka yang berhak setelahnya adalah nenek dari ibu, kemudian nenek dari ayah, kemudian ibu dari nenek pihak ibu atau ayah.

Setelah itu saudara perempuan seayah-seibu, saudara perempuan seayah, saudara perempuan seibu, kemudian bibi dari ibu, kemudian bibi dari ayah, kemudian keponakan dari saudara laki-laki, kemudian keponakan dari saudara perempuan.

 

Vanessa dan Bibi Meninggal, Hak Asuh Anak dalam Islam Jika Orangtua Tiada
Keluarga Bibi Dan Vanessa Angel/ Foto: Instagram Vanessa Angel
2 dari 7 halaman

Keluarga Ayah Diperbolehkan

Diperbolehkan juga anak diurus oleh keluarga ayah. Adapun yang dahulukan adalah laki-laki yang mewariskan harta waris dan masih memiliki hubungan mahram sesuai urutan pembagian harta waris kecuali kakek.

Secara berurutan, laki-laki yang memiliki hak pengasuhan jika ayah tak ada adalah kemudian kakek dan terus ke atas, kemudian saudara laki-laki seayah-seibu, kemudian saudara laki-laki seayah, kemudian keponakan dari saudara seayah-seibu, kemudian keponakan dari saudara seayah, kemudian paman seayah-seibu dari pihak ayah, paman seayah dari pihak ayah, kemudian anak paman (sepupu) yang seayah-seibu dengan ayah, kemudian anak paman yang seayah dengan ayah.

Bila ada perbedaan pendapat antara keluarga ayah dan ibu, maka yang perempuan didahulukan atas laki-laki. Selengkapnya baca di sini.

3 dari 7 halaman

Islam Ingatkan Orangtua Hati-hati Berucap Pada Anak, Bisa Jadi Doa

Dream - Kesabaran jadi modal penting dalam mengasuh anak. Ada kalanya anak-anak menurut dengan aturan dan perintah orangtua. Sementara, ketika mereka sudah mulai pintar dan dewasa, seringkali sudah memiliki argumennya sendiri dan tak mau menurut.

Orangtua memang harus lebih bijak saat menghadapi anak yang berargumen. Hindari menghadapinya dengan emosi meletup dan dianjurkan untuk memperbanyak istigfar. Islam mengingatkan untuk tetap menjaga lisan dan hati-hati berucap saat menghadapi anak.

Terkadang ketika sedang marah, ada ucapan buruk yang tak sengaja terlontar. Pastikan saat marah dengan anak, jangan sampai keluar ucapan penuh sumpah buruk apalagi sampai melaknat.

 

4 dari 7 halaman

Rasulullah SAW Mengingatkan

Seperti hadist berikut yang dikutip dari BincangMuslimah.

 

 HR Muslim© Bincang Muslimah

Artinya: dari Jabir berkata,……”Kami pernah berjalan bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dalam peperangan Buwath, beliau mencari Al Majdi bin Amru al Juhani. Unta yang diberi minum dijaga oleh lima, enam dan tujuh orang, kemudian salah seorang penunggu unta dari Anshar mengelilingi unta miliknya, setelah itu unta diderumkan kemudian ia naik. Ia menggusah untanya tapi tetap saja diam, lalu ia berkata pada untanya: Hus, semoga Allah melaknatmu. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bertanya: “ Siapa yang melaknat untanya itu?” ia menjawab: Saya, wahai Rasulullah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “ Turunlah, jangan menyertai sesuatu yang terlaknat. Janganlah kalian mendoakan keburukan pada diri kalian, jangan mendoakan keburukan pada anak-anak kalian, jangan mendoakan keburukan pada harta-harta kalian, janganlah kalian menepati saat dikabulkannya doa dari Allah lalu Ia akan mengabulkan untuk kalian.” (HR. Muslim)

Terdengar mudah, tapi sebenarnya butuh pengendalian diri yang sangat besar. Terutama saat menghadapi tingkah laku anak-anak yang sangat menguras emosi, sementara orangtua dalam kondisi lelah. Rasulullah SAW mengingatkan agar harus berhati-hati saat mengungkapkan rasa kecewa pada buah hati. Selengkapnya baca di sini.

5 dari 7 halaman

Pemicu Menyimpangnya Akhlak Anak, Ayah Bunda Wajib Tahu

Dream - Pembentukan akhlak seseorang dimulai sejak dini. Di momen inilah tanggung jawab orangtua yang begitu besar dalam menanamkan akhlak yang baik sesuai dengan nilai Islam.

Dikutip dari BincangSyariah.com, Islam mengajarkan kita agar selalu memperhatikan pendidikan buah hati kita, baik pendidikan jasmani dan rohaninya. Menurut Abdullah Nasih Ulwan dalam Tarbiyatul Awlad fil Islam, ada beberapa faktor penyebab menyimpangnya akhlak anak.

Apa saja?

Faktor ekonomi
Untuk mengatasi kesenjangan ekonomi, jelas Abdullah Nasih Alwan, Islam dengan syariatnya yang adil telah menentukan aturan dasar untuk memerangi kemiskinan di antaranya dengan disyariatkannya zakat. Tidak sampai di situ, bahkan dalam sebuah hadis Rasulullah menegaskan bahwa tidaklah sempurna iman seseorang jika dia tidur dengan keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan.

Pertengkaran orangtua
Pertengkaran orangtua yang kerap terjadi merupakan salah satu penyebab sikap anak yang menyimpang. Jika ingin anak memiliki mental yang sehat, sebaiknya hindari bertengkar di depan anak-anak.

Tidak ada satu pun anak di dunia yang senang melihat orangtuanya bertengkar. Efek dari pertengkaran orangtua di masa depan anak tidak dapat terhindarkan dan bisa menimbulkan trauma.

 

6 dari 7 halaman

Perceraian orangtua

Perceraian cenderung menimbulkan dampak negatif pada mental anak. Mungkin saat bercerai anak bisa bertahan tapi akan selalu ada yang kurang dan tidak seimbang. Ingat, perceraian tidak hanya memisahkan pasangan, tapi pasti berdampak pada anak.

Menurut Abdullah Nasih Alwan agar jangan sampai terjadi perceraian antar suami istri hendaknya keduanya saling memahami dan membantu dalam tugas-tugas rumah tangga dan mendidik anak. Jangan lupa juga untuk saling menghormati hak masing-masing agar hubungan rumah tangga harmonis dan langgeng.

 

7 dari 7 halaman

Waktu Luang dan Salah Pergaulan

Anak memiliki banyak waktu luang
Waktu luang pada anak bisa berdampak negatif jika tidak diisi dengan kegiatan yang positif, terutama pada anak-anak remaja. Waktu kosong bisa menyebabkan kerusakan pada perilaku anak-anak. Sebab jika tidak diarahkan, khawatir mereka akan mengisi waktu mereka dengan perkara yang tidak wajar sebagai dorongan hasrat muda mereka.

Salah pergaulan
Lingkungan pertemanan sedikit banyak mempunyai pengaruh dalam perkembangan jiwa anak. perilaku menyimpang biasanya tumbuh dengan kebiasaan yang sering mereka lakukan, jika telah menjadi kebiasaan akan sulit untuk meluruskan kembali watak yang melekat. Jadi sebaiknya, menurut Abdullah Nasih Alwan, orangtua harus memperhatikan dengan siapa biasanya buah hatinya berteman, ke mana biasanya mereka pergi dan sebagainya.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id