Usia Bertambah, Kreativitas Anak Indonesia Menurun, Mengapa??

Ibu Dan Anak | Jumat, 6 September 2019 19:04

Reporter : Cynthia Amanda Male

Orangtua harus mampu mengoptimalkan kreativitas anak agar bisa berinovasi.

Dream - Kini seseorang tidak hanya dituntut untuk memiliki keterampilan di sebuah bidang, tapi juga kemampuan menciptakan serta berinovasi. Inovasi digadang-gadang menjadi kunci kesuksesan.

Terutama jika melihat lapangan pekerjaan yang ada sekarang sebagian besar merupakan buah dari inovasi.

" Menurut sebuah penelitian tahun lalu, 65 persen dari anak yang duduk di bangku SD nantinya mengerjakan apa yang hari ini bidangnya belum ada. Hanya 35 persen pekerjaan yang tersisa," ujar pengamat dan praktisi pendidikan dan Sains, Indra Charismiadji dalam acara " Sains Digital Dari dan Untuk Anak Indonesia" di Hongkong Cafe, Jakarta Pusat, Jumat 6 September 2019.

Sebagian besar anak tidak lagi dituntut untuk mencari kerja. Mereka justru harus menjadi pencipta lapangan kerja. Oleh karena itu, orangtua harus mampu mengoptimalkan kreativitas anak agar bisa berinovasi. Sayangnya penelitian lainnya mengungkapkan bahwa kreativitas anak Indonesia menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Usia Bertambah, Kreativitas Anak Indonesia Menurun, Mengapa??
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 3 halaman

Pola pendidikan yang salah

Kreativitas adalah kunci kesuksesan anak. Harusnya, kreativitas semakin meningkat ketika usia bertambah. Sayang yang terjadi sebaliknya. Salah satu penyebabnya adalah pola pendidikan yang salah.

" Pola pendidikan zaman sekarang kebanyakan mengajarkan pola manufaktur. Sedangkan kreativitas nggak bisa dibatasi benar atau salah. Terbukti 98 persen kemampuan kreativitas anak diklaim jenius di usia dini, dan terus menurun sampai tinggal 2 persen saat kuliah," kata Indra.

3 dari 3 halaman

Sekolah tak picu anak berinovasi

Menurut Indra, banyak sekolah justru 'membunuh' kreativitas anak dan cenderung mengkotak-kotakkan imajinasi. Hal ini membuat kemampuan anak berinovasi jadi sangat rendah.

Ia menyarankan orangtua untuk tidak membatasi anak untuk mencari tahu banyak hal. Daripada dibatasi, orangtua lebih baik memberikan penjelasan sebab-akibat.

" Hal yang dibutuhkan sekarang itu adalah kreativitas berpikir kritis. Kan sudah berbeda pola pendidikannya dengan era kita dididik dulu untuk jadi anak yang patuh. Jadi diajarkan untuk lebih kritis dan bisa mengambil keputusan sendiri," tutupnya.

Join Dream.co.id