Usia 8 Tahun, Latih Buah Hati Siapkan Bekalnya Sendiri

Ibu Dan Anak | Senin, 11 November 2019 08:04
Usia 8 Tahun, Latih Buah Hati Siapkan Bekalnya Sendiri

Reporter : Mutia Nugraheni

Banyak hal yang bisa dipelajari anak saat menyiapkan bekal makan siang.

Dream - Membawa bekal untuk makan siang di sekolah, merupakan kebiasaan yang sangat baik. Menu-menu yang diberikan lebih kaya gizi, sehat dan bersih. Asupan nutrisi bagi anak pun terpenuhi.

Bagi anak yang masih kecil, bekal memang dipersiapkan orangtua. Nah, bagi anak yang sudah agak besar, tepatnya berusia 8 tahun sebaiknya dibiasakan membuat bekalnya sendiri. Mengapa demikian?

Menurut para ahli, anak yang mengemas makan siang mereka sendiri akan membantunya berlatih membuat perencanaan dan penyelesaian masalah. Keterampilan membuat perencanaan sangat penting untuk dikembangkan.

 

2 dari 6 halaman

Membuat Anak Belajar Mandiri

Mulai dari merancang menu, membeli bahan untuk diolah, hingga mempersiapkan di dalam kotak makan. Saat anak melakukannya, mereka akan lebih menghargai apa yang telah dilakukan oleh ayah atau ibu untuk dirinya, seperti menyiapkan makan siang.

Pembelajaran seperti ini akan membuat anak memahami tentang sebuah proses. Tidak ada makanan yang langsung ada di meja makan. Butuh proses yang panjang, dan hal ini akan membuat anak belajar banyak terutama dalam hal kemandirian.

Mengemas makan siang sendiri akan membuat anak berpikir independen dalam memecahkan masalah mereka sendiri. Jadi, biarkan anak merancang menu dan menyiapkan bekal makan siangnya sendiri?

Laporan Annisa Wulan/ Sumber: Fimela

3 dari 6 halaman

Syarat Penting Saat Siapkan Bekal Sehat untuk Buah Hati

Dream - Demi memenuhi kebutuhan gizi buah hati, banyak para ibu rutin membuat bekal setiap pagi. Bekal yang disiapkan pun bermacam-macam. Tentunya membawakan bekal jauh lebih sehat dan hemat.

Dokter spesialis gizi klinis, Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK memberikan tips untuk para ibu agar bekal yang dibawa anak ke sekolah tetap sehat dan nikmat.

" Pertama, ibu harus mencuci tangan sebelum memulai masak. Lalu, bahan makanan seperti ayam, ikan dan daging harus dipisah saat menyimpannya di kulkas. Simpan bahan makanan maksimal 3-4 hari, tidak boleh lebih," ujarnya dalam saat ditemui di acara seminar Menu Aman Pilihan Ibu, di Jakarta.

 

4 dari 6 halaman

Pilih Menu yang Bisa Bertahan 3-5 Jam

Untuk menu, pilih yang tahan lama dan bisa disimpan selama 2-5 jam. Jangan sampai saat ingin dimakan, bekal sudah berubah rasa atau malah basi. Pasalnya anak-anak biasanya baru memakan bekalnya saat siang hari.

" Biar aman, siapkan makanan pakai tempat terpisah. Jangan memberikan makanan yang berlemak karena kalau kelamaan mudah menimbulkan bakteri,” pesan Juwita.

Menu bekal yang bisa dibawa antara lain cracker, buah potong, puding, nasi dan ayam goreng, atau sayur tumis/ kukus. Bisa juga libatkan anak memilih menu bekal sendiri dan menyiapkannya. Biasanya mereka jadi lebih bersemangat saat memakannya.

Selamat mencoba, Bunda!

Laporan Mega Rasmiyati

5 dari 6 halaman

Gara-gara Bekal Makan Siang, Orangtua dan Guru 'Perang Dingin'

Dream - Bekal makan siang anak jadi hal yang sangat diperhatikan di Australia. Aturan di beberapa sekolah memang berbeda-beda, tapi ada hal yang sama yaitu mengharuskan bekal berisi makanan sehat, dan tak memiliki kemasan karena akan menimbulkan sampah.

Pemenuhan gizi anak memang sangat diperhatikan di negara kangguru tersebut. Begitu juga kebersihan lingkungan. Aturan ini rupanya kerap membuat orangtua 'perang dingin' dengan para guru.

Seperti curhatan seorang ibu di Facebook Page, Lunchbox Mums. Dalam salah satu postingan, seorang ibu menunjukkan bekal makan siang yang disiapkan untuk anaknya. Terlihat kalau bekal tersebut berisi roti lapis, cracker, wortel kukus, mentimun dan satu cokelat mungil bermerek Hershey’s Kiss.

 

6 dari 6 halaman

Ada Cokelat Kecil

" Guru anak bungsuku mengambil Hershey's Kiss dan mengatakan padanya kalau cokelat tersebut hanya boleh dimakan di rumah, sementara putri tertuaku boleh memakan cokelat tersebut!!" tulisnya sambil menunjukkan foto bekal kedua putrinya.

Ibu tersebut kemudian menjelaskan kalau putri bungsunya dilarang oleh sang guru untuk makan manis-manisan di sekolah. Sementara kantin sekolah menyediakan berbagai makan tak sehat kaya gula.

" Di kantin sekolah ada kentang goreng, minuman bersoda bahkan cupcake," ungkap ibu tersebut penuh emosi.

Para orangtua lain juga merasa bingung mengapa cokelat sekecil itu harus dilarang. Dengan tidak konsistennya penerapan soal aturan menu makan siang anak, seringkali malah menjadi konflik. Hal ini rupanya kerap terjadi di sekolah-sekolah di Australia.

Sumber: The Sun

Join Dream.co.id