Ucapan Orangtua yang Sering Terlontar dan Bisa Lukai Anak

Ibu Dan Anak | Rabu, 11 November 2020 16:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Usahakan untuk jangan pernah mengucapkan hal-hal berikut.

Dream - Penganiayaan pada anak bukan hanya sekadar secara fisik. Ucapan dan teriakan yang kerap terlontar dari mulut orangtua juga bisa jadi pemicu luka hati anak.

Dampaknya juga seperti kekerasan fisik, yaitu jangka panjang. Anak bisa mengalami kecemasan, depresi, atau harga diri yang rendah.

Ada beberapa ucapan yang kerap dikatakan orangtua bisa melukai hati anak dan sering tak disadari. Apa saja ucapan tersebut? Usahakan untuk jangan pernah mengucapkan hal-hal berikut.

1. Membandingkan anak dengan orang lain
Jika membandingkan anak sendiri dengan " anak yang sempurna" dari kerabat atau saudara, anak tidak akan dapat melihat citra diri yang benar dan akan merasa selalu seperi si lemah. Jangan juga bandingkan anak dengan saudara kandungnya.

Hal ini bisa berdampak pada permusuhan dan persaingan sengit di antara kakak beradik. Salah satu dari anakereka akan merasa tidak dicintai sementara yang lain harus menanggung beban anak ideal yang harus melakukan segala cara dengan cara terbaik untuk mempertahankan posisinya. Menurut penelitian ini, jika Anda menyukai satu anak daripada yang lain, itu menghasilkan lebih banyak gejala depresi saat mereka dewasa.

 

Ucapan Orangtua yang Sering Terlontar dan Bisa Lukai Anak
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 3 halaman

2. Menyangkal perasaan anak

Mainan rusak mungkin tampak tidak penting bagi orangtua, tapi bagi anak hal ini sangat memicu rasa kecewa dan kesal. Bukan berarti seorang anak tidak berhak untuk merasa emosional tentangnya.

Ketika ini terjadi, anak-anak belajar untuk menekan kegembiraan, kesedihan, atau kemarahan mereka dan tumbuh menjadi orang dewasa yang tidak dapat mengekspresikan diri atau membangun hubungan yang stabil dengan orang lain. Sulit bagi anak untuk menahan emosi yang kuat di masa depan, yang dapat menyebabkan depresi dan kecemasan saat mereka dewasa.

 

3 dari 3 halaman

3. Mempertanyakan kemampuan mereka

Hindari meremehkan kemampuan anak, hal ini tidak membantu seorang anak untuk berusaha lebih keras. Justru memiliki efek sebaliknya. Semakin orangtua menunjukkan ketidakmampuan anak, semakin tinggi kemungkinan mereka untuk menyerah.

Ungkapan orangtua seperti " kok gitu aja gak bisa?" , " masa harus diajarin lagi" , atau sejenisnya akan membuat anak kehilangan kepercayaan diri, yang bisa berujung pada depresi dan kecemasan anak saat mereka dewasa.

Sumber: Brightside.me

Join Dream.co.id