Trik Menjaga Level Percaya Diri Saat Baru Saja Jadi Ibu

Ibu Dan Anak | Selasa, 11 Februari 2020 12:01
Trik Menjaga Level Percaya Diri Saat Baru Saja Jadi Ibu

Reporter : Mutia Nugraheni

Ada sejumlah cara untuk terus membangun kompetensi dan kepercayaan diri para ibu baru.

Dream - Banyak perempuan yang kehilangan kepercayaan diri setelah kelahiran anak pertamanya. Sebelum memiliki anak, segala sesuatu seakan mudah dihadapi, dikerjakan dan masalah bisa teratasi dengan baik.

" Menjadi orangtua memang membuat siapa pun merasa kurang percaya diri. Ada banyak hal baru yang harus dipelajari dan itu menyangkut nyawa seorang bayi, tentu saja membuat ibu tak percaya diri. Ini merupakan hal wajar," ujar Amy Morin, seorang psikoterapis.

Kabar baiknya adalah, ada sejumlah cara untuk terus membangun kompetensi dan kepercayaan diri para ibu baru. Coba saja lakukan langkah berikut. Pertama, perbanyak mempelajari kehidupan bayi, bisa melalui buku, tontonan atau media lain.

" Sama seperti hal lainnya, mempelajari pengasuhan membutuhkan waktu dan sedikit belajar. Sangat ideal untuk mulai mengumpulkan informasi sebelum kehamilan, dan bahkan jika sudah memiliki bayi, tentu tidak terlambat untuk menemukan sumber yang tepat untuk mencari info soal pengasuhan," ujar Morin.

Dengan pengetahuan yang memadai, mendengar pengalaman yang sudah pernah merasakan, membaca ulasan para ahli seperti dokter dan psikolog, ibu memiliki modal penting. Hal ini akan sangat berdampak pada kepercayaan diri saat mengurus anak.

 

2 dari 3 halaman

Tim yang Kompak dengan Ayah

Hal kedua yang sangat penting adalah membangun tim yang kompak dengan pasangan. Bisa dimulai dengan selalu datang berdua saat memeriksakan kehamilan. Mendengar penjelasan dokter secara detail akan sangat penting bagi ibu dan ayah.

" Ayah akan menjadi pendamping utama dan yang memegang tanggung jawab besar. Saat ibu tahu, ayah dalam kondisi yang mumpuni saat mendampingi, hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri secara drastis ujar Morin.

 

3 dari 3 halaman

Sortir Komentar

Ketiga, lakukan sortir 'nasihat'. Untuk yang satu ini, memang sangat menguras emosi. Mendengar komentar orang tentang anak, lalu memberikan nasihat yang sebenarnya tak dibutuhkan hanya akan membuat waktu dan membuat emosi jadi negatif.

" Latih diri untuk hanya mendengar dari para ahli dan mereka yang benar-benar membuat nyaman dan memiliki informasi memadai. Bukan hanya berdampak postif bagi pengasuhan tapi juga kesehatan mental ibu," ungkap Morin.

Sumber: Verywell Family

Join Dream.co.id