Tengok Sekolah di Bali Saat Pandemi, Nadiem Bebaskan Cara Belajar

Ibu Dan Anak | Senin, 16 November 2020 16:02

Reporter : Mutia Nugraheni

"Anak-anak belajar dan diberikan pengenalan lingkungan melalui berbagai hal yang ada di sekitar mereka".

Dream - Sejak pertengahan Maret 2020, seluruh kegiatan belajar mengajar diwajibkan dilakukan secara jarak jauh. Tatap muka dan berada di dalam ruangan tertutup harus dihindari karena meningkatkan risiko penularan Covid-19.

Hingga November 2020 saat ini, seluruh murid mulai jenang TK hingga mahasiswa masih harus menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ). Belajar sebenarnya bisa dilakukan dengan cara apapun dan di mana pun asal tetap memperhatikan keamanan bagi murid dan guru, hal ini kemudian dikenal dengan konsep Merdeka Belajar.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makriem, baru saja mengunjungi Bali. Di Pulau Dewata itu, ia memantau konsep belajar di alam yang diterapkan di TK Lingkungan Damai Puri, Gianyar, Bali.

" Anak-anak belajar dan diberikan pengenalan lingkungan melalui berbagai hal yang ada di sekitar mereka. Seperti beraneka ragam jenis tanaman, yang akan memberikan begitu banyak khasiat baik di dalam hidupnya," tulis Nadiem di akun Instagramnya.

Tengok Sekolah di Bali Saat Pandemi, Nadiem Bebaskan Cara Belajar
Nadiem Meninjau Sekolah Di Bali/ Foto: Instagram Nadiem Makarim
2 dari 6 halaman

Dilakukan di Luar Ruangan

Rupanya, sebagian besar kegiatan belajar dilakukan di luar ruangan. Ada yang balai warga dengan suasana terbuka, termasuk juga di dekat sungai.

 Nadiem Makarim di Bali
© Instagram Nadiem Makarim

" Kegiatan belajar mengajar 90% dilakukan di luar ruang kelas tradisional, bahkan sampai ke dekat sungai, di taman dan di tengah lingkungan. Mereka adalah sekolah Merdeka Belajar karena adanya kebebasan pembelajaran di tingkat guru dan kepala sekolahnya.#merdekabelajar," ungkap Nadiem.

Suasana belajar tampak begitu menyenangkan karena situasi lingkungan sangat memungkinkan. Sayangnya, untuk di kota-kota besar hal tersebut sulit untuk dilakukan. Hingga saat ini belum ada tanda-tanda sekolah akan kembali dibuka karena kasus Covid-19 belum menurun signifikan di Indonesia.

3 dari 6 halaman

Model Sekolah Hybrid Bakal Jadi Rujukan Setelah Pandemi, Apa Itu?

Dream - Sebagian besar sekolah di berbagai negara di dunia terpaksa melakukan pembelajaran jarak jauh karena pandemi COvid-19. Kondisi ini belum diktahui kapan bakal berakhir.

Untuk di Indonesia sendiri, sekolah di zona merah Covid masih berlangsung dari rumah hingga Desember 2020 mendatang. Muncul pertanyaan apakah sekolah bakal kembali normal seperti sebelum pandemi?

Sebuah model sekolah yang baru sedang jadi perbincangan yaitu sekolah hybrid. Dikutip dari VeryWell, model sekolah ini adalah dengan pengaturan di mana siswa menghadiri sekolah beberapa hari setiap pekan dan melakukan pembelajaran jarak jauh di hari-hari lainnya.

 

4 dari 6 halaman

Mengkombinasikan Sekolah di Rumah

Skenario sekolah hybrid menurut Aki Murata, penulis buku Reopening Better Schools: Unexpected Ways COVID-19 Can Improve Education adalah siswa akan menghadiri kelas secara langsung dua hari setiap minggu dan terlibat dalam pembelajaran jarak jauh pada tiga hari lainnya.

" Hal ini memungkinkan sekolah mengikuti pedoman physical distancing dengan membagi jadwal masuk siswa, anak tetap menghadiri sekolah secara langsung di hari-hari tertentu," ungkapnya.

Jadwal lain yang mungkin pada model sekolah hybrid adalah hanya boleh ada setengah siswa yang hadir di sekolah di pagi hari. Setelah itu sekolah dibersihkan dan disinfektan untuk kemudian ada kelas lagi di siang hari.

Sampai saat ini konsep tersebut sedang dikembangkan. Terutama di negara-negara yang kasus Covid-19 sudah menurun drastis.

 

5 dari 6 halaman

Ternyata Sekolah Pindah ke Halaman Saat Pandemi TBC 1907

Dream - Anak-anak berhak mendapat pendidikan dalam kondisi apapun, bahkan di situasi perang sampai pandemi seperti sekarang. Untuk itu semua pihak bekerja sama, agar anak tetap bisa belajar meskipun tak bisa ke sekolah.

Sistem yang selama ini berjalan adalah belajar jarak jauh. Ada yang melakukannya secara online, melalui email, video dan masih banyak lagi. Kondisi pandemi karena penyakit bukan hanya terjadi saat ini.

Sebelumnya pada 1907 terjadi pandemi TBC (tuberkulosis). Sebuah artikel baru-baru ini dari New York Times menyoroti bagaimana, pada 1907, dua dokter Rhode Island, Ellen Stone dan Mary Packard, mengimplementasikan sebuah rencana yang memperbolehkan anak-anak pergi ke sekolah selama wabah tuberkulosis.

 

6 dari 6 halaman

Belajar Jadi Lebih Seru

Hal ini dilakukan dengan membuat kelas di luar ruangan ruangan. Saat belajar dilakukan dalam kelas, pintu dan jendela pun harus dibuka setiap saat. Tak lama, 65 sekolah lainnya lalu melakukan hal serupa dan mengadakan kelas di luar selama dua tahun.

Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa anak mungkin lebih cenderung memperhatikan apa yang mereka pelajari jika berada di luar. Terutama untuk kelas sains dan olahraga.

Hal ini sangat masuk akal, karena siapa yang tidak suka belajar tentang fotosintesis di luar kelas, melihat bunga dan pohon dengan matahari bersinar, dibandingkan dengan hanya mempelajari papan tulis atau buku teks dan terkurung di dalam?

Apapun bentuknya, anak tetap harus mendapat pendidikan. Untuk saat ini memang paling aman belajar di rumah, jika pandemi berakhir, belajar di luar ruangan mungkin bisa jadi dilakukan.

Sumber: Fatherly

Join Dream.co.id