Tak Perlu Dipaksa, Ketahui Usia Ideal Ajarkan Anak Membaca

Ibu Dan Anak | Jumat, 3 September 2021 08:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Keterampilan yang berkontribusi pada keterampilan literasi di kemudian hari mulai berkembang setelah bayi lahir.

Dream - Mengajarkan anak membaca dalam situasi pandemi seperti saat ini merupakan tantangan bagi orangtua. Mau tak mau, ayah atau bunda harus turun tangan langsung mengajarkan anak membaca.

Calistung (membaca, menulis, dan menghitung) merupakan keterampilan dasar yang akan menjadi modal anak ketika menapaki jenjang pendidikan. Maka dari itu, tak jarang pula orangtua yang mendorong anak belajar membaca dengan berbagai cara.

Lantas, kapan seharusnya seorang anak bisa belajar membaca? Umumnya setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda, tetapi keterampilan yang berkontribusi pada keterampilan literasi di kemudian hari mulai berkembang setelah bayi lahir.

Ketika anak-anak belajar berkomunikasi dan melihat buku untuk pertama kalinya, mereka sudah mencapai tonggak perkembangan anak yang merupakan langkah awal orangtua dalam mengenalkan anak pada tulisan dan bagaimana cara membaca.

 

Tak Perlu Dipaksa, Ketahui Usia Ideal Ajarkan Anak Membaca
Anak Membaca
2 dari 6 halaman

Usia 3 Tahun Anak Menyerap Banyak Kata

Otak berkembang lebih cepat setelah mereka berusia 3 tahun. Ini adalah saat anak mengambil keterampilan bahasa dasar dengan membangun kosa kata dan pemahaman tata bahasa mereka.

Selama periode ini, anak-anak membangun keterampilan ini dengan sangat cepat sehingga dianggap oleh banyak peneliti sebagai salah satu prestasi kognitif paling mengesankan yang dilakukan otak. Pada usia 3 tahun pula, anak-anak biasanya telah menguasai dasar-dasar bahasa mereka dan terus belajar sekitar 5.000 kata baru per tahun.

Untuk bisa mulai belajar membaca dengan maksimal, anak-anak bisa memulainya pada umur 6-7 tahun. Hal ini dikarenakan pada umur itu, anak sudah siap secara fisik dan neurologis dan perkembangan saraf otaknya sudah matang untuk menerima materi belajar membaca.

 

3 dari 6 halaman

Pentingnya Pre-reading Skills

Sebelum mengajari anak membaca, orangtua bisa mengajari keenam pre-reading skills ini agar mereka bisa lebih siap dan jauh lebih optimal ketika sudah saatnya belajar membaca. Keenam keterampilan tersebut antara lain:

- Phonological awareness: kemampuan untuk mengenali kata, suara, atau suku kata
- Alphabet knowledge: kemampuan untuk mengenali dan memberi nama huruf alfabet cetak
- Print recognition: keakraban dengan buku dan kemampuan untuk memegangnya dengan benar
- Phonemic awareness: kemampuan untuk mengenali dan memanipulasi suara individu dalam sebuah kata
- Critical thinking skills: kemampuan untuk menganalisis suatu topik dan membentuk opini yang unik dan memiliki nilai informasi
- Spoken language fluency: kemampuan untuk berbicara dan memahami bahasa secara lisan.

Sumber: Fimela.com

4 dari 6 halaman

Ada 4 Tahapan Penting Saat Anak Belajar Membaca

Dream - Kemampuan membaca akan sangat berdampak signifikan pada pengetahuan anak. Hal ini juga yang membuat banyak orangtua ingin anak-anaknya cepat bisa membaca. Saat anak belajar membaca, seperti membuka dunia yang baru bagi mereka.

Penting bagi anak untuk mempelajari keterampilan membaca sejak usia dini. Seperti yang kita tahu, mengajari anak membaca tidaklah mudah dan membutuhkan waktu serta kesabaran.

" Seorang anak perlu mengembangkan beberapa keterampilan lain dan memiliki daya ingat yang baik untuk membaca tulisan sederhana," kata Ratika Pai, seorang pakar pendidikan anak, dikutip dari MomJunction.

Setiap anak mengembangkan keterampilan membaca dengan kecepatan mereka sendiri. Sesuai model yang dikembangka ahli teori pendidikan Jeanne Chall, kebanyakan anak melalui tahapan perkembangan membaca berikut.

Tahap 0 - Pra-membaca
Dari usia enam bulan hingga enam tahun, anak-anak sebagian besar terlibat dalam “ membaca semu,” artinya anak hanya berpura-pura membaca dengan memegang buku di tangan mereka.

" Mereka biasanya meniru orangtua atau guru mereka yang sebelumnya membacakan untuk mereka dari sebuah buku. Pada usia enam tahun, mereka umumnya memahami ribuan kata yang mereka dengar tetapi hanya dapat membaca beberapa di antaranya," ujar Pai.

 

5 dari 6 halaman

Tahap 1 - Penguraian kode awal

Ketika anak berusia antara enam dan tujuh tahun, mereka dapat mengenali hubungan antara kata-kata tertulis dan lisan dan antara huruf dan suara. Anak juga mulai mengenali kata-kata sederhana dan mampu membunyikan kata-kata satu suku kata.

Anak secara khusus mengembangkan keterampilan ini jika dibimbing langsung oleh orang dewasa. Latihan teratur membantu mereka memahami lebih dari 4.000 kata yang mereka dengar dan membaca hingga 600 kata yang berbeda.

Tahap 2 - Konfirmasi dan kefasihan
Antara usia tujuh dan delapan tahun, anak-anak belajar membaca cerita sederhana yang pernah mereka dengar sebelumnya. Mereka melakukan ini dengan menerapkan keterampilan decoding, kosa kata penglihatan, dan petunjuk konteks.

" Dari titik ini, anak-anak dapat lebih mengembangkan keterampilan membaca mereka dengan mendengarkan orang lain lebih banyak membaca dan membaca. Pada akhir tahap ini, mereka memahami sekitar 9.000 kata yang telah mereka dengar dan belajar membaca sekitar 3.000 kata," kata Pai.

 

6 dari 6 halaman

Tahap 3 - Membaca untuk mempelajari yang baru

Antara sembilan dan 13 tahun, anak-anak belajar membaca teks yang kompleks untuk mendapatkan pengetahuan baru, ide-ide baru, dan pengalaman baru. Pada tahap awal ini, anak cenderung belajar lebih banyak melalui pemahaman mendengarkan, dan pada akhir tahap ini, mereka mampu belajar baik melalui mendengarkan maupun membaca.

Meskipun sebagian besar anak mungkin mengikuti pola yang disebutkan di atas saat belajar membaca, penelitian menunjukkan bahwa membaca kepada anak secara teratur pada usia empat hingga lima tahun berdampak positif pada keterampilan membaca dan kognitif mereka di kemudian hari.

Join Dream.co.id