Video Games Juga Berdampak Positif Bagi Anak, Ayah Bunda Sudah Tahu?

Ibu Dan Anak | Jumat, 10 Juli 2020 14:05

Reporter : Mutia Nugraheni

Jika anak meminta video games, jangan langsung menolaknya.

Dream - Berbulan-bulan di rumah mungkin banyak orangtua kebingungan untuk mencari hiburan bagi anak-anaknya. Tak bisa ke pusat permainan, liburan, apalagi kumpul bersama keluarga besar, karena pandemi Covid-19.

Salah satu hiburan yang kini banyak dicari adalah video games. Game berbasis konsol, seperti Nintendo dan PlayStation, sangat populer di kalangan anak-anak. Ada juga games di tablet, ponsel pintar, dan PC berbasis layar lebih mudah diakses dan terjangkau.

Jika anak meminta video games, jangan langsung menolaknya. Permainan di dalamnya sebenarnya mengajarkan beberapa life skill bagi anak. Seperti Minecraft, sebuah permainan yang untuk menciptakan dunia dan mengalahkan tantangan.

Hal yang paling ditakutkan orangtua soal video games biasanya karena bisa memicu kecanduan atau memperlihatkan kekerasan. Sebenarnya hal itu bisa disiasati dengan moderasi dan aturan yang disepakati.

Sebelum melarang anak main video games, tak ada salahnya membuka mata dengan melihat apa saja saja dampak positif video games.

 

Video Games Juga Berdampak Positif Bagi Anak, Ayah Bunda Sudah Tahu?
Main Video Games
2 dari 4 halaman

Pendapat Dokter Anak

" Video games dapat memberi anak-anak rasa kompetensi, koneksi, dan otonomi yang benar-benar meningkatkan kepercayaan diri mereka,” kata Michelle Ponti, seorang dokter anak yang juga anggota Canadian Paediatric Society.

Bagi orangtua main video gaes mungkin seperti buang-buang waktu. Padahal ada permainan yang mengajarkan anak keterampilan hidup seperti pemecahan masalah, bagaimana membuat dan mengambil keputusan di waktu sempit, menimbang risiko serta tentunya, menghadapi kekalahan dan mulai dari awal.

" Aspek interaktif dari beberapa permainan juga dapat bermanfaat bagi anak-anak yang sulit melakukannya secara langsung. Komunikasi daring terkadang jauh lebih mudah bagi anak-anak yang mudah cemas saat berhadapan dengan banyak orang," kata Ponti.

 

3 dari 4 halaman

Melatih Life Skill

Penelitian di Eropa yang mensurvei orangtua dan guru dari lebih dari 3.000 anak usia enam hingga 11 tahun menemukan bahwa anak-anak yang bermain video game selama lima jam atau lebih dalam seminggu cenderung memiliki kecerdasan intelektual yang lebih baik. Fungsi dan prestasi akademik juga lebih sedikit mengalami masalah dengan teman sebaya mereka.

“ Game juga dapat membantu anak-anak membangun keterampilan dalam pengodean, matematika, logika, desain,” kata Jennifer Turliuk, CEO of MakerKid, perusahaan pembuat games yang berbasis di Kanada.

 

4 dari 4 halaman

Games yang Direkomendasikan

Jika ada video games di rumah harus ada aturan yang disepakati hanya boleh bermain selama beberapa jam di hari libur. Itu pun setelah tugas rumah dan sekolah diselesaikan. Ini juga membentuk anak jadi lebih disiplin.

Lalu video games seperti apa yang aman direkomendasikan? Ponti tak menyebut secara spesifik. Ia hanya merekomendasikan permainan yang membuat anak banyak bergerak secara fisik.

" Banyak mainan yang menuntut pemainnya harus lari di tempat, lompat atau bahkan menari. Ini sangat seru, menyenangkan dan membuat aktif secara fisik meski di rumah saja," katanya.

Hal yang juga sangat penting adalah sebelum membeli atau mengunduh game apa pun, lihat ulasan secara detail. Hampir semua konsol dan game komputer diberi peringkat oleh Entertainment Software Rating Board dan untuk anak di bawah 10.

" Selalu mainkan dulu games sebelum anak memainkannya. Jangan sampai kecolongan jika memang ada konten yang tak layak untuk anak," ungkap Ponti.

Sumber: Todays Parents

Join Dream.co.id