Tak Mudah Terdistraksi, Keterampilan yang Harus Diajarkan Pada Anak

Ibu Dan Anak | Selasa, 28 Juli 2020 12:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Salah satu kesalahan terbesar orangtua lakukan adalah tidak memberdayakan anak-anak mereka dengan otonomi untuk mengendalikan waktu mereka sendiri.

Dream - Melatih anak untuk fokus dan menyelesaikan apa yang dimulai jadi hal yang penting dilakukan orangtua. Terutama dalam situasi sekarang di mana gangguan digital tampaknya tak terhindarkan.

Mengapa? Karena di masa depan, akan ada dua jenis orang di dunia: Mereka yang membiarkan perhatian dan kehidupan mereka dikendalikan dan dipaksa oleh orang lain dan mereka yang dengan bangga menyebut dirinya " tidak mudah terdistraksi" .

Menjadi orang yang tidak mudah terdistraksi adalah keterampilan yang paling penting di abad ke-21. Banyak orangtua yang tak mengajarkan hal ini. Salah satu kesalahan terbesar orangtua lakukan adalah tidak memberdayakan anak-anak mereka dengan otonomi untuk mengendalikan waktu mereka sendiri.

" Mengizinkan anak melakukannya adalah hadiah yang luar biasa; bahkan jika mereka gagal dari waktu ke waktu, kegagalan adalah bagian dari proses pembelajaran. Orang tua perlu memahami bahwa tidak apa-apa menempatkan anak-anak mereka sebagai penanggung jawab," ungkap Nir Eyal, instruktur pendidikan dari Stanford School of Business, dikutip dan CNBC.

 

Tak Mudah Terdistraksi, Keterampilan yang Harus Diajarkan Pada Anak
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 3 halaman

Aturan Dibuat Bersama

Hal ini karena ketika anak menganalisis perilakunya mereka sendiri, mereka belajar bagaimana mengatur waktu dan perhatiannya. Eyal mencontohkan kasus putrinya yang tak mau lepas dari tabletnya.

Alih-alih langsung melarang, ia menjelaskan kalau tablet memang dibuat untuk menarik perhatian orang selama berjam-jam, Eyal juga memaparkan efek penggunaan tablet terlalu lama. Negosiasi dilakukan dan membuat kesepakatan bersama dengan putrinya, yang dilibatkan dalam membuat aturan.

" Yang penting adalah bahwa ini adalah peraturannya, bukan aturan kami, dan bahwa ia bertanggung jawab untuk menegakkannya. Yang terbaik dari semuanya, ketika waktunya habis, bukan ayahnya yang harus menjadi penjahat; tapi perangkatnya dengan timer kalau waktunya sudah habis," ungkap Eyal.

 

3 dari 3 halaman

Kemampuan Mengontrol Diri

Jangan meremehkan kemampuan anak untuk mengontrol dirinya. Kuncinya adalah melibatkan anak dalam percakapan dan membantu mereka menetapkan aturan mereka sendiri. Pasalnya, saat orangtua memberlakukan batasan tanpa masukan anak-anak mereka, anak akan menjadi kesal dan memicu mereka melakukan kecurangan.

Kontrol diri dan tak mudah terdistraksi adalah modal penting bagi anak-anak di masa mendatang. Kelak mereka akan tahu batasan apa yang bisa dilewati dan yang tidak. Tak mudah mengikuti arus apalagi tekanan dari sekeliling, anak akan tahu apa yang terbaik untuk dirinya.

Join Dream.co.id