Syekh Yusri Rusydi Jelaskan Anak Tak Dilahirkan untuk Melawan Orangtua

Ibu Dan Anak | Selasa, 27 Juli 2021 08:06

Reporter : Mutia Nugraheni

Anak-anak mencontoh dan melihat orangtuanya.

Dream - Mengasuh dan mendidik anak merupakan sebuah tanggung jawab besar bagi orangtua. Penuh tantangan dan cobaan, salah satunya ketika anak melawan atau membangkang. Sikap anak tersebut tentunya membuat sedih orangtua.

Menurut Mursyid Tarekat sekaligus dokter ahli bedah, al-Murobbiy Syaikh Prof. Dr. Yusri Rusydi al-Hasani hafizhahullah, pembangkangan bukan sepenuhnya salah anak. Dikutip dari Sanadmedia.com, hal pertama perlu diketahui adalah anak tidak dilahirkan sebagai seorang yang melawan.

Ibu dan ayahlah yang sebenarnya mengajari mereka melawan, menentang, keras kepala dan akhlak yang buruk.

" Aku beri contoh: anak dalam perut hidup dalam kegelapan. Ketika lahir dan mulai mengetahui ibunya teriak saat lampu mati, maka tersimpan ketakutan pada gelap dalam jiwa anak itu.Padahal sebenarnya dia tidak perlu takut gelap karena dia sendiri juga berasal dari tempat yang gelap. Namun kalau ibu tidak teriak saat mati lampu dan berkata, 'Masya Allah, semoga hati kita diterangi dengan iman,' maka si anak tidak akan punya ketakutan pada gelap" .

 

Syekh Yusri Rusydi Jelaskan Anak Tak Dilahirkan untuk Melawan Orangtua
Keluarga Muslim
2 dari 6 halaman

Kendalikan Emosi

Jadi ayah dan ibulah yang memunculkan rasa takut dalam dirinya. Misalnya mereka berkata, “ Jangan keluar pada malam hari, supaya tidak ada jin perempuan yang mengambilmu. Ia hantu yang kamu tidak dapat melihatnya" .

Lalu jika orangtua terbiasa menasihati anak dengan kemarahan dan berbagai kata-kata hinaan, ini akan berdampak pada anak. Ia terbiasa dengan suara nyaring, caci maki dan berbagai akhlak buruk.

Sebisa mungkin kontrol emosi dan lisan di depan anak. Anak pun akan menirunya ketika menghadapi hal yang tak disukai, bukan melawan atau membangkang tapi menghadapinya dengan emosi yang baik. Selengkapnya baca di sini.

 

3 dari 6 halaman

8 Hal yang Pengaruhi Akhlak Anak Menurut Islam

Dream - Akhlak merupakan dasar penting bagi kehidupan seorang muslim dan muslimah. Dikutip dari alirsyad.com, Akhlak menurut Imam Ghazali, adalah sesuatu yang mengakar kuat dalam jiwa seseorang dan mendorongnya untuk melakukan suatu perbuatan tanpa harus dipikir terlebih dahulu.

Jika perbuatan yang dilakukan baik maka disebut akhlak mulia (akhlak mahmudah). Tetapi, jika perbuatan yang dilakukan jelek maka disebut akhlak tercela (akhlak madzmumah).

Akhlak seorang anak sangat ditentukan dari lingkungan kehidupannya sehari-hari. Dasar utamanya adalah pendidikan dari orangtua. Tak hanya itu, ada juga faktor lain yang juga sangat mempengaruhi pembentukan akhlak anak.

Dikutip dari BincangSyariah.com, Syeikh Musthafa al-Adawy dalam kitab Fiqh Tarbiyat al-Abna mengatakan bahwa terdapat 8 hal yang dapat mempengaruhi perkembangan akhlak seorang anak. Ayah dan bunda penting untuk selalu mengingatkan dan membimbing anak agar memiliki akhlak yang baik sesuai tuntunan Islam.

 

4 dari 6 halaman

Apa saja delapan hal yang berpengaruh besar pada akhlak anak?

Pertama, saudara-saudara kandung dan kerabat- kerabatnya di rumah. Kedua, teman-teman di lingkungan sosial tempatnya tinggal. Seperti di sekolah, perpustakaan dan tempat belajar ngaji.

Ketiga, para pengajar, guru, pendidik, penjaga, pelatih yang mengajari anak-anak. Keempat, segala hal yang dia lihat, dengar dan baca yang berada di lingkungan tempat tinggalnya.

Kelima, keadaan negara di mana sang anak tinggal. Seperti akhlak, kebiasaan, sopan-santun, pemandangan dan situasi masyarakatnya. Keenam, tempat-tempat yang sering dikunjungi anak-anak untuk menghabiskan sebagian besar waktunya, seperti masjid, mal, atau tempat lain.

Ketujuh, para tamu dan pengunjung yang datang ke rumah. Kedelapan, perjalanan, kunjungan dan tamasya yang anak-anak pernah lakukan.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

5 dari 6 halaman

Islam Gambarkan Buah Hati Merupakan Perhiasan Orangtua, Simak Penjelasannya

Dream - Nilai-nilai Islam harus senantiasa jadi panduan dan pedoman dalam tiap aspek kehidupan. Termasuk dalam berkeluarga dan mengasuh putra putri tercinta. Hadirnya buah hati dalam sebuah keluarga, merupakan amanah.

Tak hanya itu, anak juga bisa jadi penenang dan penyejuk hati serta perhiasan orangtuanya. Dalam al-Quran Allah menjelaskannya dalam QS. al-Kahfi[18] ayat 46:

 Alkahfi
© Bincang Muslimah

Artinya: Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. ( QS. al-Kahfi[18] ayat 46)

Dikutip dari Bincang Muslimah, menurut al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi harta merupakan sebuah perhiasan meskipun tidak mempunyai anak, dan bukan sebaliknya. Beliau menjelaskan orang yang mempunyai anak sedang ia tidak mempunyai harta maka orang itu berada dalam kesengsaraan dan kemelaratan.

 

6 dari 6 halaman

Anak dan Perhiasan Memiliki Persamaan

Maka, diantara keduanya haruslah seimbang agar jauh dari kemelaratan. Pendapat al-Maraghi ini menunjukkan bahwasanya orangtua dilarang menelantarkan anak dan wajib memenuhi kebutuhan anak.

Sementara menurut Hamka dalam Tafsir al-Azhar ini merupakan ayat rayuan yang sangat indah. Allah SWT memberi peringatan bahwa harta dan anak itu memanglah perhiasan yang sangat indah. Namun sayang, perhiasan indah itu hanyalah bersifat sementara karena memiliki batasan waktunya.

Dalam tafsir Kemenag (Dapartemen Agama RI, al-Quran dan Tafsirnya: 2006), ayat ini mengabarkan kepada kita semua bahwasanya anak merupakan perhiasan yang harus dijadikan jalan bagi orangtua untuk melakukan amal saleh yang akan mengantarkan kepada ridho Allah SWT.

Jika orangtua memperlakukan anak dengan cara yang tidak baik dan tidak mengundang pahala serta ridho Allah SWT maka kehadiran anak akan berubah menjadi sebuah cobaan.

Allah telah menjelaskan yang menjadi kebanggaan manusia di dunia ini ialah harta benda dan anak-anak, karena manusia sangat memperhatikan keduanya. Banyak harta dan anak dapat memberikan kehidupan dan martabat yang terhormat kepada orang yang memilikinya. Sebaliknya, juga dapat menjadikan seseorang takabur dan merendahkan orang lain.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id