Syarat Hukuman 'Time Out' Bisa Berjalan Efektif

Ibu Dan Anak | Senin, 4 Maret 2019 14:07

Reporter : Mutia Nugraheni

Pastikan anak belajar banyak hal dari hukuman dan konsekuensi dari kesalahannya.

Dream - Anak-anak tak selalu bersikap manis. Ada kalanya mereka sangat sulit diberi tahu, mengganggu orang di sekitarnya bahkan merusak barang. Terutama untuk anak balita, yang belum matang secara emosi dan psikologis.

Mereka memang masih membutuhkan contoh dan panduan bagaimana mengatasi emosi dan mengontrol apa yang diinginkannya. Memberikannya hukuman berupa 'time-out', yaitu mendudukannya di kursi sendirian dan 'mengisolasinya' dengan harapan si kecil bisa memikirkan kesalahan yang telah dilakukannya.

Oleh banyak orangtua, hukuman tersebut dianggap solusi efektif untuk mendisiplinkan anak dan mengajarkannya sebuah konsekuensi. Namun hal tersebut memiliki beberapa syarat.

Syarat pertama adalah hubungan dan komunikasi anak dan orangtua dan berjalan baik. Lalu syarat kedua, orangtua yaitu ayah dan ibu, sejalan dan sevisi dalam menerapkan disiplin di rumah.

Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan tim dari University of Sydney, Australia.

" Ini bukan strategi pengasuhan anak yang berdiri sendiri, hanya oleh ayah atau ibu, tapi dibutuhkan kekompakan keduanya. Time out juga bagian dari proses bertahap, di mana implementasi yang efektif tergantung pada penguasaan hubungan yang positif dengan anak sebagai langkah pertama,” ungkap Marks Dadds, salah satu peneliti seperti dikutip dari Fatherly.

Syarat Hukuman 'Time Out' Bisa Berjalan Efektif
Anak Diberi Hukuman (Foto: Shutterstock)
2 dari 2 halaman

Bangun Komunikasi Positif Terlebih Dulu

Jadi, pastikan sebelum menerapkan 'time out', bangun hubungan baik dengan anak. Komunikasikan segalanya pada anak melalui pembicaraan yang timbal balik.

Dengarkan keinginan anak, dan budayakan diskusi di rumah. Menganalisis lebih dari 80 studi tentang 'time out', peneliti mengkonfirmasi bahwa hukuman tersebut tidak hanya aman tetapi juga merupakan bentuk disiplin yang direkomendasikan.

Hukuman ini mengharuskan orangtua untuk membuat anak merasa 'aman' terlebih dahulu. Artinya, orangtua punya waktu untuk menurunkan level emosi yang sangat tinggi.

Jika menghadapi anak dengan emosi yang sangat tinggi, respons yang muncul bakal cenderung negatif. Efeknya bisa menimbulkan trauma pada anak, penyesalan pada orangtua, serta hubungan orangtua dan anak bisa merenggang.

" Pastikan hukuman diberikan karena anak tak bisa mengontrol perilakunya. Jangan hukum anak karena kegagalannya akan sesuatu seperti gagal mendapat ranking atau kalah dalam sebuah lomba. Hukuman bukan untuk itu," pesan Dadds.

Join Dream.co.id