Sikap Negatif Orangtua yang Mudah 'Menular' ke Anak

Ibu Dan Anak | Rabu, 12 Februari 2020 12:01
Sikap Negatif Orangtua yang Mudah 'Menular' ke Anak

Reporter : Mutia Nugraheni

Orangtua bukan hanya mencontohkan hal yang baik tapi juga yang buruk.

Dream - Orangtua merupakan contoh utama anak-anak dalam bersikap. Tak heran kalau anak-anak memiliki kecenderungan untuk menyerap kebiasaan orangtuanya. Bukan hanya mencontoh hal yang baik tapi juga yang buruk.

" Memang sangat menantang menjadi orangtua yang dituntut untuk selalu mencontohkan hal baik pada anak-anaknya. Bukan dengan hanya lewat omongan tapi juga perbuatan," ujar Wendy Wood, Profesor of Psychology di University of Southern California dikutip dari PureWow.

Ada beberapa sikap buruk orangtua yang bisa dengan mudah ditiru anak-anaknya. Hal ini sangat penting diketahui agar kita jadi lebih berhati-hati dalam bersikap. Apa saja?

 

2 dari 6 halaman

Pagi yang sangat rusuh

Suasana pagi di rumah terasa sangat stres dan rusuh? Mungkin hal ini karena anak-anak meniru ayah dan ibunya. Kesibukan di pagi hari bisa dikurangi dengan persiapan di malam hari.

Jika membiasakan anak menyiapkan seragam, pakaian dalam hingga perlengkapan sekolahnya di malam hari, suasana pagi jauh lebih tenang. Anak dan orangtua bisa sarapan bersama. Untuk itu, bentuklah kebiasaan menyiapkan segela keperluan di malam hari. Anak pasti akan menirunya.

 

3 dari 6 halaman

Terobsesi dengan ponsel

Kesal dengan anak yang selalu merengek meminta ponsel atau tablet? Lihat dulu kebiasaan kita sehari-hari. Jika anak ingin berbicara sementara mata kita ke layar ponsel, termasuk saat menghabiskan waktu dengannya, anak pun akan demikian.

" Saat ini banyak orangtua yang bingung bagaimana mengontrol penggunaan gadget pada anak-anaknya. Padahal mereka sendiri sulit mengontrol, apalagi mencontohkannya," kata Wood.

Usahakan untuk fokus saat bersama anak. Jangan sambil menatap ponsel saat melakukan kegiatan bersamanya. Cari aktivitas yang tidak menyertakan ponsel dan gadget, seperti main bola, bersepeda, memasak atau berkebun.

4 dari 6 halaman

Si Kecil Bisa Belajar Mengenali Emosi Lewat Boneka

Dream - Boneka atau action figure kesukaan anak, biasanya selalu dimainkan. Mereka bahkan membawanya ke atas ranjang dan menaruhnya di atas bantal dan tidur bersama. Anak balita sangat suka memperlakukan boneka kesayangannya seperti makhluk hidup.

Menggantikannya pakaian, diajak bicara, dipeluk, digendong dan masih banyak lagi. Perlakuan anak pada bonekanya, seperti perlakuan yang mereka dapatkan dari orangtua dan orang-orang sekelilingnya.

" Bermain boneka memiliki efek yang sangat baik bagi perkembangan emosi dan psikologi anak. Bukan hanya anak perempuan tapi juga anak laki-laki. Tidak heran jika terapis anak sering menggunakan boneka ketika menganalis kondisi anak," kata Stephanie Brown, pakar pengasuhan anak.

 

5 dari 6 halaman

Bangkitkan Imajinasi

Duduk dan saksikan anak ketika bermain boneka. Ia akan membuat situasi berdasarkan imajinasinya, menunjukkan empati hingga mengimitasi perlakuan orang di sekelilingnya.

" Anak seperti mempraktikkan apa yang dilihatnya sehari-hari saat bermain boneka. Ini bukti bahwa anak belajar banyak hal," kata Brown.

Dalam memilih boneka, Brown menyarankan untuk menghindari boneka yang tidak memiliki baterai. Biasanya mainan jenis ini mengeluarkan suara dan musik. Lebih baik pilih boneka kain berbahan lembut.

 

6 dari 6 halaman

Ajarkan Keterampilan Hidup

" Biarkan anak berkreasi sendiri dengan boneka lembut di hadapannya. Bisa juga memberikan boneka jari dengan berbagai karakter untuk mendongeng dan biarkan anak membuat cerita sendiri," ungkap Brown dikutip dari VeryWell.

Boneka lain yang sangat baik adalah yang mengajarkan keterampilan sehari-hari. Seperti mengancingkan baju, mengikat tali sepatu, membuka resleting atau yang aksesorinya bisa diganti.

Bisa juga boneka binatang. Anak bisa sekaligus belajar beragam binatang, mulai dari bentuk, warna, suara hingga makanan dan habitatnya.

Join Dream.co.id