Si Kecil Belajar Mengontrol Emosi, Ini Kuncinya

Ibu Dan Anak | Selasa, 21 Februari 2017 18:01
Si Kecil Belajar Mengontrol Emosi, Ini Kuncinya
Ilustrasi

Reporter : Mutia Nugraheni

Meski emosinya masih belum matang, Anda bisa mulai mencontohkan dan mengajarinya mengontrol emosi.

Dream - Usia anak-anak memang belum memiliki kematangan emosi. Tapi bukan berarti Anda tak bisa mengajarinya. Dengan menjadi contoh serta membantunya mengenali emosi, anak akan tahu bagaimana harus bereaksi.

Ada beberapa hal penting yang sebaiknya dilakukan orangtua untuk membantu anak belajar mengontrol emosi. Apa saja?

1. Pola asuh
Gaya pengasuhan berperan sangat penting karena anak akan melihat contoh langsung sehari-hari. Misalnya, ketika anak melukai temannya, jangan langsung memarahinya. Gunakan 'insiden' tersebut untuk menjadi contoh kalau emosinya sedang sangat tinggi dan merugikan orang lain. Beri tahu juga konsekuensi yang harus dilakukannya, yaitu meminta maaf.

2. Sudut pandang
Cara yang terbaik dalam menyelesaikan suatu masalah adalah membicarakan dan menjelaskannya dari berbagai sudut pandang. Biarkan anak membicarakan apa yang
mengganggunya sehingga bisa membantu Anda mengetahui permasalahannya. Berikan sudut pandang lain dan ajarkan mengatur emosi dengan menarik napas panjang sebelum 'meledak-ledak.

3. Jadi contoh yang baik
Selalu ingat, anak merupakan peniru ulung. Jika Anda sebagai orangtua berperilaku agresif, ada kemungkinan anak menirunya. Ketika emosi meninggi di depan anak, jangan langsung bereaksi agresif.

4. Batasan
Jangan pernah membiarkan anak untuk mengambil barang saat mengamuk dan melempar atau menghancurkannya. Beri contoh menyalurkan emosi dengan baik, misalnya dengan menangis, berteriak atau mungkin menuliskannya di secarik kertas. Terlebih dulu ajarkan anak mengenali emosi dan membicarakannya dengan baik.

5. Hargai usahanya
Strategi disiplin seperti memotivasi mereka dengan cara menghargai dan memberikan penghargaan akan mengurangi sikap agresif anak. Ketika Anda keras, anak bisa cenderung bereaksi dengan keras pula. Tapi ketika Anda memuji, menghargai usahanya ketika belajar mengontrol emosi maka jangan segan berikan pujian.

 

Laporan Gemma Fitri Purbaya

Sumber: momjunction

 

 

 

Join Dream.co.id