Restoran Ditutup Demi 'Sambut' Balita yang Kena Leukimia

Ibu Dan Anak | Rabu, 12 Februari 2020 18:03
Restoran Ditutup Demi 'Sambut' Balita yang Kena Leukimia

Reporter : Mutia Nugraheni

Selama menjalani pengobatan, Adelaide tak diperkenankan berada di area yang penuh dengan orang, termasuk di restoran

Dream - Adelaide, seorang bocah 3 tahun asal Texas, Amerika Serikat harus menjalani perawatan intensif dan diisolasi. Ia terkena Leukemia Limfoblastik Akut dan harus menjalani pengobatan serta kemoterapi.

Selama menjalani pengobatan, Adelaide tak diperkenankan berada di area yang penuh dengan orang, termasuk di restoran. Pasalnya, paparan kuman dan bakteri sedikit saja bisa berakibat fatal dan menggagalkan proses pengobatannya.

Hal ini membuatnya merasa sedih. Ia sangat ingin makan di J. Wilson, yang merupakan restoran favoritnya. Saat melewati restoran tersebut beberapa waktu lalu, orangtua Adelaide hanya bisa membujuknya.

" Dia mengenali tanda itu dan dari kursi belakang dia berkata, 'bisakah kita makan di sana?', pertanyaan ini terasa memilukan," ungkap Vanlam, sang ibu.

 

2 dari 5 halaman

Hanya Kamar dan Rumah Sakit

Setelah didiagnosis 7 bulan lalu, Adelaide menghabiskan sebagian besar waktunya hanya di rumah dan rumah sakit. Anak yang seharusnya aktif bermain ini, memang tak boleh banyak beraktivitas di luar ruangan demi menjaga kondisi tubuhnya agar bisa menjalani terapi dengan baik.

Rupanya sang pemilik J. Wilson, mendengar cerita soal Adelaide. Sbelumnya, keluarga mereka sebelum setiap pekan datang ke restoran tersebut. Sejak Adelaide sakit, hal itu tak lagi dilakukannya.

" Saya mendengar dari kerabat mereka kalau Adelaide sakit dan tak bisa lagi makan di sini. Kami ingin melakukan sesuatu untuk gadis kecil menggemaskan itu," ungkap Paula Breaux, manajer restoran tersebut.

 

3 dari 5 halaman

Restoran khusus untuk Adelaide

Akhirnya pihak restoran memutuskan untuk buka lebih awal pada 26 Januari 2020 lalu demi menyambut Adelaide. Restoran pun sudah dibersihkan dan diberi disnfektan agar aman bagi bocah 3 tahun itu.

Tak hanya itu, dekorasi restoran pun dibuat berbeda, bernuansa merah muda yang merupakan warna favorit Adelaide. Topi khusus pun dibuat untuknya. Seluruh keluarga akhirnya bisa makan lagi di restoran tersebut tanpa rasa was-was.

" Ini sangat berarti bagi kami. Selalu merasa senang melihat anak kecil menikmati sajian di restoran kami," kata Breux.

Vanlam berharap kebaikan ini membantu Adelaide lebih semangat menjalani perawatannya. Jika semuanya berjalan dengan baik, diperkirakan bocah itu bisa bebas dari kanker pada September 2021 mendatang.

" Yang terpenting bagiku adalah melihat Adelaide tersenyum.Aku sangat berterima kasih," ungkapnya.

Sumber: UpWorthy

 

4 dari 5 halaman

Pelukan Bisa Jadi 'Obat' Efektif Saat Si Kecil Sakit

Dream - Anak-anak terutama usia balita kerap kali terserang penyakit. Mulai dari batuk, pilek, hingga demam dan muntah. Sebagai orangtua, tentu kita akan melakukan berbagai cara agar si kecil cepat sembuh dan ceria kembali.

Memberikannya obat mungkin jadi hal yang langsung terlintas saat buah hati terserang penyakit. Selain itu, ada hal yang juga dilakukan. Yaitu peluklah si kecil sesering mungkin.

Dalam sebuah artikel di di jurnal Scientific American, menurut para ahli, otak bayi yang baru lahir haus akan pengalaman, rangsangan dan emosi yang dapat membangun saraf serta meningkatkan volume otak dan menciptakan struktur otak.

 

5 dari 5 halaman

Tingkat Stres Anak

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Development and Psychopathology menemukan bahwa banyak bayi menderita tingkat stres emosional yang tinggi di di panti asuhan Rumania selama 1980-an. Hal ini diduga terkait dengan imunitas yang rendah dan kurang kontak fisik.

" Kurangnya kontak fisik orangtua akan membuat anak mengalami stres. Dan studi ini menemukan, tingkat stres tinggi pada bayi usia delapan bulan pertama memiliki risiko IQ lebih rendah dan tingkat kecemasan yang tinggi," ungkap peneliti, seperti dilansir Step to Health.

Tidak ada yang begitu naluriah, kuat, dan menyembuhkan selain pelukan kasih sayang dari orang yang dicintai. Hal ini dapat membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan koneksi saraf pada bayi.

Para ahli bahkan merekomendasikan hal ini hingga anak-anak berusia empat atau lima tahun. Kebiasaan ini dianggap akan meningkatkan kekebalan tubuhnya. Tetap periksakan ke dokter jika kondisinya mengkhawatirkan, tapi ingat berikan pelukan sebanyak-banyaknya.

Laporan Fitri Syarifah/ Liputan6.com

Join Dream.co.id