Repetisi, Kunci Buah Hati Mempelajari Hal Baru

Ibu Dan Anak | Rabu, 13 November 2019 10:05
Repetisi, Kunci Buah Hati Mempelajari Hal Baru

Reporter : Mutia Nugraheni

Dalam proses mempelajari sesuatu anak memang cenderung melakukan secara berulang-ulang.

Dream - Banyak orangtua yang tak sabar saat menemani anaknya belajar. Sudah diajarkan berulang kali, anak tak kunjung mengerti. Sebagian orangtua merasa sudah sering mengulang tapi anak sangat sulit untuk mengingat.

Dalam proses mempelajari sesuatu anak memang cenderung melakukan secara berulang-ulang. Akan lebih menempel jika dilakukan dengan suasana menyenangkan.

Misalnya dengan menyanyikan hafalan doa, bahasa inggris atau pelajaran lainnya. Repetisi atau pengulangan adalah hal yang sangat penting bagi untuk bisa mempelajari sesuatu.

Dengan memainkan atau melakukan hal itu secara berulang anak jadi betul-betul mempelajari hal baru. Hal ini disampaikan pendiri dan Kepala Akademik Montessori Haus Asia, Rosalynn Tamara.

“ Jadi jangan kita kecilkan arti ini lagi ini lagi yang dimainkan. Justru dengan repetisi, baru anak-anak bisa mengerti. Mengerti bagaimana kehidupan itu berjalan seharusnya,” kata Rosalynn

 

 

2 dari 6 halaman

Biarkan Anak Mengeksplorasi

Rosalynn juga menyarankan untuk tidak mengganggu saat anak fokus bermain atau menggunakan sesuatu. Bila si kecil salah menggunakan mainan atau barang, orang dewasa tidak perlu langsung membetulkan.

“ Ketika dia asyik bermain, jangan kita menginterupsi. Kita hanya perlu melihat. Apabila dia terluka dan membutuhkan pertolongan, maka di situlah baru kita memberikan pertolongan. Jadi tipsnya, berikan pertolongan secukupnya,” kata Rosalynn di depan Orami Community beberapa waktu lalu di Kuningan, Jakarta.

Dengan tidak menginterupsi anak yang sedang bermain, rasa dipercaya untuk bisa bermain dan bekerja itu akan timbul pada anak. Sementara, bila orangtua malah mendikte membuat rasa percaya diri si Kecil turun. Anak juga menjadi tergantung pada orangtua dan hanya menunggu disuruh, tanpa mempelajari hal yang baru.

Jangan lupa bahwa pekerjaan anak di bawah usia 6 tahun adalah bermain. Jadi jangan mengganggu anak yang sedang berusaha belajar melalui permainan ya.

Penulis : Selma Vandika/ Sumber: Liputan6.com

3 dari 6 halaman

Aktivitas Seru yang yang Buat Si Kecil Belajar Membaca

Dream - Menyuruh anak duduk manis dengan suasana hening. Terdapat deretan buku dan karton berisi huruf di depan si kecil. Cara ini dilakukan banyak orangtua saat mengajarkan anak-anaknya membaca.

Bagi beberapa anak, cara tesebut memang berhasil. Tapi bagi banyak anak, cara 'kaku' tersebut tidak efektif. Mengajarkan membaca tak melulu dengan menjejali anak dengan buku membaca.

" Taruh buku teks, cari alat atau metode lain. Bisa berupa flash card, permainan, game di gadget atau cara lain yang sangat menyenangkan bagi anak. Diperlukan cara yang seru dan menyenangkan untuk membuat anak belajar dan suka membaca," kata Shannon Ryan, Library Media Specialist di Lake Carolina Elementary Upper Campus, seperti dikutip dari CafeMom.

 

4 dari 6 halaman

Manfaatkan Tulisan di Sekitar

Anak tak perlu harus membaca buku khusus. Bacaan-bacaan yang ada di rumah sebenarnya bisa juga membuatnya penasaran, apalagi yang memiliki gambar menarik.

Bahkan buku atau bacaan orangtua, seperti majalah, buku resep, koran, kerap membuat anak penasaran karena orangtua membacanya dengan serius.

" Biarkan anak bergabung saat kita membaca bacaan tertentu. Tunjukkan huruf-huruf besar yang terdapat majalah atau koran. Biasanya desain huruf dibuat sangat menarik dan anak ingin bisa membacanya," ungkap Ryan.

Jaga rasa penasaran tersebut. Jika anak menemukan bacaan atau buku lain yang bisa dibacanya meski bukan buku anak, biarkan ia membuka halaman-tiap halaman. Dengan begitu ia ingin bisa membaca agar bisa mengetahui isi cerita di dalamnya.

Buat juga permainan mencari huruf saat sedang di jalan. Misalnya mencari huruf C pada papan iklan. Atau pada anak yang mulai bisa membaca, mencari kata-kata yang mudah.

" Buat suasana yang menyenangkan. Anak tanpa sadar sebenarnya sedang belajar huruf demi huruf dan mengasah kemampuannya membaca, ini jauh lebih efektif," kata Ryan.

5 dari 6 halaman

Main Gunting Bisa Jadi 'Pemanasan' Anak Belajar Menulis

Dream - Kemampuan menulis dibutuhkan koordinasi organ yang sangat kompleks. Otak, mata, otot, serta harus fokus. Sebelum anak belajar menulis, terutama balita, cobalah latih si kecil menggunakan gunting.

Memotong kertas dengan gunting membutuhkan keterampilan memisahkan fungsi jari. Melatih kemampuan untuk menggunakan jempol, telunjuk, dan jari tengah secara terpisah. Hal ini sangat menantang sekaligus menyenangkan bagi anak-anak.

Banyak yang beranggapan kalau gunting berbahaya bagi balita. Sebenarnya, membiarkan mereka mereka menggunting kertas atau play dough akan sangat bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan motorik halusnya.

 

6 dari 6 halaman

Sediakan Gunting Balita dan Kertas

Kemampuan tersebut akan sangat dibutuhkan anak ketika belajar menulis. Sediakan saja gunting kecil untuk anak. Kini banyak sekali gunting yang aman untuk balita dijual di pasaran.

Taruh juga kertas baik yang polos, agak tebal maupun yang sudah dilipat. Kondisi kertas ini akan melatih jari-jarinya. Saat menggunakan gunting, pastikan anak selalu dalam pengawasan. Sebagai langkah awal, contohkan dulu pada anak cara menggunakan gunting.

" Duduk samping anak, tunjukkan bagaimana menggunakan gunting. Bimbing juga jari-jarinya, anak akan sangat penasaran," ujar Sunita Murty-Gami, seorang terapis.

Terapkan juga dua aturan penting saat anak menggunakan gunting. Pertama, gunting hanya untuk menggunting kertas. Kedua, tak boleh berjalan atau belari sambil membawa gunting. Selamat mencoba!

Sumber: Parents

 

Join Dream.co.id