Ramadhan, Momen Tepat Ajarkan Empati Pada Buah Hati

Ibu Dan Anak | Kamis, 30 April 2020 10:03
Ramadhan, Momen Tepat Ajarkan Empati Pada Buah Hati

Reporter : Mutia Nugraheni

Buatlah Ramadhan yang tetap hangat bersama anak-anak di rumah.

Dream - Suasana Ramadhan tahun ini memang sangat berbeda. Sebelumnya, setiap hari kita bisa tarawih bersama tetangga di masjid dekat rumah. Saling bertemu, bertatap muka, bahkan mendoakan.

Belum lagi buka puasa bersama yang tentunya penuh dengan kehangatan dan silahturahmi yang begitu kental. Kali ini, justru dianjurkan di rumah saja karena Covid-19. Meski demikian, kita tetap bisa mengajarkan nilai-nilai empati dan jiwa sosial.

Bagaimana caranya? Lima hal ini mungkin bisa diajarkan. Buatlah Ramadhan yang tetap hangat bersama anak-anak di rumah.

 

2 dari 6 halaman

1. Menyapa

Ajaran pertama untuk mulai bersosialisasi dengan tetangga yakni menyapa. Ibu bisa mulai dengan mengenalkan tetangga tersebut dan mengajari anak untuk menyapa saat bertemu meskipun dari jauh. Bisa melatih anak untuk mengucap salam atau tersenyum hangat pada tetangga.

 

3 dari 6 halaman

2. Berbagi Makanan

Saat Ramadhan, biasanya kita punya resep favorit keluarga. Masaklah sedikit lebih untuk dibagikan ke tetangga. Ajak anak untuk mengantar makanan tersebut ke rumah tetangga. Kesenangan berbagi akan mengajarkannya untuk selalu baik dengan tetangga.

 

4 dari 6 halaman

3. Aktivitas

Banyak anak yang lebih suka mengurung diri di rumah karena bermain gadget. Hal ini jangan dibiarkan, sesekali ajaklah anak untuk beraktivitas di luar rumah. Bisa jadi dengan berjemur saat pagi hari atau berkebun di sore hari. Kemungkinan untuk berinteraksi dengan tetangga akan semakin banyak saat ibu dan si kecil sering beraktivitas di luar rumah.

Selengkapnya baca di Diadona.id

5 dari 6 halaman

Panduan Aman Bermain di Luar Saat Social Distancing

Dream - Penerapan social distancing masih terus berjalan, demi menekan penularan Covid-19. Anak-anak pastinya sangat jenuh di rumah, apalagi mereka sangat butuh aktivitas fisik menantang demi kebutuhan tumbuh kembangnya.

Tak heran kalau selama di rumah, anak tak bisa diam, berlarian dan melompat. Hal ini karena tubuhnya memang membutuhkan gerakan fisik yang menantang. Biasanya hal itu didapatkan anak di sekolah saat bermain di lapangan atau saat bermain dengan teman-temannya.

Sebenarnya anak bisa bermain di luar rumah, tapi pastikan ikuti panduan berikut agar aman.

1. Hindari taman bermain
Melihat taman bermain kosong memang bikin anak merengek, tapi sebaiknya dihindari. Hal ini karena virus Covid-19 bisa bertahan selama 13 jam di material stainless steel.

 

6 dari 6 halaman

Hindari Kerumunan

2. Jalur hijau
Pertimbangkan untuk berjalan-jalan di jalur hijau yang banyak pepohonan dan tidak ramai dikunjungi orang. Bisa di sekitar rumah, komplek atau jalur pejalan kaki. Kuncinya adalah menghindari kerumunan orang. Lakukan bertiga atau berdua saja dengan anak.

3. Tidak perlu khawatir dengan udara terbuka
Belum ada penelitian yang memastikan virus Covid-19 dapat bertahan di udara. Virus ini menyebar melalui tetesan lendir dan air liur yang terbang ketika kita batuk dan bersin.

Untuk itu sebaiknya jika ingin main di luar, pastikan kondisinya sepi. Biarkan anak bermain sebentar, lalu kembali ke rumah.

Laporan Cindy Azari/ Sumber: Fatherly

Join Dream.co.id