Punya Anak Lelaki dan Perempuan, Nabi Muhammad SAW Ingatkan Tak Boleh Pilih Kasih

Ibu Dan Anak | Senin, 15 November 2021 08:08

Reporter : Mutia Nugraheni

Anak baik laki-laki maupun perempuan merupakan amanah dari Allah SWT.

Dream - Bagi sebagian orang, memiliki anak lelaki adalah sebuah kebanggaan. Dianggap bisa membawa nama keluarga dan lebih mudah mencari nafkah. Hal ini membuat beberapa orangtua jadi bersikap pilih kasih terhadap anak lelakinya.

Anak lelaki dibiayi sekolah hingga perguruan tinggi, sementara anak perempuan tidak. Juga sikap dan perlakuan lain yang menunjukkan kalau kasih sayang orangtua tidak sama pada anak-anaknya.

Hal tersebut sangat bertentangan dengan hal yang diajarkan Rasulullah SAW. Dikutip dari BincangMuslimah, Nabi Muhammad SAW dalam suatu hadis riwayat Ibn ‘Abbas bersabda

 Riwayat Ibnu Abbas© Bincang Muslimah

Artinya; Diceritakan dari Ibn ‘Abbas, Nabi Muhammad bersabda; Siapa saja yang memiliki anak perempuan, tidak dikuburkannya hidup-hidup dan tidak dihinakannya dan tidak dilebihkan anak-anak laki-lakinya dari perempuan, maka Allah akan memasukannya ke dalam surga. (HR. Abu Dawud)

 

Punya Anak Lelaki dan Perempuan, Nabi Muhammad SAW Ingatkan Tak Boleh Pilih Kasih
Keluarga/ Foto: Shutterstock
2 dari 6 halaman

Amanah dari Allah SWT

Dijelaskan dalam kitab Aunul Ma’bud Hasyiyah Ibnul Qayyim, hadis di atas pada hakikatnya masih berhubungan dengan budaya Arab di zaman jahiliah yang membedakan perlakuan terhadap anak laki-laki dan perempuan. Hal ini dapat kita lihat dari peletakan hadis dalam satu bab yang berbicara tentang pendidikan keluarga. Meskipun demikian, konteks ini masih relevan dengan konsep pilih-kasih yang sering kita dapati dalam sebuah keluarga.

Dampak dari perlakuan berlebihan terhadap anak juga pernah ada dalam sejarah Islam. Yaitu kisah Nabi Yusuf putra tersayang dari Nabi Ya’qub yang membuat saudara-saudaranya menyimpan dendam dan amarah sehingga terjadilah kisah pembuangan Nabi Yusuf sebagaimana yang dikisahkan dalam QS. Yusuf.

Memiliki anak laki-laki dan perempuan adalah amanah Allah yang harus dijaga dengan baik. Memperlakukan anak secara adil dengan sama-sama memberi kesempatan adalah hal yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Selengkapnya baca di sini.

3 dari 6 halaman

Anjuran Membaca Alfatiha 41 Kali untuk Anak Setelah Tahajud

Dream - Sebagai orangtua, kita harus selalu meminta perlindungan dari Allah SWT untuk buah hati baik saat sekarang atau di masa mendatang. Caranya adalah dengan memanjatkan doa-doa tulus untuk buah hati, sebagai bagian dari menjaga amanah Allah SWT.

Pengasuh Pondok Pesantren Putri KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Nyai Hj Tho’atilah Ja’far menjelaskan kalau anak juga bisa membuat cinta kasih dalam keluarga bisa menjadi berkali lipat. Jangan bosan untuk memohon kepada Allah SWT agar kelak anak menjadi pribadi yang soleh dan soleha.

Ia mengingatkan untuk selalu menjadi teladan yang baik. Termasuk membentuk lingkungan keluarga dan rumah menenangkan, menyenangkan dan bernuansa Islami. Hal yang juga penting adalah memanjatkan doa khusus untuk anak setelah salah Tahajud.

“ Setiap malam usahakan baca surat Al-Fatihah sebanyak 41 kali untuk satu anak, kemudian dilanjutkan dengan membaca doa, allahumma barikliy fii awladiy, wa la tadhurruhum, wa waffiqhum li tho'atika, war zuqniy birrohum. Artinya, ya Allah berilah barokah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan marabahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepada-Mu dan karuniakanlah hamba rezeki berupa bakti mereka,” ungkap Nyai Tho’ah dikutip dari NU Online.

Selengkapnya baca di sini.

4 dari 6 halaman

Hadapi Cobaan dari Anak, Bagaimana Menghadapinya dalam Islam?

Dream - Buah hati yang dianugerahkan Allah SWT, merupakan amanah yang harus selalu dijaga. Terkadang, lewat buah hati juga Allah memberikan ujian dan cobaan. Seringkali orangtua merasa sedih dan terpuruk, ketika anak-anaknya melakukan keburukan atau mengalami hal yang memilukan.

Ustazah Ninih Muthmainnah atau akrab disapa Teh Ninih, lewat akun Instagram resminya @ninih.muthmainnah mengingatkan, ujian tiap orang berbeda-beda. Ada yang diuji dengan pasangannya, orangtuanya, atau anak-anaknya.

" Walau berbeda jenisnya, solusinya tetap mengarah pada satu titik yang sama: dekati Allah, mintalah pertolongan-Nya dan jalankan ikhtiar dalam koridor ketaatan kepada-Nya," ungkap Teh Ninih.

Bagi orangtua yang diuji dengan ketidaksalehan anaknya, Teh Ninih mengingatkan untuk terus beristighfar, memohon ampunan Allah. Hal ini karena bisa jadi buruknya sifat anak adalah karena kesalahan kita dalam mendidiknya.

Setelah itu, berusahalah untuk memperbaiki diri. Doakan dia dengan doa-doa terbaik terbaik kita. Jangan putus pula untuk menasihatinya, memberinya teladan kebaikan, dan tetap menjaga kesabaran kala menghadapinya.

" Boleh jadi, apa yang kita lakukan belum tampak hasilnya sekarang. Namun yakinlah, akan ada masa Allah bukakan hatinya sebagai buah kesungguhan dan keikhlasan doa-doa kita, orangtuanya," pesan Teh ninih.

5 dari 6 halaman

Hikmah Orangtua Berpuasa di Hari Lahir Anak

Dream - Memiliki buah hati dan keturunan yang berakhlak baik, menjalani tuntunan Islam, sukses dunia akhirat merupakan harapan tiap orangtua. Tentunya hal ini harus diusahakan, salah satunya dengan pengasuhan dan menjadi teladan yang baik.

Tak hanya itu, banyak-banyaklah berdoa kepada Allah SWT agar putra putri tercinta selalu dalam lindungan-Nya dan mendapat sukses yang penuh berkah. Bagaimana caranya?

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Nurul Huda Mergosono Malang, Nyai Hj Raudloh Quds Musthofa al Hafidhah berbagi pengalaman dalam mengasuh putra-putrinya. Hal pertama adalah memberi contoh.

" Jadi, kalau pengasuhan/pendidikan jujur saya dibantu oleh lingkungan dan selalu menanamkan untuk mencontoh sifat baik dari eyang-eyangnya (KH Ahmad Masduqie Machfudh dan KH Ahmad Mustofa Bisri), dan mengenai ibadah shalat, puasa dan lain-lain, selain dimudahkan oleh lingkungan juga kita tidak pernah absen untuk memberi contoh. Jadi, tidak hanya ngajak, tapi juga melakukan," kata Hj Raudloh, dikutip dari NU Online.

 

6 dari 6 halaman

Alfatiha 100 Kali untuk Anak

Tradisi pesantren yang lekat dengan amalan riyadloh dan tirakat, Hj Raudloh juga melakukannya. Ia memberikan beberapa amalan yang dilakukan sebagai ikhtiar dalam mendoakan keselamatan hidup anak-anaknya.

" Dulu itu saya pernah didawuhi (diberi tahu) sama kakak ipar saya untuk muasani (berpuasa untuk) anak-anak saya. Waktu itu saya diutus puasa hari lahir (kalau anaknya lahir Senin, berarti puasa setiap Senin). Nah, kebetulan anak-anak saya itu hari lahirnya berurutan, Senin-Selasa-Rabu saya tambah Kamis, wis poko'e setiap seminggu iku patang dino (Sudah pokoknya setiap minggu itu empat hari puasa)," ungkapnya.

Hal lain yang dilakukan adalah dengan bersedekah setiap hari lahir anaknya dan mengamalkan amalan wirid. " Kalo wiridan itu yang saya amalkan sekarang itu Fatihah setiap hari 100 kali, katanya suami sih boleh dicicil boleh juga sekali dudukan, pokonya jangan sampe kelewat," kata Ning Raudloh.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id