Psikolog: Lagu 'Touch It' yang Viral, Liriknya Tak Pantas Didengar Anak

Ibu Dan Anak | Selasa, 13 Juli 2021 08:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Lagu ini sebenarnya dirilis 11 tahun lalu tapi kemudian di-remix ulang dan menjadi viral.

Dream - Fitur musik di Instagram dan TikTok memang membuat konten yang diunggah jadi lebih menarik. Terutama jika konten tersebut berupa video. Dengan latar musik yang easy listening atau menghentak, biasanya konten jadi mencuri perhatian.

Salah satu lagu yang banyak digunakan sebagai latar suara untuk konten dan cukup viral adalah " Touch It" yang dibawakan oleh rapper Busta Rhymes. Lagu ini sebenarnya dirilis 11 tahun lalu tapi kemudian di-remix ulang dan menjadi viral.

 Lirik lagu Touch It© Instagram Samantha Elsener

Tak banyak yang sadar kalau liriknya memiliki arti yang tak layak didengar anak. Berupa aktivitas seksual yang dijelaskan secara detail. Hal ini diperingatkan oleh Samanta Elsener, seorang psikolog dalam akun Instagramnya.

" Untuk parents yang senang bikin konten bareng anak, khususnya konten video musik, pernah kamu cek terlebih dahulu isi lagu yang akan kamu gunakan? Biasanya cek lagunya pakai aplikasi apa? Selain lagu Touch It by Busta Rhymes, ada lagu apa lagi yang enggak cocok buat didengar anak-anak?," tulis Samantha, dalam akun Instagramnya.

 

Psikolog: Lagu 'Touch It' yang Viral, Liriknya Tak Pantas Didengar Anak
Anak Dengarkan Musik
2 dari 4 halaman

Bisa Pengaruhi Otak

Ia meminta orangtua untuk lebih selektif dalam memperdengarkan lagu dengan lirik bahasa asing. Kadang kala kita kita menyadari kalau arti lirik tersebut tak panas didengar anak. Sebaiknya periksa lebih dulu.

Banyak yang beralasan kalau anak tak terlalu mengerti dengan lirik tersebut karena bahasa asing. Samantha punya penjelasan sendiri.

" Perkembangan otak anak 95% terjadi di usia emasnya 0-5 tahun. Selain itu, ada perkembangan psikoseksual juga yang terjadi dalam tiap fase usia anak dari 0-13 tahun. Kalau anak sejak kecil terpapar lagu yang bermakna negatif terhadap perkembangan psikoseksualnya maka akan terekam dalam subconscioud otak anak yang berdampak jangka panjang terhadap perilaku seksial dan bagaimana anak memaknai pengalaman seksual itu sendiri," pesan Samantha.

Ia menganjurkan menggunakan aplikasi untuk tahu arti lirik. Bila tak pantas bagi anak, jangan diperdengarkan. Terutama lirik berisi kekerasan dan seksual.

3 dari 4 halaman

Cara Mengedukasi Anak Agar Terhindar dari Pelecehan Seksual

Dream - Mengalami pelecehan apa pun bentuknya akan menimbulkan trauma sepanjang hidup. Terutama pelecehan seksual yang dilakukan pada anak-anak. Sebagian korbannya tak menyadari kalau mereka dilecehkan dan sebaliknya, malah merasa bersalah.

Pelecehan seksual terhadap anak mengacu pada keterlibatan seorang anak yang berusia kurang dari 17 tahun, dalam aktivitas seksual yang melanggar hukum. Hal ini tentunya dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, bertindak, dan merasa seumur hidup.

Termasuk berdampak buruk pada kesehatan fisik, mental atau emosional jangka pendek dan jangka panjang. Salah satu cara untuk menghindari pelecehan pada anak adalah dengan mengajarkannya membaca situasi yang mengancam serta membuat mereka bisa menghindarinya. Apa saja?

1. Membicarakan Bagian Tubuh Sejak Dini
Sebutkan bagian tubuh dan bicarakan tentangnya sejak dini. Gunakan nama yang tepat untuk bagian tubuh, atau setidaknya ajari anak apa arti sebenarnya dari bagian tubuh mereka. Merasa nyaman menggunakan kata-kata yang pantas dan mengetahui artinya dapat membantu anak berbicara dengan jelas jika terjadi sesuatu yang tidak pantas.

2. Ajarkan Tentang Bagian Tubuh Bersifat Pribadi
Beri tahu anak bahwa bagian pribadi mereka disebut pribadi karena tidak dapat dilihat semua orang. Jelaskan bahwa orang lain tak boleh melihat yang ada di balik pakaian apalagi sampai menyentuhnya.

 

4 dari 4 halaman

Latih Anak

3. Ajarkan Batasan Tubuh Anak
Beri tahu anak tanpa basa-basi bahwa tidak ada yang boleh menyentuh bagian pribadinya dan bahwa tidak ada yang boleh meminta mereka untuk menyentuh bagian pribadi orang lain. Orangtua sering kali melupakan bagian kedua dari kalimat ini. Pelecehan seksual seringkali dimulai dengan pelaku meminta anak untuk menyentuh mereka atau orang lain.

4. Tidak Boleh Foto Area Intim
Dunia yang sangat kejam di luar sana terutama sepak terjang para pedofil yang suka mengambil dan menukar gambar anak-anak telanjang secara online. Ini cukup membahayakan anak. Beri tahu anak bahwa tidak ada yang boleh mengambil foto bagian pribadinya.

5. Ajarkan untuk Keluar dari Situasi Menakutkan
Beberapa anak merasa tidak nyaman mengatakan " tidak" kepada orang lain, terutama teman yang lebih tua atau orang dewasa. Beri tahu mereka bahwa tidak apa-apa memberi tahu orang dewasa bahwa mereka harus pergi, jika sesuatu yang dirasa salah terjadi dan bantu mereka berkata-kata untuk keluar dari situasi yang tidak nyaman. Beri tahu anak bahwa jika seseorang ingin melihat atau menyentuh bagian pribadinya, mereka harus menolak dan melaporkannya.

Laporan Gayuh Tri/ Sumber: Fimela

Join Dream.co.id