Perubahan Pria Menjadi Ayah Seperti Tahap Pubertas

Ibu Dan Anak | Selasa, 1 Desember 2020 08:02
{IMAGE_NORMAL}

Reporter : Mutia Nugraheni

Menjadi seorang ayah adalah metamorfosis. Ketika pria menjadi ayah, mereka memasuki fase kehidupan baru.

Dream - Hadirnya anak ke dunia memang sangat mengubah kepribadian para orangtua. Bukan hanya ibu, tapi juga ayah secara psikologis. Saat seorang pria menjadi ayah, level testosteronnya menurun, oksitosin meningkat, dan siklus tidurnya pun bergeser.

Itu hanya permulaan. Semua perubahan ini dapat menyebabkan pergeseran kepribadian, peningkatan kesabaran dan empati, kerentanan, dan kesedihan. Depresi pascapartum bagi para ayah adalah pengalaman yang umum. Begitu pula dengan kematangan emosional, dan kelembutan dari seorang pria.

Menjadi seorang ayah adalah metamorfosis. Ketika pria menjadi ayah, mereka memasuki fase kehidupan baru, yang sangat berbeda dari yang terakhir.

" Seolah-olah mereka mencapai pubertas untuk kedua kalinya. Ada perubahan hormonal. Begitu juga dengan perubahan emosional. Masyarakat juga memandang secara berbeda. Ayah dan remaja baru memiliki banyak kesamaan," kata Shane Owens, Ph.D, seorang psikolog, seperti dikutip dari Fatherly.

 

{IMAGE_PAGING}
2 dari 7 halaman

Pengaruhi Tingkat Kedewasaan

Shane mengungkap kalau dirinya mendapati beberapa pria mengalami pergolakan total saat menjadi seorang ayah. Ini seperti pubertas kedua.

" Perubahan paling besar yang dapat saya pikirkan adalah perasaan bahwa alam semesta jauh lebih besar dan di luar kendali daripada yang kita kira," kata Owens.

Beberapa ayah mengungkap kalau mengalami tingkat kematangan emosional yang paling baik justru bukan saat anak pertamanya lahir. Justru kedewasaan muncul setelah lahirnya anak ketiga.

Peran ayah memang dapat memengaruhi tingkat kedewasaan, penelitian menunjukkan bahwa menjadi ayah yang baru menyebabkan perubahan fisiologis pada pria, meskipun mereka tidak menyadarinya.

Setelah menjadi ayah, kadar testosteron ayah menurun, penulis studi tahun 2016 menemukan. Sebuah tinjauan yang diterbitkan tahun lalu menyelidiki bagaimana penurunan testosteron ini dari sudut pandang evolusi. Pria dengan testosteron rendah cenderung kurang agresif dan lebih tertarik untuk bersarang (berumah tangga dengan baik) daripada berburu pasangan.

3 dari 7 halaman

Ayah, Pastikan Dampingi Putri Kesayangan Saat Masa Puber

Dream - Pubertas adalah masa yang sulit bagi gadis remaja. Orangtua mungkin khawatir dengan perubahan hormonal, emosional, dan fisik yang akan terjadi pada putri kesayangan.

Membesarkan seorang gadis remaja akan lebih mudah jika orangtua membangun komunikasi yang baik. Penting juga bagi orang orang tua mengelola ekspektasi dan mencoba untuk tidak terlalu reaktif dengan sikap remaja yang kadang penuh emosi. Kuncinya adalah empati.

Jill Whitney, seorang terapis pernikahan dan keluarga, ia ingin orangtua memahami satu hal penting. Yaitu pubertas adalah sebuah fase, dan ini terasa sepi dan sulit khususnya bagi gadis remaja.

" Orangtua dapat membantu perasaan terisolasi remaja putri itu dengan mempersiapkan anak sedini mungkin. Misalnya, memberikan informasi tentang perubahan fisik pubertas, membelikan buku seputar masa puber atau mengajak berdiskusi," kata Jill.

Tanyakan juga pada anak apa yang ia ketahui seputar masa pubertas. Bagi para ibu ini saatnya menceritakan pengalaman dulu saat puber, hal ini akan membuat anak merasa kalau ia tak sendirian.

 

4 dari 7 halaman

Ayah Jadi Teladan

Untuk para ayah, jangan merasa kalau mendampingi anak perempuan di masa puber hanya tugas ibu. Justru di masa ini anak perempuan membutuhkan kehadiran dan pendamingan ayah lebih dari sebelumnya.

“ Saya melakukan penelitian dengan anak perempuan dan beberapa dari mereka ingat bahwa ayah mereka menghilang begitu saja saat mereka puber. Ini sangat menyedihkan. Remaja putri membutuhkan ayah sebagai contoh yang baik saat mereka mencari pasangan. Di masa puber inilah peran ayah dimulai, anak remaja juga butuh perlindungan psikologis dari ayahnya," kata Jill.

Kedekatan psikologis remaja putri dengan ayah, akan membentuk semacam 'benteng' perlindungan. Remaja putri yang dekat dengan ayahnya cenderung lebih bisa mengontrol diri jika terpapar hal negatif.

Remaja juga tak mudah mengikuti peer pressure yang biasanya sangat tinggi di masa puber. Untuk itu para ayah, tetap berada di samping buah hati saat ia sedang dalam masa pubernya.

Sumber: Fatherly

5 dari 7 halaman

Ini Sebabnya Ayah dan Ibu Sering Bertengkar Setelah Bayi Lahir

Dream - Kehadiran buah hati, terutama anak pertama, tentunya membuat pengalaman baru baik bagi ayah maupun ibu. Perubahan pun terjadi secara drastis, mulai dari perencanaan keuangan, kondisi rumah hingga yang sering tak disadari adalah hubungan ayah dan ibu.

Beberapa pasangan ada yang makin kompak setelah kehadiran anak. Adanya tanggung jawab baru, membuat orangtua jadi membuat kerja 'tim' yang sangat baik. Ada juga yang sebaliknya, pertengkaran malah sering terjadi, bahkan hubungan malah merenggang.

Transisi dari hanya berdua lalu jadi memiliki bayi dan menjadi orangtua adalah pengalaman yang mengasyikkan, memberdayakan, dan mengubah hidup.

" Hal ini juga menguras tenaga, membuat frustrasi, dan menyita waktu. Kombinasi dari semua faktor tersebut dapat mengancam hubungan jika tidak berhati-hati," kata Sherri Gordon, seorang pakar hubungan, dikutip dari Verywell.

Penelitian menunjukkan, suami istri pasangan biasanya mengalami peningkatan konflik dan penurunan kepuasan secara keseluruhan saat anak pertama mereka lahir. Ada sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap perasaan ini termasuk penyesuaian pada peran baru dan sumber daya yang terkuras seperti waktu, tidur, dan uang.

" Banyak orang tua terkejut menemukan bahwa perselisihan hubungan setelah bayi lahir adalah kenyataan. Mereka berasumsi bahwa memiliki bayi secara alami akan mendekatkan mereka sebagai pasangan. Agar hal itu terjadi, orang tua baru harus melakukan upaya dan usaha," ungkap Gordon.

 

6 dari 7 halaman

Jaga Kualitas Hubungan Setelah Anak Lahir

Penting untuk tetap menjaga hubungan dengan pasangan setelah bayi lahir. Adaptasi dengan kehadiran bayi kadang memang menegangkan dan penuh tantangan tak terduga. Untuk itu, ayah dan ibu harus tetap menjaga kedekatan agar tetap kompak terutama dalam mengurus anak. Bagaimana caranya?

Diskusikan Strategi Tidur
Sumber utama pertengkaran pada orang tua baru adalah jumlah waktu tidur yang mereka dapatkan. Bukan rahasia lagi bahwa bayi yang baru lahir bangun pada jam-jam yang aneh dan bahkan bisa membuat siang dan malam jadi kacau.

Sebagian besar bayi baru lahir perlu diberi makan setiap dua hingga tiga jam, terutama jika mereka sedang menyusu. Untuk merencanakan periode waktu yang membuat stres dan melelahkan ini, pasangan harus memutuskan bagaimana membagi tugas saat malam hari. Ingat, ibu yang kelelahan, kurang tidur, emosinya jadi tak stabil dan lebih mudah marah.

 

7 dari 7 halaman

Kompromi

Tunjukkan Penghargaan Satu Sama Lain
Salah satu keluhan terbesar tentang pernikahan adalah merasa tidak dihargai. Masukkan kehangatan dalam hubungan dengan melontarkan pujian atau terima kasih pada pasangan. Misalnya, ayah membawakan secangkir air dingin saat ibu menyusui, atau ibu mengucapkan salut saat ayah bisa menidurkan si kecil.

Terdengar sederhana, tapi hal kecil itulah yang membuat hubungan jadi lebih hangat. Lakukan setiap hari, biar makin mesra dan kompak.

Terima Perbedaan Gaya Pengasuhan
Tidak ada dua pasangan yang akan berinteraksi dan mengasuh anak mereka dengan cara yang sama. Dan, ini sering kali merupakan hal yang baik. Alih-alih bersikeras bahwa gaya mengasuh kita lebih baik, cobalah berkompromi.

Dengan mengombinasikannya bisa meredam konflik, anak pun jadi mendapat banyak pelajaran dari kedua orangtua. Ingat, selalu lihat dari sisi positif.

Join Dream.co.id