Perubahan Besar Perempuan Setelah Jadi Ibu untuk Pertama Kali

Ibu Dan Anak | Jumat, 27 November 2020 14:04
Perubahan Besar Perempuan Setelah Jadi Ibu untuk Pertama Kali

Reporter : Mutia Nugraheni

Tidak dapat disangkal, setelah melahirkan, prioritas bakal berubah

Dream - Ada ungkapan saat momen persalinan, bukan hanya bayi yang lahir, tapi ibu juga mengalami kelahiran kembali. Hal ini bisa dikatakan benar, karena ibu akan mengalami perubahan besar dalam hidupnya yang berdampak pada perubahan sosok dan kepribadian.

" Mungkin sebagian besar dari ibu mengalami banyak pikiran, tengah malam saat kita hamil di mana kita mempertanyakan pilihan kita untuk menjadi orangtua, atau bertanya-tanya apakah kita akan tetap menjadi orang yang sama setelah menjadi seorang ibu. Kita yang berencana mengejar karir setelah melahirkan mungkin juga menderita karena komitmen kita pada pekerjaan," kata Janine Dunlop, seorang pakar kepribadian dikutip dari Motherly.

Tidak dapat disangkal, setelah melahirkan, prioritas bakal berubah. Ibu pun akan berubah, begitu juga prioritas dalam tiap tahap kehidupan. Hidup dengan adanya anak adalah kehidupan yang sangat jauh berbeda ketika tanpa anak.

" Begitu juga hidup bersama remaja adalah dunia yang jauh dari kehidupan dengan bayi yang baru lahir. Perhatian utama ibu sebelum memiliki anak mungkin adalah bagaimana menaiki jenjang karier. Setelah adanya anak, pemikiran yang paling mendesak adalah bagaimana melakukan keduanya. Ini akan mengubah kita secara drastis, jadi Anda yang dulu bukanl sosok yang sekarang," ungkap Dunlop.

 

2 dari 5 halaman

Perubahan Sel

Penelitian mengungkap bahwa banyak perubahan terjadi ketika kita memilih untuk memiliki bayi, dan bahwa seorang ibu bukanlah orang yang sama seperti sebelum memiliki anak. Penelitian di Amerika Serikat mengungkap, hampir semua mamalia betina mengalami " perubahan mendasar" selama kehamilan dan setelah lahir dan bahwa kehamilan dan hormon menyusui dapat mengubah otak, " meningkatkan ukuran neuron di beberapa wilayah dan menghasilkan perubahan struktural di wilayah lain. "

" Penelitian lain menemukan bahwa kombinasi hormon kehamilan dan pengalaman kehamilan dan kelahiran meningkatkan daya ingat dan kemampuan belajar kita para ibu," kata Dunlop.

Peneliti dari Belanda belum lama ini membuktikan bahwa selama kehamilan, sel janin masuk dan menyebar ke seluruh tubuh ibu. Disebut mikrochimerisme, yaitu keberadaan sel dengan latar belakang genetik yang berbeda di dalam tubuh ibu. Para peneliti mengumpulkan sampel dari 26 wanita yang pernah hamil anak laki-laki dan menemukan keberadaan kromosom Y di semuanya.

" Itu bukti kuat bahwa setelah menjadi seorang ibu, kita bukanlah orang yang sama. Fakta yang tidak dapat dihindari adalah bahwa kehamilan, kelahiran, dan menjadi orangtua akan sangat mengubah seorang perempuan," kata Dunlop.

3 dari 5 halaman

Mengapa Ibu yang Baru Melahirkan Sangat Emosional?

Dream - Setelah melahirkan, ibu butuh pendampingan. Saat seluruh orang fokus pada bayi, ibu sebenarnya butuh perhatian khusus, terutama kondisi psikologisnya. Emosi ibu cenderung tak stabil dan ini merupakan siklus yang normal.

Ada kalanya ibu senang dengan adanya bayi, tapi tiba-tiba menangis. Ibu juga kerap merasa terisolir, karena di rumah saja bersama bayi. Hal ini membuat ibu kesepian dan stres

" Perubahan suasana hati ini sangat normal. Setelah melahirkan, wanita mengalami perubahan dramatis dalam kadar hormon, yang secara drastis memengaruhi suasana hati mereka," kata Hilda Hutcherson, M.D., asisten profesor kebidanan dan ginekologi di Columbia University College of Physicians and Surgeons, di New York City.

Jangan kaget jika kadang sangat gembira tapi kemudian kecewa, semuanya terjadi dalam waktu yang berdekatan. Banyak ibu tidak siap untuk rentang emosi yang mereka alami," jelas Dr. Hutcherson.

 

4 dari 5 halaman

Dukungan Orang Terdekat

Sebagian besar ibu berpikir mereka akan sangat senang dengan bayi mereka sepanjang waktu, dan mereka mungkin merasa bersalah jika mereka memiliki keraguan atau perasaan negatif terkait bayinya.

" Para ahli mengatakan ibu baru membutuhkan dukungan dari orang terdekat untuk menyampaikan kekhawatiran mereka. Sangat penting untuk berbicara dengan orang lain yang pernah memiliki bayi - bahkan jika anak mereka sudah lebih besar," kata Ann Douglas, penulis The Mother of All Pregnancy Books (Hungry Minds).

Berada di rumah dengan bayi yang baru lahir dapat membuat ibu merasa terisolasi. Penting untuk mencari dukungan atau mengikuti support group untuk berbagi. Perasaan sedih dan terisolasi ini kerap muncul, terutama selama minggu-minggu awal setelah persalinan.

 

5 dari 5 halaman

Fluktuasi Hormon

" Itu karena kadar estrogen dan progesteron turun. Pada saat yang sama, ada peningkatan pesat dalam tingkat prolaktin, untuk produksi ASI. Sampai hormon-hormon ini seimbang, para ibu baru jadi lebih emosional, mudah menangis, level kecemasan tinggi, mudah marah dan lainnya," ujar Hutcherson.

Faktor hormon secara internal sangat mempengaruhi kondisi emosi ibu. Tak hanya itu, dukungan dari orang terdekat sangat dibutuhkan. Jangan memojokkan ibu atau menganggap sepele saat ibu mengalami masalah emosi. Ajaklah konsultasi dengan dokter kandungan atau psikolog.

Sumber: Parents

Join Dream.co.id