Pertanyaan yang Selalu Hantui Anak Saat Orangtuanya Bercerai

Ibu Dan Anak | Kamis, 15 Oktober 2020 10:02
{IMAGE_NORMAL}

Reporter : Mutia Nugraheni

Kunci utama agar perceraian bisa diterima dan dicerna dengan baik oleh anak adalah dengan mengatakannya secara jujur

Dream - Memutuskan untuk mengakhiri pernikahan dengan bercerai tentunya dilakukan dengan penuh pertimbangan. Salah satunya kondisi anak-anak, yang pastinya akan sangat berdampak pada kondisi psikologis mereka.

Orangtua yang bercerai tak boleh diam saja dan memiliki 'utang' untuk menjelaskan pada anak-anak soal keadaan. Kondisi takut, bingung, khawatir akan muncul. Anak juga memiliki banyak pertanyaan di kepalanya yang mungkin takut diungkapkan.

Ada baiknya pada anak yang sudah besar baik ayah maupun ibu memberi penjelasan. Ketahui hal apa saja yang sering ditanyakan anak ketika orangtuanya akan atau sudah bercerai.

Intip pula jawaban bijak agar buah hati paham dan dampak emosional akibat perceraian bisa dihindari. Psikolog Ikhsan Bella Persada, M. Psi., menjelaskan bahwa anak perlu tahu dan dijelaskan apa itu perceraian.

“ Perlu dijelaskan, soalnya nanti anak bisa bingung, kok, tiba tiba mama papanya nggak bareng lagi. Akhirnya memengaruhi emosi dan perkembangan anak juga. Anak bisa berpikir bahwa dia yang menyebabkan mama papanya bertengkar. Dan akhirnya menyalahkan dirinya sendiri,” kata Ikhsan, dikutip dari KlikDokter.

 

{IMAGE_PAGING}
2 dari 5 halaman

Sesuaikan Usia Anak

Ikhsan juga memaparkan, kunci utama agar perceraian bisa diterima dan dicerna dengan baik oleh anak adalah dengan mengatakannya secara jujur. Begitu juga cara dalam menjawab pertanyaan yang diajukan anak.

“ Sesuaikan dulu dengan usia anak, karena tiap usia berbeda juga cara mencerna informasi si anak,” jelas Ikhsan.

Umumnya orangtua akan diberondong pertanyaan tentang perceraian ketika anak berusia balita hingga memasuki masa remaja. Ada kemungkinan juga anak usia balita akan bertanya lebih dari sekali mengapa ayah dan ibunya tak tinggal serumah lagi. Hindari menjawab pertanyaan sambil marah, membentak, atau bahkan hanya diam saja.

 

3 dari 5 halaman

Kenapa?

Risikonya, emosi anak bisa tidak stabil, rasa percaya dirinya mandek, dan perkembangan mental anak ke depan jadi terganggu akibat ortunya bercerai.

Anda harus selalu sabar dan bersedia menjawab setiap pertanyaan yang anak ajukan. Berikut cara menjawab pertanyaan anak tentang perceraian, sesuai saran dari psikolog.

“ Kenapa ayah dan ibu bercerai?"
Terkadang anak akan menyalahkan salah satu dari orangtuanya atas perpisahan yang terjadi. Bahkan, anak bisa berpikir bahwa dirinya adalah penyebab perpisahan orang tuanya.

Untuk menghindari hal itu, jangan jawab pertanyaan perceraian dengan kalimat, “ Papa kamu sudah nggak sayang lagi dengan kita” atau “ Ini gara-gara kamu nakal susah diatur, makanya Mama jadi pergi.”

Mau seberapa buruk alasan bercerai, jangan pernah mengatakan atau membuat anak berpikir bahwa mereka adalah penyebab perceraian. Sebaiknya katakan dengan bahasa yang bijak agar anak bisa paham dan tidak merasa bersalah. Misalnya seperti, " Ayah dan Mama sudah mencoba berbagai cara untuk bisa bareng-bareng, tapi kita tak bisa memperbaikinya.”

 

4 dari 5 halaman

“Apa Papa Mama Bakal Kembali Bersama Lagi?”

Terkadang, ada orang yang sudah yakin atau masih belum tahu apakah perceraian keputusan tepat yang diambil. Untuk menjawab pertanyaan tentang perceraian ini, katakan saja sesuai apa yang dirasakan.

Apabila yakin berpisah, bisa katakan, “ Papa dan Mama tidak akan bersama-sama lagi. Tapi, kita bakal pergi bareng dan ketemu sama-sama kok" .

Jika belum yakin apakah perceraian ini mantap diputuskan, jelaskan dengan kalimat, " Mama ngerti Adik mau kita tinggal sama-sama. Tapi, untuk sekarang, Mama dan Ayah tinggal di rumah berbeda dulu.”

 

5 dari 5 halaman

“Nanti Aku Tinggal Di Mana?”

Pertanyaan ini mungkin terlontar saat anak tahu bahwa orangtuanya tidak lagi tinggal bersama. Jawablah sesuai kenyataan. Misalnya, di hari kerja anak akan tinggal dengan ibunya. Sedangkan saat akhir pekan, bisa bersama ayahnya.

Untuk memperjelas, katakan dengan lembut ke anak, “ Dari Senin sampai Jumat, bisa di rumah sama Mama. Nanti di hari libur seperti Sabtu dan minggu, bisa menginap di rumah Papa" .

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id