Pertanda Jelas Saat Ibu Butuh 'Me Time', Jangan Diabaikan

Ibu Dan Anak | Senin, 19 Agustus 2019 08:03
Pertanda Jelas Saat Ibu Butuh 'Me Time', Jangan Diabaikan

Reporter : Mutia Nugraheni

Seluruh waktu dan pikiran dicurahkan untuk anak-anak, suami dan keluarga. Kepentingan diri sendiri cenderung selalu disisihkan.

Dream - Menjadi ibu bukanlah hal mudah. Kelelahan secara fisik dan emosi kerap dialami. Menghadapi anak-anak seharian, lalu dituntut menjadi sosok yang lembut dan teladan yang baik, bagi banyak ibu sangat sulit dilakukan.

Seluruh waktu dan pikiran dicurahkan untuk anak-anak, suami dan keluarga. Kepentingan diri sendiri cenderung selalu disisihkan. Tak heran banyak ibu yang mengalami stres hingga depresi tanpa ia sadari.

Kondisi fisik lama kelamaan bisa bermasalah, karena kondisi mental yang tak sehat. Hubungan dengan suami dan anak-anak juga bisa bermasalah. Dalam kondisi demikian, ibu sebenarnya butuh waktu sendiri untuk beristirahat.

Apa saja tanda-tandanya saat seorang ibu butuh 'me time'? Yuk, cari tahu

2 dari 6 halaman

Selalu Marah Tak terkendali

Tanda seorang ibu yang perlu istirahat adalah jika dia selalu marah. Mengekspresikan kemarahan sebenarnya bisa menjadi cara yang sehat untuk mengkomunikasikan perasaan negatif (lebih baik untuk mengeluarkannya daripada menyimpannya) atau dapat memotivasi seseorang untuk menyelesaikan masalah. Namun, bagaimana kemarahan ditunjukkan, terutama jika itu adalah masalah kronis, bisa menjadi tanda yang jelas dari masalah mendasar lainnya.

Dapat dimengerti, karena menjadi ibu adalah serangkaian tanggung jawab yang tidak pernah berakhir. Ibu bisa sangat kelelahan. Saat rasa lelah emosi memuncak, seluruh keluarga akan merasakannya. Penting untuk mengenali hal ini, bicarakan dengan pasangan kalau Anda butuh waktu sendiri dan beristirahat.

3 dari 6 halaman

Selalu Merasa Terganggu

Merasa terganggu, mudah tersinggung akan hal-hal kecil gejala lain saat seseorang sedang stres. Stres akut umumnya bersifat jangka pendek, dengan peningkatan tekanan darah dan detak jantung tetapi tidak cukup untuk menciptakan konsekuensi negatif yang mendalam pada otak dan tubuh.

Stres episodik dan kronis pada tubuh, yaitu kapanpun stres terjadi setiap hari dan dalam jangka waktu yang lama, dapat menciptakan gejala fisiologis. Jadi jika ibu merasa sangat mudah marah, mudah menangis dan kecewa, bisa jadi butuh waktu untuk sendiri.

4 dari 6 halaman

Merasa Sangat Kesepian

Banyak ibu yang merasakan perasaan kesepian. Mungkin ada suara anak-anak yang tak ada hentinya, namun tak ada orang lain untuk bertukar pikiran. Sementara suami baru pulang larut malam, lalu ia tidur.

Hal ini membuat ibu seperti terisolasi dari dunia luar. Sesekali, penting bagi ibu untuk menghabiskan waktu sendiri. Bisa berkumpul dengan teman lama, berbincang dengan orang lain atau kerabat dekat tanpa membawa anak-anak.

Sumber: Moms

5 dari 6 halaman

Sibuk Bekerja? Tetap Jaga 'Bonding' dengan Buah Hati

Dream - Pekerjaan tak akan habisnya menyita perhatian kita. Apalagi kini akses pekerjaan bisa dilakukan di mana pun. Perhatian ayah dan ibu kerap terlalu fokus dengan pekarjaan dan sering lupa untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama anak.

Meski hanya ada sedikit waktu, usahakan untuk membuatnya jadi waktu yang berkualitas. Anak juga pasti rindu orangtuanya di antara jadwal sekolah dan aktivitasnya sehari-hari.

Untuk menjaga ikatan dengan buah hati, coba lakukan 4 langkah ini, seperti dikutip dari Fimela.com.

1.Membuat rutinitas 
Buat jadwal kegiatan khusus dengan anak, entah itu harian ataupun saat akhir pekan. Akan lebih baik jika bisa menghabiskan akhir pekan secara khusus untuk anak tanpa gangguan kepentingan lain. Jika pulang tidak larut malam, bisa berbicara santai dengan anak atau membacakan cerita sebelum ia tidur.

2. Menggabungkan aktivitas
Aktivitas yang kira-kira bisa dijadikan satu seperti misalnya mengantarkan ke sekolah ternyata satu arah dengan berangkat ke kantor. Ada meeting di restoran, sekaligus ajak makan anak. Jika sekiranya ada aktivitas yang bisa digabungkan dengan membawa serta si kecil, lebih baik lakukan.

6 dari 6 halaman

Atur Pola Pekerjaan

3. Atur beban pekerjaan
Pekerjaan di sini bukan hanya dari kantor, tapi juga dari pekerjaan rumah. Selalu sisihkan 1-2 jam bersama anak setelah pulang kerja atau menemaninya belajar. Akan lebih baik menolak pekerjaan di akhir pekan dan punya kesempatan bersama anak dibanding gaji super besar namun tak pernah bertemu anak.

4. Kurangi kegiatan tak perlu
Buat skala prioritas, dan tempatkan anak di urutan teratas. Sebisa mungkin menggunakan waktu dengan efisien dengan mengesampingkan kegiatan-kegiatan yang tak perlu. Anak tetap butuh perhatian, meski Anda tahu anak mengerti dengan kesibukan pekerjaan.

Laporan Febi Anindya Kirana/ Sumber: Fimela.com

Join Dream.co.id