Penetapan Nasab Anak dalam Islam, Ketahui Hukumnya

Ibu Dan Anak | Selasa, 11 Agustus 2020 10:05
Penetapan Nasab Anak dalam Islam, Ketahui Hukumnya

Reporter : Mutia Nugraheni

Nasab anak dengan ayahnya ditetapkan melalui jalan agama, bukan jalan pembuktian biologis

Dream - Lahirnya anak-anak ke dunia tak lepas dari darah ayah dan ibunya. Untuk itu salah satu tujuan menikah secara agama adalah agar anak jelas keturunan atau nasabnya.

Anak yang lahir pun menjadi jelas siapa ayah dan ibunya, serta keluarganya. Penting bagi umat Islam, terutama orangtua mengetahui hukum penetapan nasab anak dalam Islam.

Dikutip dari Bincang Muslimah, menurut Syekh Ali Jum’ah, salah satu ulama yang menjadi mufti di Al-Azhar Mesir telah memberikan jawabannya di dalam Fatawa Asriyahnya bahwa nasab antara anak dan ibunya ditetapkan dari sisi biologisnya.

Sementara, nasab anak dengan ayahnya ditetapkan melalui jalan agama, bukan jalan pembuktian biologis. Artinya, anak yang dihasilkan dari perzinaan, nasabnya tidak mengikuti lelaki pelaku perzinaan tersebut.

 

2 dari 3 halaman

Mengapa demikian?

Sebab, hubungan antara ayah dan ibunya terjadi bukan dengan akad nikah yang sah, meskipun sang lelaki benar-benar ayah biologisnya dan dikandung serta dilahirkan oleh ibu pasangan zinanya.

Jadi, pada anak yang lahir karena orangtuanya berzina, hukum mahram dan waris berlaku menurut penetapan nasab. Nasab anak tidak terhubung dengan ayahnya kecuali jika dia dihasilkan dari hubungan yang sah antara ayah dan ibunya.

Artinya, jika tidak ada akad nikah yang sah, maka tidak ada nasab. Demikian kesepakatan semua fuqaha’ (ahli hukum Islam/fiqih), dan tercantum dalam undang-undang Mesir.

 

3 dari 3 halaman

Berdasarkan Akad Nikah

Atas dasar itu, penetapan nasab merupakan turunan dari akad nikah yang sah, atau yang rusak, atau dari persetubuhan yang mengandung syubhat. Seorang hakim harus memikirkan segala kemungkinan yang ada agar dapat menetapkan nasab dengan benar.

Jadi, jika seorang hakim memiliki bukti pasti bahwa sang anak dilahirkan dari pernikahan yang sah, atau dia benar-benar sudah meyakini hal itu di dalam hatinya, maka dia harus menetapkan bahwa nasab sang anak terhubung dengan ayahnya.

Jika sudah terbukti bahwa pernikahan yang sah tidak terjadi, atau terjadi akad nikah tetapi rukun dan syaratnya tidak sempurna, maka seorang hakim wajib memutuskan bahwa nasab sang anak tidak tersambung dengan ayahnya. Meskipun seandainya tes DNA memutuskan sebaliknya, mengingat nasab anak dengan ayahnya hanya bisa ditetapkan dari sisi agama, bukan dari sisi pembuktian biologis.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id