Pembelajaran Jarak Jauh Saat Covid-19 Bisa Jadi Program Strategis

Belajar dari rumah (Foto: Shutterstock)
IBU DAN ANAK  |  3 Juni 2020 17:06

Orangtua dan guru jadi lebih bisa bekerja sama.

Reporter : Mutia Nugraheni

Dream - Pandemi Covid-19 mau tak mau mengubah sistem pendidikan Indonesia. Para murid dan mahasiswa belajar dari rumah dengan segala keterbatasan fasilitas. Para guru dan dosen pun membuat sistem agar transfer ilmu tetap dilakukan, sehingga para murid tetap mendapat haknya untuk belajar.

Kondisi ini memang seperti memaksa, tapi sistem pembelajararn jarak jauh (PJJ) harus dilakukan, terutama dengan berkembangnya teknologi informasi seperti sekarang. Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, yang sebelumnya menempuh pendidikan jarak jauh di Universitas Terbuka (UT) memberikan opininya terkait hal ini dalam Webinar Pembelajaran Jarak Jauh Sebagai Role Model Pembelajaran Utama di Era New Normal yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka, hari ini 3 Juni 2020.

" Kita baru sadar pendidikan jarak jauh memiliki nilai luar biasa. Kita harus menaruh hormat pada pendiri UT karena sudah berpikir jauh. Dengan Covid- 19, itu (PJJ) sebuah jawaban riil bukan lagi konsep, dan termasuk pemikiran yang strategis," ungkapnya.

 Moeldoko

(Moeldoko/ Sumber: Instagram Moeldoko)

Menurut Moeldoko, PJJ memang memiliki kelebihan dan kekurangan. Seperti jika infrastruktur tak memadai atau sumber daya manusia yang belum adaptif dengan teknologi.
Meski demikian, konsep PJJ juga membuat orangtua dan guru jadi lebih bisa bekerja sama.

" Sebenarnya pendidikan jarak jauh hal yang bagus. Awalnya pendidikan karakter saling lempar, antara guru dan orangtua. Kini orangtua ikut aktif perkembangan anaknya. Saya harap covid membawa berkah, membuat kita belajar antisipasi," ungkapnya.

Kendala yang muncul selama PJJ dilakukan selama pandemi, justru bisa dijadikan bahan evaluasi. Nantinya, jika terjadi sesuatu hal yang memaksa para murid untuk belajar di rumah, konsep dan sistemnya sudah terbentuk.

" Saya juga pesan kepada dunia pendidikan untuk melihat berbagai persoalan. Seperti media, infrastruktur, kemampuan kontro. Juga harus dibuat alat kontrol perkembangan anak yang belajar dari rumah," kata Moeldoko.

Berkebun di Atap Rumah, Solusi Hobi Bertanam di Lahan Sempit
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Eksklusif! Ical DA, Percaya dengan Alat Makan Sendiri
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :