Orangtua Bercerai, Pastikan Psikologis Anak Disiapkan

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
IBU DAN ANAK  |  12 Januari 2021 16:03

Kesehatan emosi anak wajib jadi prioritas.

Reporter : Mutia Nugraheni

Dream - Perceraian apapun alasannya akan sangat berdampak bagi anak-anak. Kekhawatiran terbesar orangtua saat memutuskan bercerai salah satunya adalah buah hati. Sebisa mungkin, jangan libatkan anak dalam konflik menyakitkan dan berkepanjangan.

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dapat mengatasi perceraian orangtua dengan baik, asalkan masa depan anak dibahas dengan penuh kebijaksanaan. Penting juga diketahui faktor risiko utama anak-anak ketika orangtua bercerai adalah ketika situasi ekonomi anak memburuk, ketika salah satu orang tua meninggalkan anak atau tidak tetap berhubungan dekat, saat orangtua terus bertengkar.

" Juga ketika salah satu atau kedua orangtua berantakan' dan berhenti menjadi orang tua yang bertanggung jawab, ini akan sangat menyedihkan bagi anak," kata Dr. Laura Markham, pendiri Aha Parenting, yang juga psikolog klinis.

Lalu bagaimana melindungi anak-anak dari dampak buruk perceraian orangtua?

1. Kesehatan emosi anak jadi prioritas
Pertama, bagi ayah dan ibu yang bercerai harus berkomitmen kalau kesehatan emosional anak adalah prioritas bersama. Mungkin orangtua tak lagi terikat pernikahan,tetapi akan selalu menjadi mitra pengasuhan anak. Terus tegaskan hal ini kepada diri sendiri setiap kali marah pada mantan pasangan. Terus tegaskan hal itu juga kepada mantan saat mencontohkan kedewasaan dalam semua interaksi.

 

Selanjutnya : Kehadiran Kedua Orangtuanya
Biaya Haji 2021 Diperkirakan Naik Jadi Rp 44 juta, Ini Hitunganya
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Atta Halilintar Tersandung Ucapan Soal Suami
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :