Mensa Mencari Anak-anak Jenius di Lingkungan Kumuh

Ibu Dan Anak | Rabu, 29 Maret 2017 14:03
Mensa Mencari Anak-anak Jenius di Lingkungan Kumuh
Salah Satu Area Kumuh Di India

Reporter : Mutia Nugraheni

Tak ada yang menyangka kalau bocah yang tinggal di lingkungan kumuh ini IQ setara dengan IQ astronot.

Dream - Mensa, sebuah organisasi tempat berkumpulnya orang-orang dengan intelligence quotient (IQ) tinggi selalu mencari bibit-bibit baru. Bukan hanya di negara maju, tapi juga di negara berkembang. Termasuk mendatangi pelosok-pelosok kumuh yang ternyata jadi tempat tinggal anak-anak dengan ber-IQ tinggi.

Seperti yang dilakukan tim dari Mensa International saat mendatangi kawasan kumuh Gurugram, India. Siapa sangka di kawasan tersebut terdapat dua anak super jenius yang memiliki IQ tinggi, yaitu Ritu Paswan (12) dan Varsha Kumari (14).

Ritu memiliki IQ 145, yang secara teknis lebih tinggi dari astronot. Level IQ-nya tersebut juga lebih tinggi dari IQ Hillary Clinton yang levelnya 140. Gadis India tersebut bercita-cita menjadi dokter.

" Aku ingin menjadi dokter saat besar. Aku pasti 100 persen, aku bisa menjadi dokter," kata Ritu.

Sementara Varsha, IQ-nya 138, 3 poin lebih rendah dibandingkan IQ Neil Armstrong, manusia pertama yang menginjakkan kaki di bulan dengan IQ 141. Varsha ingin menjadi astronot, tapi sayang sang ibu tak mengizinkan.

 

 Varsha Kumari© SBS

(Varsha Kumari/ Foto: SBS)

Kenyataannya, impian besar kedua gadis tersebut untuk bersekolah dan menggapai cita-cita bukan perkara mudah. Keterbatasan ekonomi membuat mereka sulit mendapat akses pendidikan yang berkualitas dan memadai.

Padahal mereka punya modal yang sangat besar, yaitu level IQ yang sangat tinggi. Dengan IQ tinggi sebenarnya Ritu dan Varsha bisa menjadi apa saja yang mereka inginkan.

Terkait hal itu, Mensa International memberikan fasilitas pendidikan yang layak untuk keduanya. Mensa sebelum melakukan identifikasi dan tes IQ pada Ritu dan Varsha, hasilnya memang IQ mereka tergolong sangat tinggi, di atas rata-rata.

" Oleh Mensa mereka diidentifikasi sebagai anak-anak dengan bakat luar biasa dan mendapat beasiswa. Sehingga bisa membantu mereka dari hambatan-hambatan yang mereka miliki, seperti kemiskinan, dan budaya," ujar Calliste Weitenberg, produser dari SBS Dateline, yang mendokumentasikan pencarian anak-anak ber-IQ tinggi.

Ritu tinggal di lingkungan di mana semua wanita yang ada di sana tidak pernah menyelesaikan sekolah mereka. Sedangkan Varsha dan keluarganya, menghadapi kesulitan secara ekonomi.

" Hal simpel seperti menemukan ruang atau peralatan untuk belajar di rumah seperti buku, pensil, kertas, sangat sulit," ujar Calliste.

 

Laporan Gemma Fitri Purbaya


Sumber: KidSpot

 

 

Join Dream.co.id