Menguak Fakta Soal Anak 'Favorit' dalam Keluarga

Ibu Dan Anak | Selasa, 27 Oktober 2020 12:04
{IMAGE_NORMAL}

Reporter : Mutia Nugraheni

Sering tak disadari orangtua, tapi anak yang lain merasakannya.

Dream - Bagi para orangtua, bila ditanya 'apakah memiliki anak favorit/ kesayangan?', jawaban bijak cenderung akan dilontarkan. Tentunya orangtua tak mau menyakiti hati buah hatinya dengan mengungkap siapa anak kesayangannya.

Bagaimana faktanya? Penelitian menunjukkan bahwa ada kemungkinan besar orangtua memang memiliki anak kesayangan atau yang paling disukai, baik disadari maupun tidak. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Family Psychology menemukan 74% ibu dan 70% ayah melaporkan perlakuan istimewa terhadap satu anak.

Orangtua yang terlibat dalam penelitian ini tidak menunjukkan anak mana yang mereka sukai, tapi anak-anak mereka sering kali dapat merasakan anak mana yang menjadi kesayangan orangtuanya.

" Biasanya, anak favorit ini tidak ada hubungannya dengan mencintai satu anak lebih dari yang lain. Ini lebih mungkin didasarkan pada bagaimana kepribadian orangtua selaras dengan kepribadian anak. Meski orang tua mengenali kondisi tersebut, mereka tetap enggan mengakui karena takut menyakiti perasaan anak lain," kata Sherri Gordon, seorang pakar pengasuhan anak, dikutip dari VeryWell

 

{IMAGE_PAGING}
2 dari 7 halaman

Tiap Anak Unik

Orangtua juga cenderung khawatir bahwa mereka mendiskriminasi anak-anak mereka dan tidak memperlakukan secara adil, meskipun berusaha keras untuk tidak melakukannya. Jika sangat khawatir menunjukkan pilih kasih dalam pengasuhan, hindari melakukan perbandingan.

" Setiap anak perlu tahu bahwa mereka memiliki hal-hal yang membuatnya unik dan spesial. Tetapi ketika orangtua membandingkan anak-anak , pesan ini hilang. Bahkan hanya memuji satu anak di depan anak lain dapat membuat mereka bertanya-tanya," kata Gordon.

 

3 dari 7 halaman

Hindari Membuat Perbandingan

Alih-alih membuat perbandingan, coba secara konsisten menunjukkan hal-hal positif pada setiap anak. Misalnya, ayah atau ibu dapat mengomentari seberapa keras seorang anak mengerjakan sebuah proyek dan mengomentari betapa bijaksana anak lain ketika bisa mengontrol emosinya.

Penting untuk diingat bahwa hubungan dengan setiap anak sama seperti hubungan lainnya. Pasti ada naik turun, konflik, kehangatan. Gabungan semuanya akan membuat hubungan orangtua dan anak makin solid.

4 dari 7 halaman

Sikap Memanjakan Anak Remaja yang Sering Tak Disadari Orangtua

Dream - Anak remaja seharusnya sudah dibiasakan dengan kedisiplinan dan tanggung jawab. Sayangnya, orangtua sering lupa untuk membiasakan dua hal tersebut. Sikap memanjakan juga kerap dilakukan tanpa disadari.

Orangtua memiliki kecenderungan ingin membuat anaknya selalu nyaman, bahagia, agar keadaan anak jauh lebih baik dari orangtuanya. Dampaknya adalah, selalu memberikan segalanya atau memanjakan berlebihan.

" Memanjakan dianggap berlebihan jika orangtua ingin anak selalu senang atau selalu membuatnya melakukan hal menyenangkan untuk dirinya sendiri. Saat ini, mengasuh anak lebih fokus pada 'Apakah anak saya bahagia daripada saya saat seumurnya?'. Hal ini bisa jadi buruk," kata Hank Olwell, seorang pakar pengasuhan anak.

Hasil akhirnya adalah meskipun orangtua selalu memenuhi kebutuhannya, anak menjadi merasa lebih tidak aman dan mudah cemas. Anak tidak benar-benar siap untuk menghadapi bagaimana kehidupan sebenarnya, memikul tanggung jawab dan akan menghadapi kenyataan kalau ada kepuasan yang harus tertunda.

Ada beberapa sikap orangtua yang sebenarnya sangat memanjakan anak dan sering tak disadari. Akan lebih baik jika ayah bunda tidak melakukan hal ini.

 

5 dari 7 halaman

1. Membiarkan anak tak menyelesaikan tugas sekolahnya

Tugas sekolah bukan sekadar demi mendapat nilai akademik yang baik, anak juga belajar bertanggung jawab. Termasuk juga dibiasakan dengan etos kerja, kedisiplinan dan sebab akibat.

Semua hal yang dimulai harus diselesaikan dengan baik, termasuk urusan sekolah. Jadi pastikan anak remaja bertanggung jawab atas tugas-tugasnya di sekolah.

 

6 dari 7 halaman

2. Membereskan Kamar Anak

Masa remaja identik dengan berantakan dan tidak teratur, tetapi ini tak selalu tepat. Justru di usia tersebut anak harus diajarkan untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Mulai dari kamar pribadi. Hindari selalu membersihkan dan membereskan kamarnya. Buat aturan yang jelas kalau anak harus merapikan sendiri karena itu tanggung jawabnya.

 

7 dari 7 halaman

3. Tak memberi tugas rumah tangga

Situasi rumah adalah tanggung jawab orang yang ada di dalamnya. Mungkin ada asisten rumah tangga, tapi anak tetap memiliki tanggung jawab atas kondisi rumah. Kita tidak tahu kondisi ekonomi bakal selalu baik atau tidak.

Untuk itu memberikan tanggung jawab rumah sangat penting bagi anak. Misalnya, dengan memberi tugas mencuci mobil, motor atau barang yang sering digunakannya. Menyapu halaman, mencuci piring atau mungkin mencuci pakaian dalamnya sendiri. Hal tersebut terdengar sepele tapi bakal jadi modal penting dalam kehidupannya kelak.

 

Join Dream.co.id