Menguak 5 Bahasa Cinta Orangtua Pada Buah Hati

Ibu Dan Anak | Kamis, 18 April 2019 10:07
Menguak 5 Bahasa Cinta Orangtua Pada Buah Hati

Reporter : Mutia Nugraheni

Ada yang sulit sekali mengeluarkan ucapan "ayah/ibu sayang kamu".

Dream - Tidak semua orang bisa dengan mudah mengungkapkan rasa sayang dan cinta dirasakannya. Termasuk para orangtua yang tentu sangat mencintai anak-anaknya. Rasanya, sulit sekali mengeluarkan ucapan " ayah/ibu sayang kamu" .

Mungkin di film atau sinetron ungkapan sayang secara frontal tersebut terasa mudah. Bagi mereka yang tak biasa, akan sangat sulit mengatakannya. Banyak yang lebih memilih mengungkapkan cinta melalui hal-hal kecil sehari-hari.

Kalau Sahabat Dream tipe yang mana? Ternyata menurut Gary Chapman, seorang doktor filsafat, ada lima jenis bahasa cinta. Tiap orang memiliki bahasa cinta yang berbeda. Yuk, cari tahu.

1. Kata-kata afirmasi
Biasanya dilntarkan oleh orangtua yang kerap memberikan respons positif dan kata-kata penuh semangat untuk anaknya. Seperti mengucapkan terima kasih, memujinya atau mengatakan sangat senang saat bertemu anak-anaknya. Hal ini rupanya sangat efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri anak.

2 dari 3 halaman

Hadiah dan Jasa

2. Memberi hadiah
Anak-anak sangat suka hadiah, hal ini juga jadi 'bahasa' cinta. Ada orangtua yang mengungkapkan cinta dengan hadiah seperti permen, cokelat atau mainan. Anak juga bisa membalasnya dengan gambar yang dibuatnya di sekolah, daun atau bunga yang dipungutnya di halaman atau barang lain yang ia dapatkan.

3. Memberi 'jasa'
Pada saat tertentu, aksi nyata lebih berharga dibandingkan kata-kata. Bahasa cinta ini biasanya milik para ayah. Mereka selalu siap mengantar jemput anak ke mana pun, menggendongnya meski sangat kelelhan, membantu mengerjakan PR. Selalu memberikan yang terbaik untuk anak meskipun jarang sekali terlontar 'I love you" dari mulutnya.

3 dari 3 halaman

Waktu dan Sentuhan

4. Waktu berkualitas
Artinya menyediakan waktu hanya untuk anak, baik fisik maupun pikirannya. Biasanya dilakukan orangtua yang bekerja. Sepulang kerja, langsung menaruh ponsel dan bermain bersama anak. Mengurusnya hingga hal-hal kecil. Perhatian benar-benar untuk anak dan tak mau terdistraksi sedikit pun.

5. Sentuhan fisik
Anak-anak terutama balita membutuhkan sentuhan fisik dari orangtuanya. Pelukan, kecupan, belaian hangat setiap hari akan sangat berdampak pada psikologisnya. Hal itu akan membuat kepribadiannya jadi lebih hangat, tidak kaku dan ia tahu kalau orangtuanya adalah sumber kehangatan dan kenyamanan.

Sumber: Todays Parent

Join Dream.co.id