Mengenal KiVa, Metode Anti Bullying di Finlandia

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
IBU DAN ANAK  |  31 Maret 2019 10:19

Diadapatasi di negara-negara latin hingga Eropa.

Reporter : Mutia Nugraheni

Detail Program KiVa

Penasaran seperti apa implementasinya di sekolah? Berikut bocorannya.

- Pengaduan Anonim

Metode ini menggunakan kotak surat virtual di mana kasus-kasus intimidasi dapat dilaporkan secara anonim. Siapa pun bisa melaporkan dan identitasnya terlindungi.

- Guru terlatih

Terdapat guru khusus yang dapat dipercaya. Hal ini karena anak-anak membutuhkan orang dewasa di sekolah yang mendengarkan dan memahami. Pada waktu istirahat, guru memantau perilaku mereka.

- Dukungan pihak sekolah

Pihak sekolah akan mendukung korban bullying dan menyadarkan para saksi. Akan ada 3 ahli guru yang akan bertugas meyakinkan korban dan berdialog dengan pelaku intimidasi sampai masalahnya selesai.

Bisnis Unik Ini `Lindungi` Anak dari Bullying di Sekolah

- Anak belajar emosi

Anak juga diajarkan menganalisis emosi dan nilai-nilai. Mereka juga belajar bagaimana mengidentifikasi emosi yang dirasakan teman-teman mereka melalui bahasa non-verbal dan berusaha untuk memiliki empati dan rasa hormat kepada orang lain.

Metode ini ternyata sangat efektif. Pada 2015 lalu, fase pertama implementasi program anti-intimidasi KiVa diterima di negara-negara Amerika Latin di Argentina, Kolombia, Spanyol, Meksiko, dan Chili.

Saat ini, kontennya hanya tersedia dalam bahasa Inggris, sehingga mulai digunakan di sekolah bilingual. Negara-negara lain seperti Belanda, Inggris, Jerman, Belgia, Italia, Luksemburg, Estonia, Swedia, Selandia Baru, dan Hongaria juga sudah mulai menggunakan metode ini di beberapa sekolah mereka.

Mungkin bisa juga diadaptasi di Indonesia, mengingat kasus-kasus bullying cukup sering terjadi.

BERANI BERUBAH: Mobil Wifi Penyelamat Siswa
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
BERANI BERUBAH: Mobil Wifi Penyelamat Siswa
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :