Mengapa Jumlah Kambing Aqiqah Anak Lelaki dan Perempuan Berbeda?

Ibu Dan Anak | Jumat, 13 Agustus 2021 10:06

Reporter : Mutia Nugraheni

Cari tahu latar sejarahnya.

Dream - Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan para orangtua untuk menyembelih kambing setelah dikaruniai buah hati. Hal ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.

Tak lupa, penting untuk membagikan hidangan kambing yang telah dimasak pada tetangga serta kerabat. Untuk jumlah kambing yang disembelih tergantung jenis kelamin anak.

Jika lahir anak lelaki, maka diminta untuk memotong dua kambing. Sementara jika yang lahir adalah anak perempuan, maka cukup motong satu kambing saja. Dikutip dari BincangSyariah.com, hal tersebut berdasarkan riwayat Ummu Kurz Al-Ka’biyyah ra. dalam kitab Al-Muhadzzab karya Abu Ishaq As Sirazi tentang akikah.

Ia bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang akikah. Rasul lalu menjawab bahwa untuk bayi laki-laki dua ekor kambing dan untuk bayi perempuan satu ekor saja.

 Al Muhazab Akikah© Bincang Syariah

Artinya: " Sunnah untuk disembelih (berakikah) dua ekor kambing yang setara umurnya untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan berdasarkan riwayat Ummu Kurz Ra. Ia bertanya kepada Rasulullah saw tentang akikah, lantas Rasul menjawab, “ Bagi anak laki-laki dua ekor kambing yang sama, dan bagi anak perempuan satu ekor kambing.”

 

Setelah melihat penjelasan tersebut, jelas sudah bahwa jumlah kambing yang disembelih untuk anak laki-laki dan anak perempuan berbeda walaupun itu hanya sebuah anjuran. Artinya, walau hanya mampu menyembelih satu kambing saja maka tidak apa-apa dan tetap diperbolehkan.

 

Mengapa Jumlah Kambing Aqiqah Anak Lelaki dan Perempuan Berbeda?
Akikah
2 dari 5 halaman

Latar sejarah

Dibedakannya jumlah sembelihan hewan untuk akikah antara anak laki-laki dan perempuan itu tidak lepas dari situasi dan kondisi sosial bangsa Arab masa lalu, di mana semua orang tua pada saat itu lebih mengharapkan kehadiran anak laki-laki ketimbang anak perempuan. Dengan kata lain, kebahagian mereka ketika mendapatkan anak laki-laki itu melebihi dari mendapatkan anak perempuan.

Itulah sebabnya, jumlah kambing sembelihan akikah dibedakan, yaitu dua ekor untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan. Jika hanya mampu menyediakan satu ekor kambing sembelihan akikah saja untuk anak laki-laki sama seperti halnya jumlah untuk anak perempuan, maka tetap diperbolehkan dan sah-sah saja. Selengkapnya baca di sini

3 dari 5 halaman

Ingat Ayah Bunda, Ini Ciri Anak Penyejuk Hati Orangtua dalam Islam

Dream - Hadirnya buah hati dalam keluarga tentunya memunculkan banyak kebahagiaan dan pengharapan. Orangtua pun dianjurkan untuk mengasuh anak-anaknya agar memiliki akhlak yang baik dan menjadi penyejuk hati atau qurratu a’yun.

Dikutip dari Bincangmuslimah.com, dalam kamus al-Munawwir, qurratu a’yun bermakna buah hati, biji mata, kesayangan dan kekasih. Berasal dari kata al-Qurra yaitu kedinginan, kesejukan, dan al-ainu yang bermakna mata. Juga bermakna penyejuk hati, pelipur lara dan sumber kegembiraan bagi kedua orangtua. Sebagaimana telah Allah jelaskan dalam Qs. al-Furqan [25]: 74.

 Al Furqan  ayat 25© Bincang Muslimah

" Dan orang orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa qurratu a’yun merupakan doa dan harapan yang dipanjatkan oleh semua orangtua agar keturunannya/anak-anaknya menjadi penyambung kebaikan dan ketakwaan dari orangtuanya. Lalu apa ciri-ciri anak yang qurratu a’yun?

 

4 dari 5 halaman

Saleh dan saleha

Ciri-ciri dari nikmat qurratu a’yun adalah saleh dan saleha. Semua pasangan suami dan istri sangat mengharapkan anak-anaknya menjadi anak yang baik. Keturunan yang saleh dan saleha akan menjadi tabungan pahala bagi kedua orangtuanya kelak. Tidak ada orangtua yang berdoa keburukan untuk anak-anaknya.

Anak yang taat beribadah
Salat merupakan amalan yang akan dihisab oleh Allah SWT di yaumul hisab kelak. Jika dalam keluarga taat beribadah kepada Allah SWT, maka akan diberikan keselamatan dunia akhirat. Sebagaimana dalam Qs. Ibrahim ayat 40 “ Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat”. Nabi Ibrahim sangat berharap pada Allah swt agar mengabulkan doanya dan meminta ampun bagi dirinya dan kedua orangtuanya serta orang-orang beriman.

 

5 dari 5 halaman

Mencintai Allah dan Rasulullah

Rasa cinta pada Allah SWT merupakan cinta yang paling tinggi. Selain itu juga bentuk rasa syukur yang paling indah dari seorang hamba kepada pencipta-Nya. Tidak ada gunanya berharap dengan sesama makhluk, karena akan menciptakan kesedihan.

Selain rasa cinta pada Allah, cinta kepada Rasulullah merupakan pondasi keislaman. Kenalkan sosok Rasulullah pada anak yang merupakan suri tauladan sepanjang masa. Seperti mengajak anak-anak bersalawat, menceritakan kisah-kisah sahabat Rasulullah dan sebagainya.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id