Mendidik Anak, Quraish Shihab Ingatkan Orangtua Jangan Sampai Tak Belajar

Ibu Dan Anak | Senin, 12 Oktober 2020 10:02
Mendidik Anak, Quraish Shihab Ingatkan Orangtua Jangan Sampai Tak Belajar

Reporter : Mutia Nugraheni

Belajarlah dimulai saat anak belum lahir.

Dream - Pengalaman ulama dan orang-orang tua yang telah mendidik anak selama puluhan tahun jadi pelajaran yang berharga. Terutama bagi pasangan suami istri yang baru saja memiliki anak.

Mengasuh anak memang bukan sebuah hal yang mudah. Anak merupakan titipan Allah SWT dan bukan milik orangtuanya. Untuk itu kita harus mendidiknya sesuai dengan yang diajarkan Allah SWT.

Dikutip dari Bincang Muslimah, Prof. Quraish Shihab dalam sebuah acara kultum menjelaskan bahwa orangtua, baik ayah dan ibu wajib mendidik, melindungi dan memberi keteladanan kepada anaknya. Dalam pandangan agama, pendidikan anak seharusnya sudah dipersiapkan sebelum anak lahir.

Beliau mengisahkan ada seorang ayah yang berkata kepada anaknya, ‘“ Aku mendidikmu sebelum engkau lahir’. Sang anak heran, ‘Bagaimana ayah?’ Sang ayah menjawab, ‘Ku pilihkan untukmu, ibu yang baik, sehingga engkau terdidik oleh ibu yang baik. Seandainya aku memilih untukmu ibu yang tidak pandai mendidik, niscaya engkau tidak akan terbentuk seperti sekarang,” yang dimaksud adalah anak yang baik akhlaknya.

Penulis Tafsir Al-Misbah ini juga menuturkan bahwa perilaku, kondisi dan situasi yang meliputi kedua orang tua dari bayi yang masih di dalam kandungan juga memengaruhi kepribadian dan perkembangan jiwa anak.

Oleh sebab itu, agama selalu menganjurkan agar kedua orangtua selalu dalam kesucian, juga selalu mendoakan anak agar selalu terlindungi dari rayuan dan godaan setan.

 

2 dari 3 halaman

Tauhid

Pendidikan terhadap anak harus dilibatkan jauh sebelum anak lahir sampai anak itu lahir. Misalnya, saat anak lahir, maka perdengarkanlah suara azan dan iqamah. Keduanya adalah isyarat pendidikan ketauhidan.

Sejak dini anak sudah dikenalkan dengan Tuhan Yang Maha Esa, dan menamkan ke dalam jiwa sang anak untuk selalu salat dan dekat dengan Allah SWT. Inilah makna adzan dan iqamat yang diperdengarkan kepada sang bayi yang baru lahir.

 

3 dari 3 halaman

Terus Belajar

“ Sejak dini, tanamkan dalam jiwa anak-anak anda tentang kepercayaan, tentang keesaan Allah SWT. Ini adalah bekal yang terbesar,” ujar Prof. Quraish.

Beliau juga memberi nasihat kepada para orang tua agar jangan sampai menjadi orangtua yang tidak belajar, sehingga tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan anak baik tentang Tuhan maupun selain-Nya.

Pertanyaan yang seringkali dilontarkan oleh anak, ketika orangtua menjelaskan bahwa Allah yang menciptakan alam raya; gunung, matahari, dan bulan, adalah pertanyaan tentang “ Lalu siapakah yang menciptakan Allah?”. Dalam konteks inilah orangtua harus terus mau belajar agar tidak sampai memberikan jawaban yang membingungkan anak.

Selengkapnya baca di Bincang Muslimah.

Join Dream.co.id