Membiarkan Anak Menangis Ternyata Ada Manfaatnya

Ibu Dan Anak | Jumat, 20 November 2020 10:36
Membiarkan Anak Menangis Ternyata Ada Manfaatnya

Reporter : Mutia Nugraheni

Mengapa kita tak perlu buru-buru menenangkan anak yang menangis?

Dream - Melihat anak menangis, orangtua sering kali merasa takut, kesal, dan cemas. Sebisa mungkin kita akan mencari cara untuk menghentikan tangisannya dan membuat buah hati tenang kembali.

Sesekali, biarkan anak menangis. Terutama ketika mereka sedang terjebak konflik atau emosi. Menangis tak selalu buruk untuk emosi anak. Pada beberapa kondisi, anak justru butuh menangis untuk mengeluarkan emosi negatifnya.

Mengapa kita tak perlu buru-buru menenangkan anak yang menangis?

Menangis melepaskan ketegangan dan perasaan tidak enak
Menangis adalah cara alami untuk menandakan bahwa ada sesuatu yang salah, saat anak-anak tumbuh, makna air mata semakin meluas. Mereka pun jadi terbiasa untuk mencari cara mengurangi stres dan perasaan buruk, salah satunya dengan menangis.

Saat kita stres, tubuh melepaskan kortisol. Hormon ini menghalangi bagian otak mereka yang bertanggung jawab untuk memecahkan masalah. Nah, air mata mengurangi sejumlah level kortisol, menjadikannya cara alami tubuh untuk membuat anak merasa lebih baik.

 

2 dari 5 halaman

Adaptasi

Ada banyak aturan dan batasan yang mungkin tidak disukai anak-anak. Kita mungkin pernah menyaksikan anak-anak menangis karena mereka tidak bisa main hingga malam, menginjak mainan atau mengambil susu kakak/ adiknya.

Saat ini terjadi, air mata sebenarnya membantu si kecil untuk menerima kenyataan dan beradaptasi dengannya. Ketika anak berubah dari marah menjadi air mata, otak mereka beralih dari mengejar ke kesedihan dan telah memproses ketidakmampuan dari apa yang mereka harapkan.

 

3 dari 5 halaman

Emosi dan Sosial

Air mata meningkatkan perkembangan sosial dan emosional
Anak-anak perlu diizinkan untuk mengalami dan mengekspresikan perasaan mereka. Tugas orangtua adalah memastikan bahwa ini sesuai dengan batasan mereka, seperti tidak menyakiti diri sendiri atau orang lain dan tidak merusak barang di sekitar mereka.

Ketika anak-anak diperbolehkan untuk mengekspresikan emosinya dengan aman (bahkan yang menyedihkan), keterampilan sosial dan kecerdasan emosional mereka akan meningkat.

Mengurangi rasa sakit
Peneliti menemukan bahwa menangis melepaskan oksitosin dan endorfin yang akan membuat si kecil merasa lebih baik dan mengurangi rasa sakit fisik dan emosional. Jadi, lain kali jika melihat seorang anak jatuh dari sepeda dan mencoba membuat mereka merasa lebih baik, jangan meminta mereka berhenti menangis.

Sumber: Brightside

4 dari 5 halaman

Ibu Hamil Sedih dan Menangis, Apakah Janin Bisa Merasakan?

Dream - Ibu hamil kerap mengalami kondisi emosi yang tidak stabil. Bisa juga saat hamil, ibu sedang mengalami masalah pelik yang membuat stres hingga sedih dan menangis.

Kondisi ini tentunya sangat tidak enak. Pasalnya, ibu hamil dianjurkan untuk selalu dalam berada dalam kondisi senang, bahagia dan menikmati kehamilan, agar anak yang dilahirkan kelak memiliki kepribadian yang ceria.

Tentunya tak mudah menjaga mood selalu dalam keadaan baik saat hamil. Ada kalanya ibu merasa sangat sedih. Saat ibu menangis, kira-kira janin juga merasakannya atau tidak, ya?

Penelitian Association for Psychological Science, memaparkan, saat janin berusia 6 bulan, sudah bisa merasakan kondisi yang dirasakan ibunya.

 

5 dari 5 halaman

Bisa Sampai Keguguran

Jika hanya menangis dan stres sesekali, mungkin tidak berpengaruh banyak. Namun jika terlalu sering akan berdampak buruk bagi perkembangan janin. Seperti, menghambat perkembangan otak bayi, risiko kelahiran prematur, kurangnya pasokan oksigen di rahim, dan keguguran.

Penjelasan selengkapnya baca di Diadona.id

Join Dream.co.id