Masyaallah, Ussy Sulistiawaty Donorkan ASI untuk Bayi Rachel Maryam

Ibu Dan Anak | Rabu, 7 Oktober 2020 16:04
Masyaallah, Ussy Sulistiawaty Donorkan ASI untuk Bayi Rachel Maryam

Reporter : Nur Ulfa

Kondisi Rachel menurun dan membutuhkan transfusi darah sehingga tak bisa menyusui.

Dream - Rachel Maryam baru saja menjalani proses persalinan anak keduanya. Ia menjalani operasi caesar di RS Bunda Menteng, Jakarta. Anak keduanya berjenis kelamin laki-laki dan diberi nama Eijaz Mata Air.

Rupanya, Rachel mengalami masalah komplikasi persalinan yang cukup serius. Dari keterangan Tamara Aisyah Sayidina lewat pesan WhatsApp pada Selasa 6 Oktober 2020 kemarin, operasi lanjutan dilakukan untuk mengehentikan pendarahan.

Kondisi Rachel menurun dan membutuhkan transfusi darah. Hal ini membuat mantan aktris yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI ini tak bisa menyusui langsung bayinya.

Orang-orang terdekat Rachel, salah satunya Ussy Sulistiawaty, memberikan bantuan untuk si kecil Eijaz. Ussy rupanya menjadi donor air susu ibu (ASI) untuk bayi Rachel.

 Hijab Style Simple ala Rachel Maryam
© DREAM.CO.ID

 

" Terima kasih juga ingin kami sampaikan yang sebesar-besarnya kepada orang-orang berhati mulia, mama Arum dan mama Ussy Sulistiawaty yang sudah membantu mendonorkan ASI-nya untuk anak kami Eijaz selama kami melewati masa sulit ini," ungkap Edo, suami Rachel melalui Tamara.

 

2 dari 6 halaman

Bayi Rachel Tetap Dapat Nutrisi Terbaik

Ussy kini memang masih menyusui anak kelimanya, Saka, yang masih berusia 1 bulan. Dengan donor ASI, Eijaz tetap bisa mendapatkan nutrisi terbaik dari Ussy meski ibunya belum bisa menyusui.

" Semoga semua pihak yang sudah ikut membantu kami baik dalam tindakan, perhatian dan doa diberikan kebaikan yang berlipat oleh Allah SWT," ungkap Edo.

Salut, mama Ussy!

3 dari 6 halaman

Tak Perlu Panik Saat Muncul Darah di ASI Perah

Dream - Saat menyusui mungkin ibu tak menyadari kalau keluar darah dalam susu yang keluar dari puting. Pada ibu yang memerah ASI dan muncul kemerahan atau ada aliran darah di susu, mungkin akan langsung panik.

Darah pada ASI memang tampak menakutkan, tapi tak perlu panik dulu, apalagi sampai berhenti menyusui. Darah dapat muncul dalam ASI karena berbagai alasan.

Kebanyakan tidak terlalu serius dan bisa diatasi. Apa saja penyebab munculnya darah pada ASI?

Puting pecah-pecah
Puting yang pecah atau luka dapat menyebabkan munculnya darah dalam ASI. Kondisi ini biasa terjadi pada minggu pertama setelah melahirkan, ketika bayi tidak dapat mengisap dengan baik, atau ibu belum bisa menempatkan puting dengan benar di mulut bayi.

Dalam kasus puting yang lecet terbuka sampai luka, jaringan berdarah karena tekanan terus-menerus. Sedikit darah mungkin akan keluar setelah dipompa.
Jika ada masalah dengan perlekatan bayi pada payudara, cari bantuan dokter atau konsultan menyusui.

 

4 dari 6 halaman

Sindrom rusty pipe/ pipa berkarat

Rusty Pipe Syndrome atau pembengkakan pembuluh darah adalah alasan lain munculnya darahh dalam ASI, biasanya pada beberapa hari pertama setelah melahirkan. Sindrom ini dinamai demikian karena warna susu yang berkarat.

Pembengkakan terjadi ketika sejumlah besar darah atau cairan lain mengalir ke payudara. Hal ini menyebabkan kelenjar susu membesar. Sebagian darah tertinggal di saluran dan keluar bersama susu. Biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat terjadi pada kedua atau hanya satu payudara. Dalam kebanyakan kasus, bercak darah akan hilang tanpa intervensi medis.

 

5 dari 6 halaman

Papiloma intraduktus

Papilloma intraductal adalah alasan yang tidak biasa munculnya darah dalam ASI. Munculnya benjolan kecil dan jinak, yang hampir terlihat seperti kutil dan terbentuk di saluran susu.

Kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan dan tercampur bersama ASI. Pendarahan bakal mereda dengan sendirinya dan tidak memerlukan perawatan apa pun.
Kadang terasa menyakitkan tetapi tidak menyebabkan benjolan.

 

6 dari 6 halaman

Mastitis

Mastitis adalah infeksi payudara, yang menyebabkan perdarahan. Banyak benjolan yang mengembang mengindikasikan mastitis tahap awal.
Jika menderita mastitis, ibu juga akan merasakan pembengkakan dan rasa sakit pada payudara, termasuk nyeri dan demam. Kondisi ini harus segera dikonsultasikan dengan dokter.

Bila muncul darah di ASI tak perlu menghentikan menyusui. Selama bayi tidak muntah dan menyusu dengan baik, ibu tetap aman menyusui. Pertimbangkan untuk konsultasi dengan konselor laktasi agar bayi bisa menyusu dengan posisi yang baik dan tidak membuat payudara berdarah.

Infeksi seperti mastitis memerlukan antibiotik. Jika tidak diobati dengan benar, ada kemungkinan penutupan saluran susu. Dalam kondisi ini, intervensi medis sangat dibutuhkan.

Jika terasa menyakitkan saat menyusui, berikan waktu untuk puting melewati pemulihan sembuh. Gunakan bantalan payudara hidrogel yang menenangkan atau krim yang aman digunakan. Untuk menjaga persediaan ASI, teruslah memompa (delapan hingga sepuluh kali sehari).

Sumber: MomJunction

Join Dream.co.id