Masalah Mental Pada Anak Sulit Dideteksi, Orangtua Diminta Lebih Peka

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
IBU DAN ANAK  |  24 Juli 2020 16:08

Bunuh diri merupakan penyebab kematian terbesar ketiga di dunia bagi kelompok anak usia 15-19 tahun.

Reporter : Mutia Nugraheni

Dream - Kondisi serba sulit seperti sekarang membuat anak-anak sangat rentan mengalami masalah mental. Terutama anak remaja, di mana perubahan hormon membuat pikirannya menjadi kian kompleks dan punya kecenderungan memberontak, hingga bunuh diri.

Untuk di Indonesia sendiri hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) 2018 menemukan bahwa prevalensi gangguan mental emosional remaja usia di atas 15 tahun meningkat menjadi 9,8% dari yang sebelumnya 6% di tahun 2013.

Organisasi kesehatan Dunia (WHO) juga mencatat 15% anak remaja di negara berkembang berpikiran untuk bunuh diri, di mana bunuh diri merupakan penyebab kematian terbesar ketiga di dunia bagi kelompok anak usia 15-19 tahun.

Psikolog Anak, Annelia Sari Sani, S.Psi, mengungkap menjaga kesehatan mental anak sangat penting. Hal ini demi menunjang kehidupan psikologis yang sehat saat anak beranjak dewasa.

“ Gangguan mental pada usia anak hingga remaja dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan mereka termasuk menyebabkan masalah pada perilaku, gangguan emosional dan sosial, gangguan perkembangan dan belajar, gangguan perilaku makan dan kesehatan, hingga gangguan relasi dengan orang tua. Tidak seperti gangguan kesehatan lainnya," ungkap Annelia, dikutip dari rilis yang diterima Dream.co.id.

 

Selanjutnya : Konsultasi
Streaming Catat! Ini Cara Menyimpan Uang Rp75 Ribu Agar Tak Mudah Rusak
Join Dream.co.id
Anda Perlu Tahu :
Streaming Video Mike Tyson & Badou Jack Salat Berjamaah Tuai Kritik
Komentar Anda :
Jangan Lewatkan :