Stres Saat Hamil, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ibu Dan Anak | Selasa, 2 Juli 2019 16:04

Reporter : Siwi Nur Wakhidah

Ketika hamil, ibu kerap merasa mudah mengalami perubahan emosional. Bagaimana cara mengatasinya?

Dream - Media sosial bisa menjadi 'jurang' bagi siapa saja, begitupula bagi para ibu hamil yang sedang menunggu kelahiran bayinya. Berbagai macam informasi bisa didapatkan dengan mudah tanpa ada saringan.

Terkadang ada beberapa konten media sosial yang bisa membuat para ibu hamil merasa gelisah dan lebih mudah mengalami stres.

Merasa tertekan ketika kehamilan, rasa mudah terganggu, emosi yang naik turun dan sulit mengendalikannya bisa jadi tanda seorang ibu hamil mengalami stres. Perasaan yang tertekan dan perubahan emosi tersebut bisa dialami ibu hamil karena konten-konten yang ia lihat di media sosial.

Tidak hanya melalui media sosial saja, ada berbagai macam situasi dan kondisi yang membuat ibu hamil stres atau suatu kondisi yang lebih serius.

 

Stres Saat Hamil, Bagaimana Cara Mengatasinya?
(Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Kesepian dan Berbeda

Ketika seorang ibu merasa kesepian dan merasa berbeda, itu biasa terjadi pada ibu hamil dan para ibu yang baru saja melahirkan.

Dilansir dari Psychology Today, perubahan emosi yang drastis dalam frekuensi yang sering dalam satu hingga dua pekan, sering disebut kondisi baby blues. Sekitar 80% ibu yang baru hamil merasakan kondisi ini, seperti merasa sedih, terganggu, dan mudah tersinggung.

Stres saat hamil bisa membuat ibu kehilangan nafsu makan dan masalah tidur. Namun kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Namun, apabila kondisi perubahan emosi ini dialami lebih dari dua pekan setelah melahirkan dan menunjukkan gejala yang lebih parah, bisa jadi sang ibu terkena PMD atau Postpartum Mood Disorder.

Gejala yang parah dan berlangsung lama bisa menjadi gejala seorang ibu mengalami PMD, seperti kepanikan berlebih, rasa sedih, marah, masalah tidur, kurang fokus, dan rasa bersalah yang berlebihan. Apabila sudah muncul gejala seperti ini, segera periksakan diri ke dokter.

3 dari 6 halaman

Cara Mengatasi

Tidak semua orang akan mengalami stres saat hamil dan pasca melahirkaan. Pengetahuan tentang baby blues dan PMD akan sangat membantu kita dalam mengenali tanda-tanda atau gejala baby blues sejak awal.

Untuk mengatasi baby blues, ibu hamil atau yang baru saja melahirkan bisa melakukan konsultasi kepada dokter tentang masalah tersebut. Namun untuk mengatasi masalah kehamilan ini, bisa juga dengan melakukan beberapa hal berikut ini:

4 dari 6 halaman

Melatih Kepedulian

Melatih diri dengan kepedulian bisa membuat ibu merasa menemukan dirinya yang baru. Karena faktanya, banyak ibu hamil yang merasa bahwa dirinya menjadi berubah ketika hamil, dan hal tersebut akan mempengaruhi emosinya.

Melatih diri dengan membiasakan berpikir positif akan membantu membuat emosi lebih stabil. Selain itu, ibu juga bisa melakukan meditasi untuk menenangkan diri dan pikiran.

Kemampuan mengontrol pikiran dan perasaan adalah cara mengatasi stres dan gejala PMD yang ampuh. Apabila cara ini berhasil, maka pikiran akan mampu menerima keadaan yang sebenarnya.

5 dari 6 halaman

Tidur

Tidur mudah saja dilakukan, namun bagi ibu yang sedang mengalami streskegiatan ini sulit dilakukan. Walau begitu, tidur jadi cara mengatasi baby blues yang ampuh dan menjadi bentuk perhatian pada diri sendiri, yakni mengistirahatkan badan serta pikiran.

Ketika hamil, ibu diwajibkan punya jam tidur yang lebih. Hal ini untuk mengantisipasi gejala baby blues berlebih yang bisa mengakibatkan PMD.

Ketika ibu hamil mulai merasakan perubahan emosi, lebih baik langsung memutuskan untuk tidur daripada menyibukkan diri dengan berbagai pikiran yang justru akan menambah parah baby blues.

6 dari 6 halaman

Menyibukkan Diri dengan Menjalin Komunikasi

Selain dua hal di atas, cara mengatasi baby blues lainnya adalah dengan membuat diri sendiri merasa sibuk dan mengalihkan pikiran-pikiran yang membuat gejalanya semakin parah.

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bergantung pada manusia lain. Ketika hamil pun, kodrat sebagai makhluk sosial bisa digunakan sebagai cara mengatasi baby blues. Dengan menjalin komunikasi dan berhubungan dengan orang lain bisa membuat gejala baby blues berkurang.

Ibu hamil bisa saja bergabung dengan kelompok ibu hamil lain, baik secara langsung atau online. Mendengarkan cerita dan pengalaman kehamilan orang lain bisa membuat pikiran ibu hamil menjadi lebih segar dan stres bisa diminimalisir.

Kehamilan bukan saja soal perut yang bertambah besar, namun juga mencakup segala kondisi perempuan. Dan, masalah kehamilanpun jadi penting untuk diketahui siapa saja, tidak hanya perempuan yang sedang hamil saja ya, Sahabat Dream.

Join Dream.co.id