Lebih Banyak Ibu Alami Insomnia Selama Pandemi Covid-19

Ibu Dan Anak | Rabu, 28 Oktober 2020 14:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Beban dalam rumah tangga yang bertambah ditambah kecemasan karena pandemi membuat ibu mengalami insomnia.

Dream - Peran dan tugas ibu yang begitu banyak dalam rumah tangga jadi dua kali lipat lebih banyak selama pandemi. Anak-anak harus bersekolah di rumah, memastikan semua anggota keluarga menjalankan protokol kesehatan agar tak tertular Covid-19.

Belum lagi beban psikologis, masalah finansial serta masalah lainnya. Tak heran kalau sebuah studi terbaru yang dipublikasi dalam Journal of Sleep Research, mengungkap
para ibu kehilangan lebih banyak waktu tidur daripada sebelumnya sebelum pandemi.

Para peneliti di Universitas Ben Gurion di Israel melaporkan bahwa tingkat insomnia klinis pada ibu meningkat dua kali lipat selama pandemi Ccovid-19. Sebelumnya, hanya 11% ibu mengalami insomnia dalam 1-2 bulan.

Selama pandemi, 23% ibu melaporkan kesulitan tidur yang signifikan. Lebih lanjut, para peneliti merasa banyak hal ini berkaitan dengan kecemasan, dengan sekitar 80% ibu melaporkan tingkat kecemasan ringan hingga tinggi saat ini tentang Covid-19.

" Ibu yang melaporkan peningkatan gejala insomnia memiliki tingkat kecemasan akut Covid-19 yang jauh lebih tinggi daripada ibu yang melaporkan tidak ada perubahan gejala insomnia. Kecemasan saat ini mungkin berkontribusi pada peningkatan keparahan gejala insomnia," kata Profesor Liat Tikotzky, salah satu penulis studi, dikutip dari Psychology Today.

 

Lebih Banyak Ibu Alami Insomnia Selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Beban yang Tak Proporsional

Jika menyangkut anak-anak mereka, hasilnya bervariasi. Sebanyak 70% ibu melaporkan tidak ada perubahan dalam tidur anak-anak mereka sementara 30% mengatakan kualitas tidur anak-anak mereka lebih rendah atau durasinya lebih rendah.

Profesor Jane Falkingham dari Universitas Southhampton di Inggris dan timnya mengaitkan kurang tidur pada ibu karena idak proporsional menanggung beban yang ditimbulkan selama pandemi. Para ibu mengambil lebih banyak tanggung jawab untuk menyekolahkan anak di rumah daripada ayah.

“ Pandemi Covid-19 dan tanggapan kebijakan terhadapnya, termasuk bekerja di rumah dan bersekolah, telah memperluas disparitas kurang tidur antar jenis kelamin, menempatkan perempuan dan ibu pada posisi yang lebih tidak menguntungkan,” kata Falkingham kepada The Guardian. 

3 dari 6 halaman

Ibu Hamil, Coba Redakan Stres Selama Pandemi Covid-19

Dream - Perubahan tubuh dan hormon selama kehamilan membuat level kecemasan ibu meningkat. Kondisi ini semakin menjadi di tengah merebaknya pandemi Covid-19. Kekhawatiran memuncak, apalagi saat waktu kontrol tiba dan harus ke rumah sakit.

Jangan kaget jika saat kontrol ke dokter kandungan, mereka menggunakan alat perlindungan diri (APD) lengkap, tak seperti biasanya. Hal ini untuk melindungi para dokter dari penularan Covid-19 yang bisa datang kapan pun.

Bagi ibu hamil dan sedang mengalami kecemasan karena pandemi, ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk menguranginya.

Afirmasi positif
Jangan abaikan kekuatan pikiran. Tanamkan pada pikiran ibu, kalau pandemi akan segera berakhir. Ibu dalam keadaan sehat dan janin lahir dengan selamat. Saat bangun pagi, berdiamlah diri sebentar di ranjang.

Ulang-ulang di pikiran kata-kata positif seperti 'aku akan baik-baik saja, 'si kecil selalu sehat', 'virus akan menghilang' atau kalimat positif lainnya.

 

4 dari 6 halaman

Tetap Aktif dan Kontak Dokter

Diskusi dengan dokter kandungan
Penting untuk membicarakan rencana persalinan dengan dokter kandungan. Terutama jika hari perkiraan lahir sudah sangat dekat. Tanyakan hal-hal yang terkait penularan Covid-19. Dokter sudah memiliki protokol sendiri untuk melindungi ibu dan janin dalam proses persalinan agar tak terkena penyakit menular.

Olahraga
Saat ini memang tak disarankan untuk ke area publik, namun bukan berarti ibu hamil tak bisa berolahraga. Cari video yang berisi yoga hamil atau senam hamil. Hal ini akan sangat membantu ibu tetap rileks.

Sumber: PureWow

5 dari 6 halaman

Selama Pandemi, Ibu Rentan Alami Stres Akut

Dream - Perubahan kebiasaan dengan cepat harus dilakukan karena pandemi covid-19. Tak terkecuali dalam rumah tangga. Seperti yang kita tahu, sebagian besar sekolah masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pendampingan orangtua sangat dibutuhkan dalam PJJ. Dalam hal ini biasanya para ibu yang turun tangan langsung. Para ayah lebih fokus pada pekerjaan. Sementara ibu bekerja harus ektra usaha sambil bekerja juga mendampingi putra-putrinya belajar di rumah.

Belum lagi ditambah urusan rumah tangga lainnya yang harus dikerjakan ibu. Tak heran kalau selama pandemi ibu sangat berisiko mengalami stres berat.

Stres yang tidak dikelola dengan baik, bisa berdampak pada kesehatan fisik dan mental secara berkepanjangan. Hal ini pada gilirannya akan mempengaruhi cara pengasuhan dan interaksi sehari-hari dengan anak yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang mereka.

" Kita bisa mencegah stres dengan menjaga rutinitas sehari-hari secara konsisten, berbagi tugas dengan suami atau pengasuh lainnya, mengatur ekspektasi yang sehat dalam menjalani kehidupan sehari-hari, serta melakukan self-care baik dari fisik maupun mental," kata Saskhya Aulia Prima, M.Psi, Psikolog anak dan Co-Founder Rumah Konsultasi TigaGenerasi dalam acara webinar berjudul “ Ibu Sehat, Keluarga Sehat” yang digelar oleh Aqua, beberapa hari lalu.

 

6 dari 6 halaman

Perhatikan Asupan

Bagi ibu, sangat penting menjaga asupan makanan dan minuman setiap hari. Perbanyak makan protein dan buah-buahan. Kurangi minuman tinggi gula dan perbanyak minum air putih.

" Ibu juga dianjurkan untuk senantiasa memenuhi kebutuhan minum air putih secukupnya karena kondisi dehidrasi dapat memperparah gejala stres, seperti merasa pusing dan mudah lesu," kata.

 

Join Dream.co.id