Lantunkan Istigfar Ini 70 Kali Demi Buah Hati Soleh dan Soleha

Ibu Dan Anak | Jumat, 19 Februari 2021 10:04

Reporter : Mutia Nugraheni

Bisa membuat seseorang memiliki anak yang saleh serta rezeki melimpah.

Dream - Sebagai muslim dan sudah menjadi orangtua, doa dan harapan yang selalu kita mohon kepada Allah SWT adalah memiliki buah hati yang soleh dan soleha. Anak yang selalu berada di jalan Allah SWT bisa mejadi penolong orangtua kelak di akhirat.

Saat si kecil baru lahir pun, seluruh kerabat dan keluarga mengalirkan doa yang memohon agar ia menjadi anak soleh dan soleha. Hal ini bisa diwujudkan dengan doa dan ikhtiar yang terus menerus dari orangtua.

Selalu menjadi Islam sebagai landasan dalam pengasuhan dan tak terus melantunkan doa dan permohonan kepada Allah SWT agar keturunan menjadi soleh dan soleha. Ada salah satu amalan yang tercatat dalam kitab Jawahirul Lu’luiyah.

Amalan ini berupa bacaan istigfar yang bisa membuat seseorang memiliki anak yang saleh serta rezeki melimpah. Dikutip dari Tebuireng Online, Syekh Muhamad bin Abdullah al Jurdani al Dimyahi memaparkan di dalamnya:

 Syekh Muhamad bin Abdullah al Jurdani al Dimyahi
© Tebu Ireng


“ Sebagian ulama salaf mangatakan: barangsiapa yang menginginkan harta yang melimpah, dikarunia anak, dan diberkahi, maka bacalah 'astaghfirullah innahu kana ghoffaro' sebanyak tujuh puluh kali dalam sehari" .

Dengan memperbanyak istighfar yang berlafazkan “ astaghfirullah innahu kana ghoffaro” sebanyak tujuh puluh sehari, Allah akan kabulkan keinginan untuk memiliki anak yang saleh dan rezeki yang melimpah. Tak hanya itu, Allah juga memberkahinya. Subahnallah, sungguh amalan yang terlalu indah untuk disia-siakan.

 

Lantunkan Istigfar Ini 70 Kali Demi Buah Hati Soleh dan Soleha
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Keistimewaan Istigfar

Isighfar tidak hanya diperuntukkan untuk mereka yang sedang bertaubat dan banyak melakukan kesalahan. Melainkan juga bisa untuk mewujudkan mimpi untuk memiliki anak yang saleh dan juga rezeki yang melimpah. Pemaparan Muhamad bin Abdullah al Jurdani al Dimyahi di atas rupanya senada dengan firman Allah dalam QS Nuh ayat 10-12:

Artinya: “ Aku (Nabi Nuh) berkata (pada mereka), “ Beristighfarlah kepada Rabb kalian, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan kepada kalian hujan yang lebat dari langit. Dan Dia akan memperbanyak harta serta anak-anakmu, juga mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu" .

Selengkapnya baca di sini.

3 dari 6 halaman

Pendidikan Seksual untuk Anak dalam Islam Dimulai dari 3 Hal Ini

Dream - Rumah merupakan sekolah pertama bagi anak, terutama dalam hal akhlak dan keimanan. Pelajaran yang juga wajib didapatkan anak di rumah dari orangtuanya adalah pendidikan seksual.

Sebagai seorang muslim, mengajarkan pendidikan seksual wajib merujuk pada tuntunan Allah SWT dan ajaran Nabi Muhammad SAW. Dikutip dari Bincang Muslimah, dalam buku Islam dan Pendidikan Seks Anak (1991) karya Ayip Syafruddin dijelaskan bahwa pendidikan seks tidak bisa berdiri sendiri, tapi berkaitan erat dengan pendidikan-pendidikan yang lain. Pendidikan yang lainnya adalah pendidikan akidah, akhlak dan ibadah.

Dalam Islam, pendidikan seks adalah bagian dari pendidikan akhlak, dan perilaku seksual yang sehat adalah buah dari kemuliaan akhlak. Maka, pendidikan seks yang diajarkan pun harus berdasarkan ajaran Islam.

Hubungan pendidikan ibadah dengan pendidikan seks adalah untuk memberikan pedoman bagi perilaku-perilaku yang dibolehkan dan dilarang. Lantas, bagaimana fase persiapan pendidikan seks untuk anak?

Persiapan sudah harus dimulai sejak anak-anak belum baligh. Berikut tiga cara mengajarkan pendidikan seksual untuk anak menurut Islam.

 

4 dari 6 halaman

1. Pemisahan tempat tidur

Pemisahan tempat tidur adalah pendidikan seks yang tidak langsung bagi anak, tapi sangat berpengaruh pada keberhasilan pendidikan seks yang sebenarnya. Pemisahan tempat tidur anak dari orangtuanya ini dilakukan agar anak terjauh dari tempat yang di dalamnya dilakukan aktivitas seksual.

Nabi Muhammad SAW menjarkan untuk memisahkan tempat tidur anak dan orangtua saat anak sudah beranjak 7 tahun. Pemisahan tempat tidur anak laki-laki dengan anak perempuan juga penting dilakukan. Anak wajib diberi pengetahuan tentang kesadaran bahwa antara laki-laki dengan perempuan secara biologis memang berbeda.

 

5 dari 6 halaman

2. Meminta izin saat masuk kamar orangtua

Syariat Islam saat menekankan isti’dzan atau meminta izin sejak usia kanak-kanak. Izin adalah pendahuluan bagi kaidah kesopanan. Anjuran isti’dzan dilakukan dalam bentuk permintaan izin bagi anak-anak yang belum baligh. Hal ini bisa berbentuk pemberian toleransi untuk memasuki kamar kedua orangtuanya kecuali pada tiga waktu yakni sebelum shalat subuh, pada saat tengah hari, dan setelah isya.

Pengaturan ini bertujuan agar anak mengetahui hukum-hukum tentang aurat, hubungan seksual dan keadaan orang lain. Pada fase ini, penekanannya meminta izin ada pada tiga waktu. Saat anak sudah memasuki usia baligh, isti’dzan akan berlaku untuk semua waktu.

Hukum isti’dzan ini memiliki hikmah yang luar biasa sebab jika anak melihat orangtua sedang berhubungan badan, maka akan sangat membekas dalam pikiran anak, dan akan mempengaruhi perkembangan psikologisnya.

 

6 dari 6 halaman

3. Thaharah/ bersuci

Orangtua sangat penting menyiapkan anak memasuki usia baligh. Memberi tahu anak perempuan kalau akan mengalami haid, dan mimpi basah pada anak laki-laki. Anak yang sudah mendapatkan pengetahuan tentang menstruasi dan mimpi basah tidak akan panik jika tiba saatnya mengalami sendiri. Mereka akan menghadapinya dengan tenang.

Selain itu, mereka pun menjadi tahu dan paham bagaimana cara mensucikan diri dan apa saja ibadah-ibadah yang diharamkan pada saat sebelum bersuci. Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id