KPAI Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Kekerasan di Sekolah

Ibu Dan Anak | Senin, 19 Maret 2018 19:28
KPAI Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Kekerasan di Sekolah

Reporter : Mutia Nugraheni

Aduan dari Januari hingga Maret 2018, mengungkap jumlah kasus kekerasan pada anak di sekolah yang sangat tinggi.

Dream - Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Tempat mereka menimbal ilmu, mendapat pengalaman serta mengembangkan kemampuan dirinya. Tapi yang terjadi anak-anak justru mengalami kekerasan di sekolah.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengungkap, kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah di awal 2018, tepatnya Januari
hingga Maret, angkanya cukup tinggi.

Pihaknya saat ini telah menerima aduan kekerasan fisik sebanyak 72 persen, psikis 9 persen, pemalakan atau pemerasan 4 persen, dan seksual 2 persen. Selain itu, ada 13 persen kasus yang viral di media sosial tidak dilaporkan ke KPAI.

" Kekerasan ini kerap terjadi pada murid, yang dilakukan oleh guru, kepala sekolah, petugas sekolah lainnya, serta sesama murid" ujar Retno di Kantor KPAI, Jakarta, Senin, 19 Maret 2018.

Rata-rata, kekerasan seksual terhadap murid di lingkungan sekolah dilakukan oleh oknum guru ataupun penjaga sekolah. Ada kecenderungan kekerasan seksual di lingkungan sekolah
dilakukan di toilet, ruang kelas, ruang OSIS, bahkan musala.

Menurut Retno, modus yang dilakukan pelaku kekerasan seksual beragam.

" Ada yang korban dirayu dengan iming-iming memberikan ilmu kebal, ada yang beralasan untuk pengobatan dan ruqyah, dan ada pula yang memberikan sanksi dengan cara pencabulan," ungkap Retno.

Ia juga mengungkap fakta soal korban yang cukup mengejutkan. Jika sebelumnya korban kebanyakan perempuan, justru sekarang korban kekerasan seksual di seksual lebih banyak laki-laki di usia SD hingga SMP.

Berdasarkan data yang dihimpun KPAI, ada 8 provinsi yang membuat aduan yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Lampung, Kalimantan Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Jumlah aduan tertinggi berada di Jakarta yakni sebanyak 58 persen, Jawa Barat 16 persen, dan Banten 8 persen.

" Dugaan kami, karena kantor KPAI dekat, jadi warga Jakarta lebih mudah untuk membuat laporan," ungkap Retno.

Ia juga tak menutup kemungkinan di wilayah lain juga memiliki angka kekerasan seksual yang tinggi di lingkungan sekolah. Sayangnya, kasus kekerasan tidak dilaporkan ke KPAI setempat.

Laporan Dina Nazhifah

 

Join Dream.co.id