Kontraksi Persalinan, Politisi New Zealand Naik Sepeda ke RS

Ibu Dan Anak | Senin, 29 November 2021 16:41

Reporter : Mutia Nugraheni

Bayinya lahir dengan cepat dan sehat.

Dream - Proses persalinan bisa terjadi kapan saja, termasuk saat pagi buta. Menuju tempat persalinan, bisa klinik atau rumah sakit, biasanya ibu menggunakan kendaraan bermotor dan disetiri orang lain.

Pernah membayangkan saat kontraksi, ibu justru naik sepeda ke RS? Politisi asal New Zealand, Julie Anne Genter, melakukannya. Lewat akun Facebooknya. Genter membagikan pengalamannya saat melahirkan pada 28 November 2021 kemarin.

Awalnya ia merasakan kontraksi yang belum terlalu intensif. Masih bisa menahannya, Genter memutuskan untuk ke RS yang memang sangat dekat dengan rumahnya menggunakan sepeda yang dikendarai sendiri.

 Julie Genter© Julie Genter

" Pukul 03.04 pagi ini kami menyambut anggota terbaru dari keluarga kami. Saya benar-benar tidak berencana untuk bersepeda saat dalam proses kontraksi, tetapi itu akhirnya terjadi. Kontraksi saya tidak terlalu buruk ketika kami berangkat jam 2 pagi untuk pergi ke rumah sakit - meskipun jaraknya 2-3 menit dan intensitasnya meningkat saat kami tiba 10 menit kemudian," tulisnya di Facebook.

 

Kontraksi Persalinan, Politisi New Zealand Naik Sepeda ke RS
Julie Anne Genter/ Foto: Facebook Julie Anne Genter
2 dari 5 halaman

Bayi Lahir Cepat dan Sehat

Sesaat setelah tiba di rumah sakit, persalinan pun terjadi. Bayi Genter lahir dengan cepat dan selamat.

" Merasa diberkati memiliki perawatan dan dukungan yang sangat baik dari tim yang hebat, ternyata kelahiran sangat cepat (dan bahagia tanpa komplikasi)," ungkapnya.

Rupanya Genter memang sangat identik dengan sepedanya. Pada persalinan anak pertamanya 2018 lalu, ia juga ke rumah sakit menggunakan sepeda saat merasakan kontraksi. Salut!

3 dari 5 halaman

Risiko Cedera yang Muncul Setelah Melahirkan Normal

Dream - Ibu yang berencana untuk menjalani persalinan secara normal, sangat dianjurkan untuk melakukan persiapan fisik dan mental. Tentunya juga harus di bawah pengawasan tenaga medis yang profesional.

Penting diingat, meskipun persalinan dilakukan secara normal, risiko selalu ada. Salah satunya adalah cedera lahir pada ibu yang baru saja bersalin. Dikutip dari KlikDokter, menurut dr. Arina Heidyana, cedera lahir dapat terjadi karena banyak faktor.

Antara lain karena kondisi bayi yang terlalu besar atau bentuk tulang panggul ibu yang kurang optimal. “ Cedera lahir juga bisa terjadi akibat posisi bayi yang sulit atau persalinan dengan menggunakan alat bantu,” kata dr. Arina.

Faktor lain yang dapat menyebabkan cedera lahir pada ibu adalah persalinan sangat cepat atau terlalu lama. Adanya komplikasi saat melahirkan juga bisa menyebabkan kondisi tersebut.

Cedera lahir pada ibu terbagi menjadi 2 kategori utama, yaitu:

 

 

4 dari 5 halaman

1. Cedera Daerah Perineum

Robekan perineum dan episiotomi. Sekitar 3 dari 4 wanita yang melahirkan mengalami robekan atau luka operasi pada area di antara vagina dan anus (perineum).

Saraf di daerah perineum dapat rusak saat melahirkan. Hal ini dapat menyebabkan kondisi penyakit yang disebut neuralgia pudendal. Wasir atau ambeien merupakan pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus, yang mungkin dirasakan penderitanya sebagai benjolan.

 

 

5 dari 5 halaman

2. Cedera Dasar Panggul

Hampir dari setengah wanita yang melahirkan secara normal mengalami perubahan permanen pada dasar panggul, karena peregangan atau robekan yang berlebih.
Prolaps panggul, yang terjadi jika otot bagian tersebut rusak atau melemah sehingga organ di sekitarnya dapat turun ke area vagina. Hal ini bisa menyebabkan masalah kandung kemih dan usus.

Pada kasus-kasus tertentu, cedera lahir mungkin harus diatasi dengan tindakan jahitan serta pemberian obat anti nyeri untuk mengurangi keluhan. Pada kondisi cedera lahir yang lebih khusus, ibu juga mungkin perlu mendapatkan perawatan fisioterapi di bawah pengawasan ahli. Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id