Keluarga Scientology Cari Pengasuh Anak, Syaratnya Bikin Tercengang

Ibu Dan Anak | Minggu, 23 Mei 2021 10:38

Reporter : Mutia Nugraheni

Ada salah satu syarat yang bikin Jane sampai tercengang dan akhirnya memutuskan menolak tawaran pekerjaan tersebut.

Dream - Mencari pengasuh anak yang jujur dan mampu beradaptasi dengan keluarga, memang tak mudah. Tak heran kalau para ibu bekerja mau pun yang butuh baby sitter, berkali-kali ganti pengasuh.

Tiap keluarga juga biasanya punya syarat khusus dan itu adalah hal wajar. Lalu bagaimana jika syarat yang diajukan sangat ekstrem? Seperti yang dialami akun Twitter @hollis_jane. Ia menuliskan pengalamannya saat diwawancara untuk menjadi pengasuh anak di keluarga penganut Scientology.

" Pada 2013, saya diwawancarai (tanpa sepengetahuan saya saat itu) keluarga Scientology untuk menjadi pengasuh anak mereka. Mereka memberikan daftar tanggung jawab yang benar-benar gila dan sekarang saya memberikannya kepada Anda semua," tulisnya di Twitter.

Sederet aturan detail tertulis lengkap. Ada salah satu syarat yang bikin Jane sampai tercengang dan akhirnya memutuskan menolak tawaran pekerjaan tersebut. Dalam uraiannya, orangtua menjelaskan bahwa jika salah satu putranya melukai diri sendiri, pengasuh harus tetap diam.

 

Keluarga Scientology Cari Pengasuh Anak, Syaratnya Bikin Tercengang
Syarat Pekerjaan Pengasuh/ Foto Twitter @hollis_jane
2 dari 6 halaman

Orangtua Tak Boleh Diganggu

Lalu jika anak saat bermain dengan pengasuh tidak tertawa, maka mereka tidak senang. Aturan lainnya, bila anak menangis dan berteriak, mereka tidak bahagia dan sebagai pengasuh perlu membuat anak kembali bahagia. Anak yang menangis juga harus dibawa keluar rumah.

Tertulis juga kedua orangtuanya bekerja. Tugas pengasuh adalah membuat si orangtua tak diganggu sedikit saat bekerja. Persyaratan tersebut diunggah Jane di Twitter dan banyak orang tak menyangka ada orangtua yang demikian.

3 dari 6 halaman

Geger Ibu Biarkan Bayinya Jilat Troli untuk Tingkatkan Imunitas

Dream - Daya tahan tubuh anak di bawah satu tahun memang belum terbentuk sempurna. Mereka akan mudah sakit jika terpapar virus dan bakteri. Untuk menjaga imunitas anak, hal yang penting dilakukan adalah memberinya asupan kaya nutrisi, vaksin sesuai jadwal dan membuat anak selalu aktif.

Rupanya Alice Bender, seorang ibu pemilik akun TikTok @comingupfern punya cara sendiri untuk menjaga imunitas anak yang bikin geger. Dalam video yang diunggah, Bender mengungkap kalau dia membiarkan putrinya yang masih berusia 8 bulan makan pasir dan menjilat troli belanja. Alasannya, hal itu dapat meningkatkan imunitas sang putri.

Pengakuan Bender tentu saja memicu perdebatan sengit di kolom komentar. Ia kemudian menunjukkan video anaknya, Fern, duduk di tepi danau memasukkan pasir dan batu ke dalam mulutnya. Bender mengatakan bahwa karena dia menyusui secara eksklusif dan ASI adalah " obat asli" yang membuat anaknya terlindungi dari penyakit.

" Saya percaya alam dan bayi saya, ASI ku ada untuk melindungi sementara mereka membangun sistem kekebalan mereka," kata Bender.

 

4 dari 6 halaman

ASI Tak Cukup

Komentar bermunculan, sebagian besar menganggap langkah yang diambil Bender terlalu ekstrem. Pasalnya mash banyak cara aman untuk menjaga imunitas bayi, terutama di tengah pandemi Covid-19.

Membiarkan anak menjilat troli yang dipegang banyak orang, tentunya sangat berbahaya saat pandemi. Lalu benarkah langkah ekstrem Bender efektif meningkatkan daya tahan tubuh bayi?

Penelitian memang menunjukkan bahwa ASI dapat mempengaruhi perkembangan sistem kekebalan bayi. " Studi menunjukkan bahwa bayi yang disusui mendapatkan lebih sedikit infeksi telinga, penyakit pernapasan bagian atas, dan gangguan pencernaan," kata Dyan Hes, MD, FAAP, seorang dokter anak dan direktur medis untuk Gramercy Pediatrics di New York

Menurut Hes, tetap saja anak-anak juga membutuhkan perlindungan antibodi yang tahan lama. Hanya karena bayi disusui bukan berarti mereka tidak bisa sakit, dan untuk alasan ini, dr. Hes memperingatkan orangtua agar tidak mendorong anak-anak mereka untuk menjilat apa pun yang mereka suka di taman bermain atau toko bahan makanan dan memakan pasir atau kotoran, yang mungkin mengandung parasit, cacing, atau pestisida.

" Bisa jadi bayi akan menangkap sesuatu atau menjilat sesuatu yang beracun," kata dr. Hes memperingatkan.

Laporan Radhika Nada/ Sumber: Parents

5 dari 6 halaman

Parah, Ayah Desak Putrinya Kerja Lebih di Rumah untuk Beli Produk Haid

Dream - Memenuhi kebutuhan setiap anak baik laki-laki maupun perempuan adalah tugas orangtua. Untuk kebutuhan sehari-hari, uang, makan, pakaian atau nafkah secara keseluruhan, ayah pemegang kewajiban utama.

Bagaimana jika ada seorang ayah yang menuntut anak perempuannya untuk melakukan banyak pekerjaan rumah tangga, bukan karena mengajarkan tanggung jawab, tapi demi 'membayar' keperluan haidnya.

Seorang ayah mengaku di situs Reddit kalau ia terus mendesak putrinya lebih banyak pekerjaan rumah, sementara putranya tidak. Alasannya karena memiliki anak perempuan lebih menguras uang, salah satunya harus membeli kebutuhan haid-nya tiap bulan seperti pembalut.

" Baru-baru ini, ada masalah besar dengan keluarga, putri saya melakukan pekerjaan rumah, tetapi putra saya tidak. Saya menjelaskan, itu karena saya harus mengeluarkan uang ekstra untuk putri saya setiap bulan tidak hanya untuk ekstrakurikulernya tetapi juga untuk persediaan bulanannya saat haid, jadi itulah cara saya membuatnya membayar kembali," tulis ayah tersebut di Reddit yang merupakan seorang duda.

 

6 dari 6 halaman

Sang Putri Minggat

Persediaan bulanan menurut si ayah adalah produk menstruasi dan beberapa produk lain yang dibutuhkan remaja putri. Jika ingin mendapatkannya, ayah mendesak sang putri harus membersihkan ruang keluarga dan kamar mandi di apartemen serta memasak empat kali seminggu. Sementara anak lelakinya tak diberi tugas sebanyak itu.

Putrinya tak diam saja dan melakukan protes, tapi si ayah bercerita kalau hal itu membuatnya mengancam sang putri kalau tak akan membiayai kebutuhan ekstrakurikuler dan kebutuhan menstruasinya. Hal tersebut membuat sang putri minggat dan tinggal di rumah bibinya.

Seluruh keluarga besar mengungkap kalau sikap ayah tersebut sangat buruk. Padahal, orangtua wajib memenuhi kebutuhan anak ketika mereka belum mandiri.

Sumber: Parents

Join Dream.co.id