Keluarga dan Lingkungan, Kunci Agar Anak Tak Berkonflik dengan Hukum

Ibu Dan Anak | Jumat, 26 Juni 2020 14:02
Keluarga dan Lingkungan, Kunci Agar Anak Tak Berkonflik dengan Hukum

Reporter : Mutia Nugraheni

Stigma dan penolakan kerap membuat anak beranggapan kalau lingkungan tak mendukung.

Dream - Kasus-kasus hukum yang menimpa anak di bawah umur kerap kali membuat miris. Anak yang seharusnya masih dalam tahap tumbuh kembang, serta mendapat pendidikan, harus tertimpa masalah hukum yang pastinya membuat trauma.

Pada beberapa kasus, anak harus mendapat pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Setelah selesai dibina dan kembali ke masyarakat, anak masih harus berhadapan dengan stigma.

Kondisi ini merupakan hal yang sangat serius dan harus ditangani dengan baik. Hasan, Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak Berhadapan dengan Hukum dan Stigmatisasi, Hasan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mengungkap sejumlah fakta terkait anak-anak yang keluar dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

" Anak yang berkonflik dengan hukum dan keluar LPKA, lalu kembali ke rumah sering mendapat stigmatisasi. Bukan hanya dari masyarakat tapi juga orangtuanya," kata Hasan, dalam webinar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Jumat 26 Maret 2020.

 

2 dari 3 halaman

Rentan Melakukan Lagi Jika Tak Diterima

Stigma dan penolakan ini membuat anak beranggapan kalau lingkungan tak mendukung. Ia kembali mencari kelompok lain yang menerimanya dan bisa kembali melakukan hal yang berlawanan dengan hukum.

Menurut Hasan, penting untuk masyarakat dan lingkungan sekitar merangkul anak yang keluar dari LPKA. Lingkungan anak tinggal juga sangat berpengaruh, misalnya jika di area tersebut ada peredaran narkoba, prostitusi, pornografi atau aksi kriminal lain, akan dengan mudah akan melakukannya lagi.

 

3 dari 3 halaman

Lingkungan yang sehat

" Perlu menciptakan lingkungan yang sehat agar anak tidak lagi melakukan tindak pidana lagi. Di situ mungkin ada narkoba, penjualan miras. Seharusnya Pemda melakukan pencegahan. Itu sebenarnya akar permasalahan," ungkap Hasan.

Ia juga mengingatkan semua pihak untuk tak membuat stigma negatif pada anak yang keluar dari LPKA. Anak harus diterima dengan baik dan diberi motivasi.

" Kita tekankan stlh anak keluar jadi anak yang baik, semangat untuk hidupnya, melihat ke depan punya tujuan hidup yang lebih baik lagi," ungkapnya.

Join Dream.co.id