Jaga Wudhu dan Nafkah Halal, Amalan Agar Anak Cerdas dan Sholeh

Ibu Dan Anak | Sabtu, 12 Juni 2021 10:24

Reporter : Mutia Nugraheni

Simak cerita Said Nursi, seorang pembaharu Islam dari Turki .

Dream - Memiliki anak yang pintar dan sholeh/ sholeha jadi dambaan setiap orangtua muslim di dunia. Untuk mewujudkannya tentu tak mudah. Kita harus mendidik dan mengasuh sesuai syariat Islam

Ada satu pelajar penting dari kehidupan Said Nursi, seorang pembaharu Islam dari Turki yang berpikiran modern dan moderat. Ia menulis lebih dari 130 risalah. Sejak kecil ia dikenal sebagai seorang anak yang mempunyai kecerdasan luar biasa dan akhlak yang baik sehingga terlihat begitu cemerlang di antara yang lainnya.

Dikutip dari Iqra.id, Syekh Fathullah Effendi yang merupakan guru dari Said Nursi memberinya gelar Badiuzzaman yang artinya “ Kekaguman Zaman” karena kecemerlangannya. Diceritakan bahwa Said Nursi dapat menghafal sebuah kitab hanya dalam waktu yang sangat singkat.

Saking cerdas dan pandainya, Said Nursi membuat teman-temannya iri dan minder, sehingga banyak murid yang protes ke guru-gurunya karena kemampuannya melampaui jauh teman-temannya, dan guru-guru cenderung lebih sayang kepadanya.

Kecerdasan Said Nursi membuat para guru penasaran bagaimana orangtua Said Nursi merawat dan membesarkannya sehingga menjadi anak yang cerdas. Berangkatlah para guru ke desa tempat di mana orangtua Said Nursi tinggal. Said Nursi tinggal dan belajar di Istanbul sedangkan orang tuanya tinggal dan hidup di pedesaan.

 

Jaga Wudhu dan Nafkah Halal, Amalan Agar Anak Cerdas dan Sholeh
Ilustrasi
2 dari 7 halaman

Melanggengkan Wudu

Sesampainya di rumah orangtua Said Nursi, ditanyakanlah rahasia bagaimana Said Nursi bisa menjadi seorang yang pandai dan cerdas kepada ibunya. Ibu Said Nursi menjawab:

“ Ketika sebelum hamil, sedang hamil, melahirkan, menyusui dan sampai membesarkan Said Nursi aku selalu melanggengkan wudu. Selalu menjaga keadaan tetap suci, ketika batal maka aku langsung berwudhu kembali.”

Maka diketahui rahasia dari ibunya bahwa ia selalu dalam keadaan suci dikarenakan menjaga wudu setiap saat.

 

3 dari 7 halaman

Menjaga Nafkah Halal

Para guru masih penasaran, adakah rahasia amalan yang dilakukan ayah Said Nursi sehingga mempunyai anak yang pandai dan cerdas. Ketika ayah Said Nursi pulang dari perkebunan dengan menuntun seekor sapi, ditanyakanlah kembali pertanyaan yang sudah ditanyakan kepada ibunya, yakni bagaimana rahasianya mempunyai anak yang pandai dan cerdas seperti Said Nursi.

Sang ayah menjawab, “ Lihatlah kepada sapiku, mulutnya dalam keadaan terikat mulai dari perkebunan sampai pulang kembali ke rumah, itulah rahasianya.”

Para guru kebingunan, apa hubungannya kecerdasan anak dengan mulut sapi yang terikat? Ayah Said Nursi kemudian menjelaskan, “ Aku mengikat sapiku karena khawatir selama perjalanan sapi ini memakan rumput atau daun yang ada di jalan atau di pekarangan tetangga. Karena rumput dan daun itu tentu saja bukan milikku, aku menjaga supaya sapi ini tidak memakan sesuatu yang syubhat dan haram.

" Sehingga dipastikan aku mendapatkan rizki dari hasil pekerjaan dan sumber yang benar-benar jelas kehalalannya, dan tidak memberikan makanan kepada istri dan anakku dengan sesuatu yang haram dan syubhat.”

Selengkapnya baca di sini.

4 dari 7 halaman

Islam Ingatkan Orangtua Agar Tak Menyesal dengan Perilaku Anak

Dream - Doa anak yang saleh dan saleha menjadi amalan yang tidak akan putus meskipun orangtua telah meninggal dunia. Sahabat Dream pasti sudah sering mendengar hadist tersebut.

Kehadiran anak dalam keluarga memang begitu bermakna, bisa jadi penolong orangtuanya di akhirat. Sebaliknya, anak juga bisa memicu penyesalan bagi orangtua karena salah dalam mendidik dan mengasuh. Anak bisa menjadi musuh bahkan petaka bagi orangtua.

Allah mengingatkan kepada orang-orang yang beriman dalam firman-Nya, di surah At-Taghabun ayat 14-15:

 surah At-Taghabun ayat 14-15
© Nu Online

Artinya: “ Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara isteri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar" .

 

5 dari 7 halaman

Tanggung jawab orangtua

Dikutip dari NU Online, Islam memerintahkan pemeluknya untuk menjaga tak hanya dirinya sendiri tapi juga keluarganya dari berbagai hal buruk yang dapat menjerumuskan pada kerugian di dunia, lebih-lebih kerugian di akhirat. Hal ini tertulis di Al Qur’an surah At Tahrim ayat 6:

 At Tahrim
© Nu Online

Artinya: " Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" .

Salah satu instrumen penting dalam menjaga anak dari mudarat-mudarat tersebut adalah melalui pendidikan. Prosesnya dilakukan bisa sejak anak masih bayi. Secara garis besar, pendidikan untuk sang buah hati meliputi hal-hal sebagai berikut:

 

6 dari 7 halaman

Pendidikan aqidah

Pendidikan aqidah pertama kali melalui lantunan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri ketika anak dilahirkan. Jika dirinci setidaknya terdapat 26 kalimat sebagai bentuk pendidikan aqidah, yaitu:

a. 10 kalimat takbir
b. 3 kalimat syahadat tauhid
c. 3 kalimat syahadat rasul
d. 3 seruan shalat
e. 3 seruan meraih kebahagiaan yang haqiqi
f. 2 pernyataan ditegakkannya solat
g. 2 kalimat tahlil

 

 

7 dari 7 halaman

Pendidikan Ibadah dan Akhlak

Pendidikan Ibadah
Sebagaimana masuk dalam 26 kalimat tersebut di atas terdapat 3 kalimat seruan untuk melaksanakan shalat. Ini menunjukkan pentingnya solat sebagai bentuk ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT. Sebagai muslim minimal 5 kali sehari semalam menjalankan solat

Pendidikan akhlak
Pendidikan akhlak pertama kali dikenalkan orang tua melalui ibadah sunnah aqiqah. Sesuai dengan hadits Rasulullah: “ Bahwa setiap anak tergadai dengan akikah yang disembelih pada hari ke tujuh kelahiran anak.” (HR. Ahmad). Dengan akikah diharapkan seorang anak akan memberikan pertolongan kepada orangtuanya kelak di hari kiamat.

Selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id