Islam Ingatkan Orangtua, Ajarkan Buah Hati Menjaga Lisan

Ibu Dan Anak | Rabu, 21 Juli 2021 16:03

Reporter : Mutia Nugraheni

Menjaga lisan termasuk amal yang sangat utama lagi dicintai Allah.

Dream - Ucapan atau lisan bisa berdampak sangat baik pada tumbuh kembang anak, atau bisa juga sebaliknya. Membuat anak yang sebelumnya ceria, menjadi sedih, hatinya terluka, bahkan menjadi sosok yang pendendam.

Saat mengasuh dan mendidik anak, orangtua kerap kali kurang sabar dan penuh emosi. Dalam kondisi ini, biasanya terucap hal-hal buruk. Sebisa mungkin saat marah dengan anak, jangan sampai keluar kata-kata buruk dari mulut orangtua.

Islam mengajarkan satu akhlak yang sangat penting untuk dimiliki adalah menjaga lisan. Dikutip dari Daarut Tauhid, lisan bisa menjadi jalan bagi teraihnya surga. dan juga bisa menjerumuskan manusia ke dalam neraka.

Rasulullah SAW memberikan panduan bagi umatnya tentang bagaimana memanfaatkan lisan sehingga mendatangkan manfaat dan menjauhkan mudharat.

“ Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaknya dia berkata yang baik atau diam" .

Hal yang penting diajarkan dan dicontohkan pada anak soal terkait menjaga lisan adalah selalu ingatkan kalau menjaga lisan termasuk amal yang sangat utama lagi dicintai Allah. Menjadi tolok ukur keimanan seseorang dan jalan bagi kebaikan, dan pengundang hadirnya ampunan Allah SWT.

“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya dia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS.al-Ahzab [33]:70-1)

 

Islam Ingatkan Orangtua, Ajarkan Buah Hati Menjaga Lisan
Ilustrasi
2 dari 7 halaman

Menjauhkan dari rahmat Allah

Ingatkan juga buah hati kalau lisan yang tidak terjaga akan membawa aneka keburukan dalam hidup. Seperti menambah dosa, menghilangkan pahala, merusak persaudaraan, menjauhkan diri dari rahmat Allah, dijauhi malaikat dan dekat dengan setan, mengkufuri nikmat waktu, lisan, dan pendengaran, dan beragam akibat buruk lainnya.

Lisan yang tidak terjaga, nikmatnya hanya sebentar akan tetapi bahaya panjang berkelanjutan.

Untuk itu orangtua harus jadi teladan yang baik dalam hal menjaga lisan di rumah. Berlatihlah untuk hanya mengatakan yang baik-baik saja atau kalau tidak mampu lebih baik diam agar anak bisa mencontohnya.

Selengkapnya baca di sini.

3 dari 7 halaman

8 Hal yang Pengaruhi Akhlak Anak Menurut Islam

Dream - Akhlak merupakan dasar penting bagi kehidupan seorang muslim dan muslimah. Dikutip dari alirsyad.com, Akhlak menurut Imam Ghazali, adalah sesuatu yang mengakar kuat dalam jiwa seseorang dan mendorongnya untuk melakukan suatu perbuatan tanpa harus dipikir terlebih dahulu.

Jika perbuatan yang dilakukan baik maka disebut akhlak mulia (akhlak mahmudah). Tetapi, jika perbuatan yang dilakukan jelek maka disebut akhlak tercela (akhlak madzmumah).

Akhlak seorang anak sangat ditentukan dari lingkungan kehidupannya sehari-hari. Dasar utamanya adalah pendidikan dari orangtua. Tak hanya itu, ada juga faktor lain yang juga sangat mempengaruhi pembentukan akhlak anak.

Dikutip dari BincangSyariah.com, Syeikh Musthafa al-Adawy dalam kitab Fiqh Tarbiyat al-Abna mengatakan bahwa terdapat 8 hal yang dapat mempengaruhi perkembangan akhlak seorang anak. Ayah dan bunda penting untuk selalu mengingatkan dan membimbing anak agar memiliki akhlak yang baik sesuai tuntunan Islam.

 

4 dari 7 halaman

Apa saja delapan hal yang berpengaruh besar pada akhlak anak?

Pertama, saudara-saudara kandung dan kerabat- kerabatnya di rumah. Kedua, teman-teman di lingkungan sosial tempatnya tinggal. Seperti di sekolah, perpustakaan dan tempat belajar ngaji.

Ketiga, para pengajar, guru, pendidik, penjaga, pelatih yang mengajari anak-anak. Keempat, segala hal yang dia lihat, dengar dan baca yang berada di lingkungan tempat tinggalnya.

Kelima, keadaan negara di mana sang anak tinggal. Seperti akhlak, kebiasaan, sopan-santun, pemandangan dan situasi masyarakatnya. Keenam, tempat-tempat yang sering dikunjungi anak-anak untuk menghabiskan sebagian besar waktunya, seperti masjid, mal, atau tempat lain.

Ketujuh, para tamu dan pengunjung yang datang ke rumah. Kedelapan, perjalanan, kunjungan dan tamasya yang anak-anak pernah lakukan.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

5 dari 7 halaman

Islam Gambarkan Buah Hati Merupakan Perhiasan Orangtua, Simak Penjelasannya

Dream - Nilai-nilai Islam harus senantiasa jadi panduan dan pedoman dalam tiap aspek kehidupan. Termasuk dalam berkeluarga dan mengasuh putra putri tercinta. Hadirnya buah hati dalam sebuah keluarga, merupakan amanah.

Tak hanya itu, anak juga bisa jadi penenang dan penyejuk hati serta perhiasan orangtuanya. Dalam al-Quran Allah menjelaskannya dalam QS. al-Kahfi[18] ayat 46:

 Alkahfi
© Bincang Muslimah

Artinya: Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan. ( QS. al-Kahfi[18] ayat 46)

Dikutip dari Bincang Muslimah, menurut al-Maraghi dalam Tafsir al-Maraghi harta merupakan sebuah perhiasan meskipun tidak mempunyai anak, dan bukan sebaliknya. Beliau menjelaskan orang yang mempunyai anak sedang ia tidak mempunyai harta maka orang itu berada dalam kesengsaraan dan kemelaratan.

 

6 dari 7 halaman

Anak dan Perhiasan Memiliki Persamaan

Maka, diantara keduanya haruslah seimbang agar jauh dari kemelaratan. Pendapat al-Maraghi ini menunjukkan bahwasanya orangtua dilarang menelantarkan anak dan wajib memenuhi kebutuhan anak.

Sementara menurut Hamka dalam Tafsir al-Azhar ini merupakan ayat rayuan yang sangat indah. Allah SWT memberi peringatan bahwa harta dan anak itu memanglah perhiasan yang sangat indah. Namun sayang, perhiasan indah itu hanyalah bersifat sementara karena memiliki batasan waktunya.

Dalam tafsir Kemenag (Dapartemen Agama RI, al-Quran dan Tafsirnya: 2006), ayat ini mengabarkan kepada kita semua bahwasanya anak merupakan perhiasan yang harus dijadikan jalan bagi orangtua untuk melakukan amal saleh yang akan mengantarkan kepada ridho Allah SWT.

 

7 dari 7 halaman

Bisa Jadi Cobaan

Jika orangtua memperlakukan anak dengan cara yang tidak baik dan tidak mengundang pahala serta ridho Allah SWT maka kehadiran anak akan berubah menjadi sebuah cobaan.

Allah telah menjelaskan yang menjadi kebanggaan manusia di dunia ini ialah harta benda dan anak-anak, karena manusia sangat memperhatikan keduanya. Banyak harta dan anak dapat memberikan kehidupan dan martabat yang terhormat kepada orang yang memilikinya. Sebaliknya, juga dapat menjadikan seseorang takabur dan merendahkan orang lain.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id