Islam Ingatkan Hal Ini Saat Memberi Nama Panggilan Anak

Ibu Dan Anak | Rabu, 23 Juni 2021 08:05

Reporter : Mutia Nugraheni

Jangan sampai memberi nama atau julukan buruk pada anak.

Dream - Bukan hanya sekadar panggilan, dalam Islam nama adalah doa. Tak heran banyak orangtua meminta nama dari para Ulama dan Kyai yang dihormati untuk anak-anak mereka.

Harapannya, nama tersebut membawa keberkahan di dunia, terutama di akhirat. Selain nama asli anak yang penuh doa kebaikan, orangtua juga harus memperhatikan nama panggilan anak sehari-hari.

Jangan sampai memberi nama atau julukan buruk pada anak. Dikutip dari DalamIslam.com, Islam menjelaskan bagaimana baiknya adab memanggil panggilan yang baik. Perhatika hal-hal berikut ini.

Sunnah memberi nama yang bagus untuk anak
Nama merupakan sebutan atau panggilan yang diberikan seseorang untuk memanggil. Kalau nama anak baik, tentu panggilannya akan baik. Jadi, orangtua wajib memberikan nama yang baik pada anak. Saking pentingnya memberi panggilan yang baik, hal ini pun menjadi disunnahkan. Rasulullah SAW bersabda:

“ Sesungguhnya kalian di panggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak kalian. Maka perindahlah nama-nama kalian.” (Riwayat Abu Dawud)

 

Islam Ingatkan Hal Ini Saat Memberi Nama Panggilan Anak
Ilustrasi
2 dari 7 halaman

Tidak memanggil dengan julukan buruk

Banyak orang yang dengan entengnya memberikan julukan buruk kepada seseorang. Misal, karena anak ada anak yang memiliki tompel, ia pun dipanggil dengan sebutan ‘si tompel’ atau 'si gendut' dan berbagai julukan buruk lainnya.

Imam An-Nabawi menyebutkan bahwa para ulama sepakat bahwa dilarang untuk memberikan julukan yang buruk kepada seseorang.

“ Dan janganlah kalian panggil memanggil dengan gelar-gelar buruk.” (QS. Al-Hujurat[49]: 11)

 

3 dari 7 halaman

Panggilan yang baik

Panggilan baik yang diberikan orangtua pada anak membuktikan betapa besar kasih sayang orangtua. Hal itu juga memberikan dampak positif lainnya yakni membentuk rasa percaya diri anak sekaligus menambah semangat hidupnya.

Jangan sesekali memanggil anak dengan panggilan jelek, meskipun ketika tengah berada dalam kondisi emosi yang tidak baik. Menurut psikolog, ketika anak mendapat panggilan buruk, hal itu akan terekam jelas pada memorinya. Islam pun mengajarkan untuk selalu memberi panggilan yang baik pada buah hati kesayangan.

Selengkapnya baca di sini.

4 dari 7 halaman

Ajaran Islam untuk Membentuk Karakter Ikhlas Pada Anak

Dream - Ikhlas tak bisa dibentuk dalam satu malam. Terutama dalam hal menjalani tuntunan Rasulullah SAW dalam mengikuti perintah Allah SWT. Sebagai orang dewasa, kita kadang sangat sulit untuk mencapai keikhlasan dan ternyata memang harus dilatih sejak dini.

Orangtua berperan besar dalam mendidik karakter ikhlas pada anak. Butuh kesungguhan, latihan, dan diterangkan terus menerus agar anak ikhlas dalam menuntut ilmu dan juga ikhlas dalam beribadah.

Dikutip dari BincangMuslimah.com, Imam Ibnu Jama’ah rahimahullah (wafat 733H) dalam karyanya Tadzkiratul As-Sami’ wa al-mutakalim fi Adab al ‘Alim wa al-Mutakallim, menjelaskan bahwasanya ikhlas dalam permulaan menuntut ilmu bagi anak-anak tidak boleh menjadi syarat.

Jika demikian, mungkin anak-anak bahkan para pemula yang beranjak dewasa tidak akan mendapat kesempatan belajar agama. Akan ada banyak orang yang buta terhadap ilmu agama jika ikhlas menjadi syarat utama untuk diterimanya seorang untuk memulai belajar memahami ilmu. Sebab banyak di antara mereka yang kesulitan untuk memulai dengan ikhlas.

 

5 dari 7 halaman

Dilakukan Bertahap

Terkadang anak-anak belum memahami hakikat ikhlas. Mereka belajar bisa jadi karena diperintahkan orang tua, pengaruh teman, atau sekolah dan belajar agama karena memang di lingkungannya hal ini menjadi kebiasaan dan tradisi.

Orang tua dan pendidik hendaknya terus memotivasinya agar niatnya ikhlas untuk mencari ridho dan pahala dari Allah SWT. Terus menerus tanpa bosan memberi semangat dan secara bertahap diberi pengertian bahwa semua amalan harus lurus niatnya untuk mencari keridhaan-Nya.

Kisahkan pula hadis yang agung Rasulullah SAW tentang tujuannya belajar ilmu agama. Tentu dengan bahasa dan penjelasan yang mudah dipahami anak, dengan ungkapan santun lagi lembut sehingga anak mudah memahaminya dengan izin Allah Swt. Rasulullah dalam hadisnya bersabda:

 Hadis Ikhlas
© Bincang Muslimah

" Dan seorang laki-laki yang belajar dan mengajarkan ilmu serta membaca Al-Qur’an, lalu ia didatangkan dan Allah mengingatkan ni’mat-ni’mat-Nya (kepadanya) dan dia pun mengenalnya. Allah berfirman, “ apa yang kamu lakukan padanya?” ia berkata, “ saya belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur’an demi Engkau”. Allah berfirman, “ kamu berdusta, akan tetapi engkau belajar ilmu supaya dikatakan alim, dan engkau membaca Al Qur’an supaya dikatakan qari dan itu telah dikatakan”. Kemudian diperintahkan agar dia diseret di atas wajahnya hingga dilemparkan kedalam api neraka…” (HR. Muslim, Ahmad, At-Turmudzi).

Perkara mengikhlaskan ilmu dan amal hanya untuk Allah, harus selalu dikokohkan seiring dengan bertambahnya kematangan psikologis serta spiritual anak. penjelasan selengkapnya baca di sini.

6 dari 7 halaman

8 Hal yang Pengaruhi Akhlak Anak Menurut Islam

Dream - Akhlak merupakan dasar penting bagi kehidupan seorang muslim dan muslimah. Dikutip dari alirsyad.com, Akhlak menurut Imam Ghazali, adalah sesuatu yang mengakar kuat dalam jiwa seseorang dan mendorongnya untuk melakukan suatu perbuatan tanpa harus dipikir terlebih dahulu.

Jika perbuatan yang dilakukan baik maka disebut akhlak mulia (akhlak mahmudah). Tetapi, jika perbuatan yang dilakukan jelek maka disebut akhlak tercela (akhlak madzmumah).

Akhlak seorang anak sangat ditentukan dari lingkungan kehidupannya sehari-hari. Dasar utamanya adalah pendidikan dari orangtua. Tak hanya itu, ada juga faktor lain yang juga sangat mempengaruhi pembentukan akhlak anak.

Dikutip dari BincangSyariah.com, Syeikh Musthafa al-Adawy dalam kitab Fiqh Tarbiyat al-Abna mengatakan bahwa terdapat 8 hal yang dapat mempengaruhi perkembangan akhlak seorang anak. Ayah dan bunda penting untuk selalu mengingatkan dan membimbing anak agar memiliki akhlak yang baik sesuai tuntunan Islam.

 

7 dari 7 halaman

Apa saja delapan hal yang berpengaruh besar pada akhlak anak?

Pertama, saudara-saudara kandung dan kerabat- kerabatnya di rumah. Kedua, teman-teman di lingkungan sosial tempatnya tinggal. Seperti di sekolah, perpustakaan dan tempat belajar ngaji.

Ketiga, para pengajar, guru, pendidik, penjaga, pelatih yang mengajari anak-anak. Keempat, segala hal yang dia lihat, dengar dan baca yang berada di lingkungan tempat tinggalnya.

Kelima, keadaan negara di mana sang anak tinggal. Seperti akhlak, kebiasaan, sopan-santun, pemandangan dan situasi masyarakatnya. Keenam, tempat-tempat yang sering dikunjungi anak-anak untuk menghabiskan sebagian besar waktunya, seperti masjid, mal, atau tempat lain.

Ketujuh, para tamu dan pengunjung yang datang ke rumah. Kedelapan, perjalanan, kunjungan dan tamasya yang anak-anak pernah lakukan.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Join Dream.co.id