Ibu Maudy Ayunda Ungkap Cerita Manis Sang Putri Saat Kecil

Ibu Dan Anak | Jumat, 15 Oktober 2021 08:05

Reporter : Mutia Nugraheni

Simak ceritanya.

Dream - Maudy Ayunda termasuk sosok selebritas yang kerap jadi panutan kaum muda. Sukses berkarier di dunia hiburan baik sebagai penyanyi maupun aktris, ia juga memiliki latar belakang pendidikan yang mumpuni.

Hal ini tak lepas dari sosok sang ibu, Mauren Jasmedi. Lewat akun Instagramnya, @muren.s, ibunda Maudy kerap membagikan pengalamannya mengasuh Maudy dan adik perempuannya, Amanda Khairunnisa.

Seperti salah satu cerita yang baru saja diungkapnya. Rupanya saat kecil, Amanda tak mau berbagi panggung dengan Maudy dan meminta sang kakak untuk berhanti bernyanyi.

" Kakak, udah ya , Kakak turun aja, soalnya abis ini aku mau nyanyi sendiri aja! kata si Adek sambil mengambil mic dan mendorong2 sang kakak turun panggung setelah lagu duet usai. Semua Penonton yang isinya keluarga besar kami tertawa, di sebuah acara Tahun baru kala itu. Si Kakak melepas mic nya sambil nyengir diusir adiknya, Tp saat musik lagu kedua berbunyi dan si adik mulai bernyanyi, si kakak membatalkan niatnya utk turun panggung dan tetap happy walau hanya jadi penari latar," tulis Mauren.

 

Ibu Maudy Ayunda Ungkap Cerita Manis Sang Putri Saat Kecil
Keluarga Maudy Ayunda
2 dari 4 halaman

Kompak

Sang ibunda merasa bersyukur dengan hubungan kakak beradik adik. Dua anak perempuannya super kompak hingga saat ini.

 Ibunda Mudy Ayunda© Instagram @muren.s

" Bersyukur banget sampai saat ini mereka bisa terus saling dukung. Tidak pernah merasa bersaing dan bisa selalu kompak dan saling menyayangi," ungkap Mauren.

3 dari 4 halaman

Ibu Maudy Ayunda Jawab Rasa Penasaran Orang Soal Uang Sekolah Putrinya

Dream - Maudy Ayunda termasuk selebritas yang memiliki latar pendidikan tinggi. Ia merupakan lulusan S1 Oxford University, lalu S2-nya diselesaikan di Stanford University. Dua universitas tersebut merupakan yang terbaik di dunia.

Banyak warganet yang penasaran bagaimana orangtua Maudy mengasuh dan mendidiknya, agar memiliki latar pendidikan yang baik. Termasuk juga banyak yang ingin tahu uang bayaran sekolah Maudy.

Mauren Jasmedi, ibu dari Maudy lewat akun Instagramnya @muren.s menjelaskan kalau dulu saat putri pertamanya kelas 2 SD, pindah sekolah. Hal itu lantaran Mauren agak kecewa dengan pelajaran di SD pertama Maudy.

 Maudy Ayunda SD© Instagra, @muren.s

" Saat anak sy TK & sampai kelas 2 SD, mereka bersekolah di sekolah berkurikulum nasional. Awalnya, sama sekali tidak terpikir pindahkan anak dari sekolah tersebut. Sampai suatu saat, ketika saya menemani anak belajar, saya kecewa atas materi pembelajaran kala itu. Murid diminta menghapal nama-nama kecamatan di Jakarta & materi hapalan lain yang saya anggap kurang tepat. Sejak itu, ada saja materi belajar anak yang membuat saya tidak nyaman. Mau protes tapi kepad siapa? Daripada sibuk cari kesalahan orang, mulailah saya hunting mencari sekolah lain yang lebih sesuai harapan. Saat mencari SD kala itu, saya tidak masuk ke ruang kantor, tapi saya coba duduk di kantin mendengar murid berceloteh, mengintip proses belajar di kelas dan itu saya lakukan setiap hari di beberapa SD. Hingga suatu hari, saya mendapatkan 1 SD berkurikulum Nasional Plus, yang terbilang masih baru, & bahkan anak saya baru akan mjadi angkatan ke 2 di sekolah itu dan bermurid hanya 9 orang per kelas. Mungkin bagi sbagian orang, sekolah dengan minim fasilitas ini bukan pilihan menarik, tapi saat memasuki sekolah itu saya sungguh telah jatuh cinta,"  tulis Mauren.

Akhirnya Mauren memutuskan untuk memindahkan sekolah Maudy. Fasilitas sekolah baru ternyata jauh lebih minim, tapi menurutnya lebih bisa mengakomodir tumbuh kembang dan pendidikan sang putri. Biaya sekolah, menurut ibu dua anak ini saat itu dibilang terjangkau.

" Di sanalah akhirnya anak-anak saya menghabiskan sekolah dasar hingga masa SMP mereka. SD dan SMP itu, tumbuh bersama seperti keluarga dengan anak-anak kami. Sekarang sekolah tersebut menjadi besar bahkan menjadi sekolah international favorit, yang memiliki banyak murid. Bicara soal uang sekolah, SD yg saat itu baru punya 2 angkatan belumlah pede membandrol harga mahal seperti sekarang,"  ungkap ibunda Maudy.

 

4 dari 4 halaman

Masuk SMA Internasional, Jual Mobil

Setelah Maudy lulus SMP, pertimbangan soal SMA kembali dilakukan dengan panjang. Mauren berusaha mengajak anak-anaknya selalu berdiskusi karena mereka yang akan menempuh pendidikan.

Maudy ingin bersekolah di sekolah internasional yang biayanya cukup mahal. Ia sampai menawarkan untuk menggunakan uang sendiri yang saat itu didapatkan dari menjadi bintang iklan dan model.

" Saatnya pilih SMA , keputusannya pun diambil dari hasil pertimbangan & diskusi panjang, bareng anak-anak. 'Bayar sekolah nya pakai uang aku aja ma,' kata sulungku yang saat itu sudah punya tabungan sendiri, dari menjadi model & BA beberapa produk. Tak sampai hati memakai uang anak yang sangat ingin bersekolah di sana, kami pun menawarkan 1 solusi yang mbuat mereka belajar mbuat pilihan melalui sebuah pengorbanan. 'Gimana kalau mobil antar jemput kalian dijual buat bayar sekolah, tapi kalian naik bis sekolah setiap harinya nanti? Dan mereka pun menyetujui pilihan itu. Selama SMA kubiarkan anak-anak naik bis jemputan sekolah setiap hari dari Bintaro ke kemang. Walau mereka harus dijemput lebih pagi dan pulang lebih sore, bahkan kadang tertidur di mobil karena mobil itu berisi sampai 12 orang untuk area Jakarta Selatan yang harus diantar jemput satu persatu,"  ungkap Mauren.

Komentar pun bermunculan. Banyak yang salut dengan cara ibunda menerapkan pendidikan bagi dua putrinya. Seperti komentar @marcalais_fransisca yang menulis 'Salut tante kasih anak pilihan untuk berkorban untuk memperjuangkan apa yang dia mau'.

Lalu ada juga akun @nuraenii_2405 yang berkomentar 'Masyaallah ibu yang tangguh,,ibu yang bisa memantau keadaan anak-anaknya. Komentar lainnya dari akun @_putridianasri_ yang menulis 'Wih salut banget sama tantee benar2 serius dan effort sama pendidikan ka maudy dan ka manda'.

Join Dream.co.id